<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mandala Finance Kantongi Laba Rp658,5 Miliar, Naik 35,7%</title><description>PT Mandala Multifinance Tbk atau Mandala Finance mengantongi laba bersih sebesar Rp658,51 miliar atau tumbuh 35,70%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/13/278/2780112/mandala-finance-kantongi-laba-rp658-5-miliar-naik-35-7</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/13/278/2780112/mandala-finance-kantongi-laba-rp658-5-miliar-naik-35-7"/><item><title>Mandala Finance Kantongi Laba Rp658,5 Miliar, Naik 35,7%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/13/278/2780112/mandala-finance-kantongi-laba-rp658-5-miliar-naik-35-7</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/13/278/2780112/mandala-finance-kantongi-laba-rp658-5-miliar-naik-35-7</guid><pubDate>Senin 13 Maret 2023 12:32 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/13/278/2780112/mandala-finance-kantongi-laba-rp658-5-miliar-naik-35-7-FUtFLnNRoC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mandala Finance bukukan laba di 2022 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/13/278/2780112/mandala-finance-kantongi-laba-rp658-5-miliar-naik-35-7-FUtFLnNRoC.jpg</image><title>Mandala Finance bukukan laba di 2022 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Mandala Multifinance Tbk atau Mandala Finance mengantongi laba bersih sebesar Rp658,51 miliar atau tumbuh 35,70% (yoy) di 2022. Perolehan laba bersih ini, didukung peningkatan pendapatan yang seiring dengan perkembangan skala bisnis perusahaan.

BACA JUGA:
Lunasi Obligasi, Mandala Multifinance (MFIN) Siapkan Rp68 Miliar


Dilansir dari Harian Neraca, Senin (13/3/2023), perseroan mengungkapkan, total pendapatan tumbuh 24,54 % (yoy) menjadi Rp2,22 triliun di tahun 2022. Ditopang pendapatan pembiayaan konsumen mencapai Rp2,12 triliun atau tumbuh 22,37% (yoy), diikuti peningkatan dari pos pendapatan atas bunga bank dan lain-lain.
Sementara itu, total beban naik 18,15% (yoy) pada 2022 menjadi sebesar Rp1,38 triliun. Peningkatan terjadi hampir di semua lini yakni beban kepegawaian, beban umum dan administrasi, beban pendanaan, kecuali beban penyisihan kerugian nilai yang cenderung menyusut.

BACA JUGA:
Intip Agenda Bursa di Nota Keuangan, AKRA Bagikan Dividen hingga MFIN Gelar RUPS


Corporate Secretary Mandala Finance Mahrus mengatakan, perusahaan juga membukukan peningkatan jumlah aset sebesar 22,88% (yoy) menjadi Rp6,57 triliun. Ada dua lini yang memengaruhi peningkatan aset ini. Pertama, pos kas dan setara kas meningkat 140,98% (yoy) menjadi Rp1,51 triliun.
Kedua, peningkatan pada piutang pembiayaan konsumen yakni sebesar 6,82% (yoy) menjadi Rp4,74 triliun. Peningkatan skala bisnis dan optimalisasi dari aspek operasional tersebut juga yang mendorong pencapaian laba bersih perusahaan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kenaikan aset produktif berupa piutang pembiayaan konsumen berdampak  positif pada kinerja perseroan. Hal ini terlihat dari laba bersih  periode 31 Desember 2022 sebesar Rp658,51 miliar atau meningkat 2,124%  dibandingkan periode 31 Desember 2021,&quot;ujarnya.
Mahrus menjelaskan, Mandala Finance mengalami peningkatan liabilitas  sebesar 29,05% (yoy). Liabilitas perusahaan naik dari Rp2,58 triliun  pada 2021 menjadi Rp3,33 triliun pada 2022.&quot;Sebagian besar disebabkan  kenaikan pada jumlah pinjaman 115,37% atau sebesar Rp1,00 triliun.  Kenaikan pinjaman ini sejalan dengan meningkatnya jumlah piutang  pembiayaan konsumen dan meningkatnya kas dan setara kas, sebagaimana  disampaikan di atas,&quot; tandasnya.
Menurut Mahrus, dengan keuntungan yang diperoleh kali ini, Mandala  Finance mencatat total ekuitas tumbuh sebesar Rp3,24 triliun atau naik  17,12% (yoy) pada tahun 2022.&quot;Kondisi ekuitas tersebut menggambarkan  masih terbuka ruang untuk perusahaan ekspansi bisnis lebih lanjut di  masa mendatang,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Mandala Multifinance Tbk atau Mandala Finance mengantongi laba bersih sebesar Rp658,51 miliar atau tumbuh 35,70% (yoy) di 2022. Perolehan laba bersih ini, didukung peningkatan pendapatan yang seiring dengan perkembangan skala bisnis perusahaan.

