<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Buka-bukaan Penyebab Harga Pupuk Mahal</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka-bukaan masalah mahalnya harga pupuk di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/10/320/2779040/presiden-jokowi-buka-bukaan-penyebab-harga-pupuk-mahal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/10/320/2779040/presiden-jokowi-buka-bukaan-penyebab-harga-pupuk-mahal"/><item><title>Presiden Jokowi Buka-bukaan Penyebab Harga Pupuk Mahal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/10/320/2779040/presiden-jokowi-buka-bukaan-penyebab-harga-pupuk-mahal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/10/320/2779040/presiden-jokowi-buka-bukaan-penyebab-harga-pupuk-mahal</guid><pubDate>Jum'at 10 Maret 2023 18:34 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/10/320/2779040/presiden-jokowi-buka-bukaan-penyebab-harga-pupuk-mahal-oYT2DLEZQ6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi ungkap penyebab harga pupuk mahal (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/10/320/2779040/presiden-jokowi-buka-bukaan-penyebab-harga-pupuk-mahal-oYT2DLEZQ6.jpg</image><title>Jokowi ungkap penyebab harga pupuk mahal (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka-bukaan masalah mahalnya harga pupuk di Indonesia. Dia memaparkan penyebab masih tingginya harga pupuk di Tanah Air.
Menurutnya, harga pupuk mahal karena kebutuhan pupuk nasional sebanyak 13 juta ton masih belum bisa terpenuhi. Hal tersebut disampaikannya saat menyerahkan sertifikat tanah untuk rakyat serta Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial dan SK Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Areal Kesongo, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat, 10 Maret 2023.

BACA JUGA:
Petani Keluhkan Pasokan Pupuk Subsidi, Jokowi: Kita Segera Usahakan


&amp;ldquo;Supaya Bapak, Ibu semuanya tahu bahwa kebutuhan pupuk di Indonesia ini harusnya 13 juta ton seluruh Tanah Air Indonesia, 13 juta ton. Di Indonesia baru bisa berproduksi 3,5 juta ton,&amp;rdquo; kata Jokowi dalam keterangannya, Jumat (10/3/2023).
Jokowi menjelaskan bahwa saat ini Indonesia masih melakukan impor sejumlah 6,3 juta ton pupuk. Namun, jumlah tersebut juga dinilai masih belum bisa memenuhi kebutuhan pupuk nasional.

BACA JUGA:
Dua Program Jitu Pemerintah Atasi Keterbatasan Pupuk Subsidi


&quot;Sisane ada dari impor 6,3 juta ton berarti nembe pinten niku? Kira-kira 9 juta ton, 9,8 juta ton. Masih kurang berapa? 3,2 juta ton,&amp;rdquo; jelasnya.
Selain itu, Kepala Negara menuturkan kegiatan impor bahan baku atau pupuk juga terkendala oleh perang yang terjadi di Rusia dan Ukraina, yang merupakan negara importir pupuk ke Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yNS80LzE2MzMyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Problemnya sekarang supaya Bapak Ibu tahu kita banyak impor bahan  atau pupuk itu dari Rusia dan Ukraina. Pun pirso? Sak niki Ukraina sama  Rusia lagi. Yang kekurangan pupuk itu bukan hanya Indonesia,  negara-negara lain yang tidak mempunyai pabrik pupuk apalagi tidak dapat  apa-apa sama sekali,&amp;rdquo; ungkapnya.
Melihat hal tersebut, Presiden menyebut bahwa tingginya harga pupuk  di Tanah Air disebabkan karena jumlah pupuk yang ada saat ini tidak  sebanding dengan jumlah kebutuhan yang ada.
&amp;ldquo;Kalau pupuknya tidak cukup, yang ingin beli banyak, terus pripun?  Hukum pasar apa? Harganya pasti naik, problemnya di situ,&amp;rdquo; kata  Presiden.
Oleh karenanya, untuk mendorong pemenuhan pupuk tersebut, pemerintah  mengoperasikan kembali PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) guna menambah  kapasitas produksi pupuk nasional.
&amp;ldquo;Bulan yang lalu Pupuk Iskandar Muda di Aceh kita hidupkan lagi, kita  biayai. Sudah bisa berproduksi tetapi juga masih sedikit, 570 ribu  ton,&amp;rdquo; kata Presiden.
&amp;ldquo;Sudah berproduksi 570 ribu ton tapi tetap itu masih jauh dari kebutuhan yang kita inginkan,&amp;rdquo; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka-bukaan masalah mahalnya harga pupuk di Indonesia. Dia memaparkan penyebab masih tingginya harga pupuk di Tanah Air.
Menurutnya, harga pupuk mahal karena kebutuhan pupuk nasional sebanyak 13 juta ton masih belum bisa terpenuhi. Hal tersebut disampaikannya saat menyerahkan sertifikat tanah untuk rakyat serta Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial dan SK Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Areal Kesongo, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat, 10 Maret 2023.

