<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ternyata Rafael Alun Bolak-balik ke Deposit Box Rp37 Miliar Sebelum Diblokir PPATK</title><description>Mahfud MD mengungkapkan bahwa mantan pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo sempat bolak-balik ke deposit box.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/12/320/2779609/ternyata-rafael-alun-bolak-balik-ke-deposit-box-rp37-miliar-sebelum-diblokir-ppatk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/12/320/2779609/ternyata-rafael-alun-bolak-balik-ke-deposit-box-rp37-miliar-sebelum-diblokir-ppatk"/><item><title>Ternyata Rafael Alun Bolak-balik ke Deposit Box Rp37 Miliar Sebelum Diblokir PPATK</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/12/320/2779609/ternyata-rafael-alun-bolak-balik-ke-deposit-box-rp37-miliar-sebelum-diblokir-ppatk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/12/320/2779609/ternyata-rafael-alun-bolak-balik-ke-deposit-box-rp37-miliar-sebelum-diblokir-ppatk</guid><pubDate>Minggu 12 Maret 2023 08:58 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/12/320/2779609/ternyata-rafael-alun-bolak-balik-ke-deposit-box-rp37-miliar-sebelum-diblokir-ppatk-Vpjogz3GxN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Mahfud MD (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/12/320/2779609/ternyata-rafael-alun-bolak-balik-ke-deposit-box-rp37-miliar-sebelum-diblokir-ppatk-Vpjogz3GxN.jpg</image><title>Menko Mahfud MD (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengungkapkan bahwa mantan pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo sempat bolak-balik ke deposit box miliknya sebelum akhirnya diblokir oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
&amp;ldquo;Beberapa hari sudah bolak-balik tuh dia ke berbagai deposit box itu. Terus pada suatu pagi, dia datang tuh ke bank membuka itu, langsung diblokir oleh PPATK,&amp;rdquo; katanya dikutip Antara, Minggu (10/3/2023).
BACA JUGA:5 Fakta Transaksi Mencurigakan Rp300 di Kantor Sri Mulyani Diungkap Mahfud MD
Setelah PPATK memblokir, lanjutnya, PPATK langsung mencari dasar hukum untuk membuka deposit box tersebut. Setelah berkonsultasi dengan KPK, barulah PPATK membuka deposit box milik Rafael yang kemudian dilanjutkan dengan penggalian informasi untuk menemukan deposit box lainnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xMC8xLzE2NDA4OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Di bongkar, satu safe deposit box itu sebesar Rp37 miliar dalam bentuk dolar AS,&amp;rdquo; ucapnya.
Kasus pejabat pajak tersebut, disebut Mahfud sebagai kasus pencucian uang berdasarkan ilmu intelijen keuangan, bukan bukti hukum.
BACA JUGA:Transaksi Rafael Alun di 2019 Rp50-Rp150 Juta, Sri Mulyani: Kecil Banget Dibanding Sekarang
Mahfud menegaskan temuan tindak pidana pencucian uang oleh Rafael tersebut bermula dari kasus penganiayaan oleh anaknya yang kemudian ditemukan kejanggalan atas harta Rafael yang dinilai tidak wajar.Setelah Mahfud bersurat ke Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Firli Bahuri, ternyata telah ada laporan kepada KPK mengenai kecurigaan terhadap harta Rafael pada tahun 2013, namun belum ditindaklanjuti.
&amp;ldquo;Saya sampaikan ke Pak Firli, Pak Firli kok ini ada belum ditindaklanjuti? Pak Firli bilang wah saya belum tahu bos. Sesudah itu saya kirim surat ini buktinya bahwa sudah masuk surat ke KPK,&amp;ldquo; cerita Mahfud.
&quot;Maka terus dipanggil kan, karena surat saya itu dan teriakan publik. Rp56 miliar kekayaan tidak wajar. Tahu engga, sesudah diperiksa ulang semua transaksinya itu ada Rp500 miliar yang terkait dengan dia,&quot; ungkapnya.
Dia pun menilai wajar jika Menteri Keuangan tidak mengetahui adanya tindak pidana pencucian uang di lingkungannya karena berbeda dengan korupsi yang mekanismenya telah berjalan dengan baik di Kementerian Keuangan.
&amp;ldquo;Bukti pencucian uang seperti itu. Menteri bisa tidak tahu bahwa ada uang seperti itu dan memang di luar kuasa Menteri,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengungkapkan bahwa mantan pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo sempat bolak-balik ke deposit box miliknya sebelum akhirnya diblokir oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
&amp;ldquo;Beberapa hari sudah bolak-balik tuh dia ke berbagai deposit box itu. Terus pada suatu pagi, dia datang tuh ke bank membuka itu, langsung diblokir oleh PPATK,&amp;rdquo; katanya dikutip Antara, Minggu (10/3/2023).
BACA JUGA:5 Fakta Transaksi Mencurigakan Rp300 di Kantor Sri Mulyani Diungkap Mahfud MD
Setelah PPATK memblokir, lanjutnya, PPATK langsung mencari dasar hukum untuk membuka deposit box tersebut. Setelah berkonsultasi dengan KPK, barulah PPATK membuka deposit box milik Rafael yang kemudian dilanjutkan dengan penggalian informasi untuk menemukan deposit box lainnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xMC8xLzE2NDA4OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Di bongkar, satu safe deposit box itu sebesar Rp37 miliar dalam bentuk dolar AS,&amp;rdquo; ucapnya.
Kasus pejabat pajak tersebut, disebut Mahfud sebagai kasus pencucian uang berdasarkan ilmu intelijen keuangan, bukan bukti hukum.
BACA JUGA:Transaksi Rafael Alun di 2019 Rp50-Rp150 Juta, Sri Mulyani: Kecil Banget Dibanding Sekarang
Mahfud menegaskan temuan tindak pidana pencucian uang oleh Rafael tersebut bermula dari kasus penganiayaan oleh anaknya yang kemudian ditemukan kejanggalan atas harta Rafael yang dinilai tidak wajar.Setelah Mahfud bersurat ke Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Firli Bahuri, ternyata telah ada laporan kepada KPK mengenai kecurigaan terhadap harta Rafael pada tahun 2013, namun belum ditindaklanjuti.
&amp;ldquo;Saya sampaikan ke Pak Firli, Pak Firli kok ini ada belum ditindaklanjuti? Pak Firli bilang wah saya belum tahu bos. Sesudah itu saya kirim surat ini buktinya bahwa sudah masuk surat ke KPK,&amp;ldquo; cerita Mahfud.
&quot;Maka terus dipanggil kan, karena surat saya itu dan teriakan publik. Rp56 miliar kekayaan tidak wajar. Tahu engga, sesudah diperiksa ulang semua transaksinya itu ada Rp500 miliar yang terkait dengan dia,&quot; ungkapnya.
Dia pun menilai wajar jika Menteri Keuangan tidak mengetahui adanya tindak pidana pencucian uang di lingkungannya karena berbeda dengan korupsi yang mekanismenya telah berjalan dengan baik di Kementerian Keuangan.
&amp;ldquo;Bukti pencucian uang seperti itu. Menteri bisa tidak tahu bahwa ada uang seperti itu dan memang di luar kuasa Menteri,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