BACA JUGA:
Lunasi Obligasi, Mandala Multifinance (MFIN) Siapkan Rp68 Miliar


Dilansir dari Harian Neraca, Senin (13/3/2023), perseroan mengungkapkan, total pendapatan tumbuh 24,54 % (yoy) menjadi Rp2,22 triliun di tahun 2022. Ditopang pendapatan pembiayaan konsumen mencapai Rp2,12 triliun atau tumbuh 22,37% (yoy), diikuti peningkatan dari pos pendapatan atas bunga bank dan lain-lain.
Sementara itu, total beban naik 18,15% (yoy) pada 2022 menjadi sebesar Rp1,38 triliun. Peningkatan terjadi hampir di semua lini yakni beban kepegawaian, beban umum dan administrasi, beban pendanaan, kecuali beban penyisihan kerugian nilai yang cenderung menyusut.

BACA JUGA:
Intip Agenda Bursa di Nota Keuangan, AKRA Bagikan Dividen hingga MFIN Gelar RUPS


Corporate Secretary Mandala Finance Mahrus mengatakan, perusahaan juga membukukan peningkatan jumlah aset sebesar 22,88% (yoy) menjadi Rp6,57 triliun. Ada dua lini yang memengaruhi peningkatan aset ini. Pertama, pos kas dan setara kas meningkat 140,98% (yoy) menjadi Rp1,51 triliun.
Kedua, peningkatan pada piutang pembiayaan konsumen yakni sebesar 6,82% (yoy) menjadi Rp4,74 triliun. Peningkatan skala bisnis dan optimalisasi dari aspek operasional tersebut juga yang mendorong pencapaian laba bersih perusahaan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kenaikan aset produktif berupa piutang pembiayaan konsumen berdampak  positif pada kinerja perseroan. Hal ini terlihat dari laba bersih  periode 31 Desember 2022 sebesar Rp658,51 miliar atau meningkat 2,124%  dibandingkan periode 31 Desember 2021,&quot;ujarnya.
Mahrus menjelaskan, Mandala Finance mengalami peningkatan liabilitas  sebesar 29,05% (yoy). Liabilitas perusahaan naik dari Rp2,58 triliun  pada 2021 menjadi Rp3,33 triliun pada 2022.&quot;Sebagian besar disebabkan  kenaikan pada jumlah pinjaman 115,37% atau sebesar Rp1,00 triliun.  Kenaikan pinjaman ini sejalan dengan meningkatnya jumlah piutang  pembiayaan konsumen dan meningkatnya kas dan setara kas, sebagaimana  disampaikan di atas,&quot; tandasnya.
Menurut Mahrus, dengan keuntungan yang diperoleh kali ini, Mandala  Finance mencatat total ekuitas tumbuh sebesar Rp3,24 triliun atau naik  17,12% (yoy) pada tahun 2022.&quot;Kondisi ekuitas tersebut menggambarkan  masih terbuka ruang untuk perusahaan ekspansi bisnis lebih lanjut di  masa mendatang,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