BACA JUGA:
Petani Keluhkan Pasokan Pupuk Subsidi, Jokowi: Kita Segera Usahakan


&amp;ldquo;Supaya Bapak, Ibu semuanya tahu bahwa kebutuhan pupuk di Indonesia ini harusnya 13 juta ton seluruh Tanah Air Indonesia, 13 juta ton. Di Indonesia baru bisa berproduksi 3,5 juta ton,&amp;rdquo; kata Jokowi dalam keterangannya, Jumat (10/3/2023).
Jokowi menjelaskan bahwa saat ini Indonesia masih melakukan impor sejumlah 6,3 juta ton pupuk. Namun, jumlah tersebut juga dinilai masih belum bisa memenuhi kebutuhan pupuk nasional.

BACA JUGA:
Dua Program Jitu Pemerintah Atasi Keterbatasan Pupuk Subsidi


&quot;Sisane ada dari impor 6,3 juta ton berarti nembe pinten niku? Kira-kira 9 juta ton, 9,8 juta ton. Masih kurang berapa? 3,2 juta ton,&amp;rdquo; jelasnya.
Selain itu, Kepala Negara menuturkan kegiatan impor bahan baku atau pupuk juga terkendala oleh perang yang terjadi di Rusia dan Ukraina, yang merupakan negara importir pupuk ke Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yNS80LzE2MzMyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Problemnya sekarang supaya Bapak Ibu tahu kita banyak impor bahan  atau pupuk itu dari Rusia dan Ukraina. Pun pirso? Sak niki Ukraina sama  Rusia lagi. Yang kekurangan pupuk itu bukan hanya Indonesia,  negara-negara lain yang tidak mempunyai pabrik pupuk apalagi tidak dapat  apa-apa sama sekali,&amp;rdquo; ungkapnya.
Melihat hal tersebut, Presiden menyebut bahwa tingginya harga pupuk  di Tanah Air disebabkan karena jumlah pupuk yang ada saat ini tidak  sebanding dengan jumlah kebutuhan yang ada.
&amp;ldquo;Kalau pupuknya tidak cukup, yang ingin beli banyak, terus pripun?  Hukum pasar apa? Harganya pasti naik, problemnya di situ,&amp;rdquo; kata  Presiden.
Oleh karenanya, untuk mendorong pemenuhan pupuk tersebut, pemerintah  mengoperasikan kembali PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) guna menambah  kapasitas produksi pupuk nasional.
&amp;ldquo;Bulan yang lalu Pupuk Iskandar Muda di Aceh kita hidupkan lagi, kita  biayai. Sudah bisa berproduksi tetapi juga masih sedikit, 570 ribu  ton,&amp;rdquo; kata Presiden.
&amp;ldquo;Sudah berproduksi 570 ribu ton tapi tetap itu masih jauh dari kebutuhan yang kita inginkan,&amp;rdquo; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
