<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengelola Watsons (DAYA) Rugi Rp40,02 Miliar Sepanjang 2022</title><description>Pengelola Watsons PT Duta Intidaya Tbk (DAYA) mencatatkan rugi di sepanjang tahun 2022 lalu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/13/278/2780093/pengelola-watsons-daya-rugi-rp40-02-miliar-sepanjang-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/13/278/2780093/pengelola-watsons-daya-rugi-rp40-02-miliar-sepanjang-2022"/><item><title>Pengelola Watsons (DAYA) Rugi Rp40,02 Miliar Sepanjang 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/13/278/2780093/pengelola-watsons-daya-rugi-rp40-02-miliar-sepanjang-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/13/278/2780093/pengelola-watsons-daya-rugi-rp40-02-miliar-sepanjang-2022</guid><pubDate>Senin 13 Maret 2023 12:05 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/13/278/2780093/pengelola-watsons-daya-rugi-rp40-02-miliar-sepanjang-2022-28GsJETiMr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">DAYA alami rugi di 2022 (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/13/278/2780093/pengelola-watsons-daya-rugi-rp40-02-miliar-sepanjang-2022-28GsJETiMr.jpg</image><title>DAYA alami rugi di 2022 (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pengelola Watsons PT Duta Intidaya Tbk (DAYA) mencatatkan rugi di sepanjang tahun 2022 lalu. Emiten pengelola gerai Watsons mengalami rugi Rp40,02 miliar, susut dari 2021 lalu yang sebesar Rp51,70 miliar.

BACA JUGA:
IHSG Melemah 3 Pekan, Bagaimana Prediksi Minggu Ini?


Rugi DAYA menyusut ditopang oleh tumbuhnya pendapatan sebesar 19,59% menjadi Rp1,16 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp971,29 miliar. Secara rinci, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp809,85 miliar dan penjualan konsinyasi tercatat sebesar Rp351,73 miliar.

BACA JUGA:
IHSG Turun Tipis ke Level 6.762 di Jeda Sesi I


Adapun, beban pokok pendapatan perseroan tercatat naik dari sebelumnya Rp604,50 miliar menjadi Rp732,32 miliar. Sementara itu, beban usaha perseroan tercatat sebesar Rp444,88 miliar.
Per Desember 2022, total nilai aset DAYA tercatat sebesar Rp687,50 miliar, turun tipis dari posisi akhir Desember 2021 yang sebesar Rp689,12 miliar. Liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp653,46 miliar dan ekuitas tercatat sebesar Rp34,03 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sepanjang tahun 2022 lalu, perseroan telah melakukan penambahan gerai  baru dengan lebih selektif dan lebih mengutamakan format baru, yakni  street store atau community pharmacy. Selain itu, perseroan juga masih  membuka beberapa gerai baru di mall yang memiliki prospek baik.
Tahun ini, fokus pengembangan usaha perseroan yakni pada segmen  channel O+O atau offline plus online. Dengan demikian, selain melakukan  penambahan gerai offline, perseroan juga akan mengembangkan saluran  penjualan online melalui kerja sama dengan marketplace atau platform  penjualan digital lainnya. Sementara untuk gerai offline, perseroan  lebih berfokus untuk membuka gerai di wilayah Jawa dan Kalimantan.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pengelola Watsons PT Duta Intidaya Tbk (DAYA) mencatatkan rugi di sepanjang tahun 2022 lalu. Emiten pengelola gerai Watsons mengalami rugi Rp40,02 miliar, susut dari 2021 lalu yang sebesar Rp51,70 miliar.

BACA JUGA:
IHSG Melemah 3 Pekan, Bagaimana Prediksi Minggu Ini?


Rugi DAYA menyusut ditopang oleh tumbuhnya pendapatan sebesar 19,59% menjadi Rp1,16 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp971,29 miliar. Secara rinci, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp809,85 miliar dan penjualan konsinyasi tercatat sebesar Rp351,73 miliar.

BACA JUGA:
IHSG Turun Tipis ke Level 6.762 di Jeda Sesi I


Adapun, beban pokok pendapatan perseroan tercatat naik dari sebelumnya Rp604,50 miliar menjadi Rp732,32 miliar. Sementara itu, beban usaha perseroan tercatat sebesar Rp444,88 miliar.
Per Desember 2022, total nilai aset DAYA tercatat sebesar Rp687,50 miliar, turun tipis dari posisi akhir Desember 2021 yang sebesar Rp689,12 miliar. Liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp653,46 miliar dan ekuitas tercatat sebesar Rp34,03 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sepanjang tahun 2022 lalu, perseroan telah melakukan penambahan gerai  baru dengan lebih selektif dan lebih mengutamakan format baru, yakni  street store atau community pharmacy. Selain itu, perseroan juga masih  membuka beberapa gerai baru di mall yang memiliki prospek baik.
Tahun ini, fokus pengembangan usaha perseroan yakni pada segmen  channel O+O atau offline plus online. Dengan demikian, selain melakukan  penambahan gerai offline, perseroan juga akan mengembangkan saluran  penjualan online melalui kerja sama dengan marketplace atau platform  penjualan digital lainnya. Sementara untuk gerai offline, perseroan  lebih berfokus untuk membuka gerai di wilayah Jawa dan Kalimantan.
</content:encoded></item></channel></rss>
