<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kejagung Duga Ada Pengaturan Pemenang Lelang Jalan Tol Japek II Rp13 Triliun</title><description>Kejaksaan Agung menduga terdapat perbuatan melawan hukum berupa persekongkolan dalam mengatur pemenang lelang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/13/320/2780479/kejagung-duga-ada-pengaturan-pemenang-lelang-jalan-tol-japek-ii-rp13-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/13/320/2780479/kejagung-duga-ada-pengaturan-pemenang-lelang-jalan-tol-japek-ii-rp13-triliun"/><item><title>Kejagung Duga Ada Pengaturan Pemenang Lelang Jalan Tol Japek II Rp13 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/13/320/2780479/kejagung-duga-ada-pengaturan-pemenang-lelang-jalan-tol-japek-ii-rp13-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/13/320/2780479/kejagung-duga-ada-pengaturan-pemenang-lelang-jalan-tol-japek-ii-rp13-triliun</guid><pubDate>Senin 13 Maret 2023 20:11 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/13/320/2780479/kejagung-duga-ada-pengaturan-pemenang-lelang-jalan-tol-japek-ii-rp13-triliun-j1FwVEJdtU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan Tol (Foto: Okezone/Kementerian PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/13/320/2780479/kejagung-duga-ada-pengaturan-pemenang-lelang-jalan-tol-japek-ii-rp13-triliun-j1FwVEJdtU.jpg</image><title>Jalan Tol (Foto: Okezone/Kementerian PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Kejaksaan Agung menduga terdapat perbuatan melawan hukum berupa persekongkolan dalam mengatur pemenang lelang dalam pekerjaan pembangunan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II dengan nilai kontrak mencapai Rp13 triliun.
&amp;ldquo;Tol Japek ini nilai kontraknya kurang lebih Rp13 triliun. Penyidik sudah meningkatkan perkara ini ke proses penyidikan umum, dan sampai saat ini teman-teman penyidik sudah memeriksa kurang lebih 15 orang saksi,&amp;rdquo; kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Ketut Sumedana dikutip Antara di Jakarta, Senin (13/3/2023).

BACA JUGA:
Tarif Jalan Tol Bogor Ring Road Naik per 12 Maret 2023, Berikut Daftarnya&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Ketut Sumedana menjelaskan bahwa pihaknya sudah menemukan alat bukti yang cukup untuk meningkatkan perkara ini menjadi penyidikan umum.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xMC85LzE2NDA5My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Terkait dengan kerugian negara, Ketut Sumedana mengatakan bahwa Kejaksaan Agung masih belum dapat memastikan karena hingga saat ini, perkara terkait pembangunan Tol Jakarta-Cikampek masih penyidikan umum.
Dalam kesempatan ini, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Kuntadi mengatakan bahwa perkara ini merupakan pengembangan dari kasus Waskita.

BACA JUGA:
Endus Potensi Korupsi, KPK Soroti Pejabat Jadi Komisaris di Perusahaan Jalan Tol

&amp;ldquo;Dan periode 2016,&amp;rdquo; ucapnya.Tim Penyidik telah meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pekerjaan pembangunan (design and build) Jalan Tol Jakarta Cikampek II Elevated Ruas Cikunir hingga Karawang Barat termasuk on/off ramp pada Simpang Susun Cikunir dan Karawang Barat, dengan nilai kontrak Rp13.530.786.800.000.
Dalam pelaksanaan pengadaannya diduga terdapat perbuatan melawan hukum berupa persekongkolan dalam mengatur pemenang lelang yang menguntungkan pihak tertentu, sehingga atas perbuatan tersebut diindikasikan merugikan keuangan negara.</description><content:encoded>JAKARTA - Kejaksaan Agung menduga terdapat perbuatan melawan hukum berupa persekongkolan dalam mengatur pemenang lelang dalam pekerjaan pembangunan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II dengan nilai kontrak mencapai Rp13 triliun.
&amp;ldquo;Tol Japek ini nilai kontraknya kurang lebih Rp13 triliun. Penyidik sudah meningkatkan perkara ini ke proses penyidikan umum, dan sampai saat ini teman-teman penyidik sudah memeriksa kurang lebih 15 orang saksi,&amp;rdquo; kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Ketut Sumedana dikutip Antara di Jakarta, Senin (13/3/2023).

BACA JUGA:
Tarif Jalan Tol Bogor Ring Road Naik per 12 Maret 2023, Berikut Daftarnya&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Ketut Sumedana menjelaskan bahwa pihaknya sudah menemukan alat bukti yang cukup untuk meningkatkan perkara ini menjadi penyidikan umum.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xMC85LzE2NDA5My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Terkait dengan kerugian negara, Ketut Sumedana mengatakan bahwa Kejaksaan Agung masih belum dapat memastikan karena hingga saat ini, perkara terkait pembangunan Tol Jakarta-Cikampek masih penyidikan umum.
Dalam kesempatan ini, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Kuntadi mengatakan bahwa perkara ini merupakan pengembangan dari kasus Waskita.

BACA JUGA:
Endus Potensi Korupsi, KPK Soroti Pejabat Jadi Komisaris di Perusahaan Jalan Tol

&amp;ldquo;Dan periode 2016,&amp;rdquo; ucapnya.Tim Penyidik telah meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pekerjaan pembangunan (design and build) Jalan Tol Jakarta Cikampek II Elevated Ruas Cikunir hingga Karawang Barat termasuk on/off ramp pada Simpang Susun Cikunir dan Karawang Barat, dengan nilai kontrak Rp13.530.786.800.000.
Dalam pelaksanaan pengadaannya diduga terdapat perbuatan melawan hukum berupa persekongkolan dalam mengatur pemenang lelang yang menguntungkan pihak tertentu, sehingga atas perbuatan tersebut diindikasikan merugikan keuangan negara.</content:encoded></item></channel></rss>
