<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Garap Proyek Smelter, Investor Singapura Suntik Modal ke Anak Usaha Vale (INCO)</title><description>Investor asal Singapura, Huaqi (Singapore) Pte Ltd telah melakukan penyertaan modal kepada anak usaha PT Vale Indonesia Tbk (INCO).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/14/278/2780807/garap-proyek-smelter-investor-singapura-suntik-modal-ke-anak-usaha-vale-inco</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/14/278/2780807/garap-proyek-smelter-investor-singapura-suntik-modal-ke-anak-usaha-vale-inco"/><item><title>Garap Proyek Smelter, Investor Singapura Suntik Modal ke Anak Usaha Vale (INCO)</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/14/278/2780807/garap-proyek-smelter-investor-singapura-suntik-modal-ke-anak-usaha-vale-inco</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/14/278/2780807/garap-proyek-smelter-investor-singapura-suntik-modal-ke-anak-usaha-vale-inco</guid><pubDate>Selasa 14 Maret 2023 12:31 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/14/278/2780807/garap-proyek-smelter-investor-singapura-suntik-modal-ke-anak-usaha-vale-inco-V1MlGnmISQ.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/14/278/2780807/garap-proyek-smelter-investor-singapura-suntik-modal-ke-anak-usaha-vale-inco-V1MlGnmISQ.JPG</image><title>Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Investor asal Singapura, Huaqi (Singapore) Pte Ltd telah melakukan penyertaan modal kepada anak usaha PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yakni, PT Kolaka Nickel Indonesia (KLI).

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Huaqi melakukan penyertaan modal dengan menyerap sebanyak 764.000 saham baru KNI atau senilai Rp764 miliar. Adapun, transaksi dilakukan pada 9 Maret 2023 lalu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Naik Tak Wajar, BEI Gembok Saham Indo Straits (PTIS)

Dengan transaksi yang dilakukan, komposisi pemegang saham KNI kini INCO yang menggenggam 191.000 saham KNI atau senilai Rp191 miliar, serta Huaqi Singapore dengan 764.000 kepemilikan saham KNI.

Sekretaris Perusahaan INCO, Filia Alanda menjelaskan bahwa, transaksi yang dilakukan bukan merupakan transaksi material bagi perseroan. Transaksi tersebut juga bukan merupakan transaksi afiliasi dan benturan kepentingan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Saratoga (SRTG) Kantongi Laba Rp4,6 Triliun di 2022

&amp;ldquo;Serta tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,&amp;rdquo; kata Filia dalam keterbukaan informasi, Senin (13/3/2023).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebagai informasi, PT Kolaka Nickel Indonesia merupakan anak usaha INCO yang menaungi proyek pengembangan Blok Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Adapun, proyek yang dikembangkan antara lain, pabrik High-Pressure Acid Leach (HPAL) dan tambang dengan nilai investasi mencapai Rp67,5 triliun, serta akan melibatkan sekitar 12.000 lapangan kerja untuk konstruksi.</description><content:encoded>JAKARTA - Investor asal Singapura, Huaqi (Singapore) Pte Ltd telah melakukan penyertaan modal kepada anak usaha PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yakni, PT Kolaka Nickel Indonesia (KLI).

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Huaqi melakukan penyertaan modal dengan menyerap sebanyak 764.000 saham baru KNI atau senilai Rp764 miliar. Adapun, transaksi dilakukan pada 9 Maret 2023 lalu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Naik Tak Wajar, BEI Gembok Saham Indo Straits (PTIS)

Dengan transaksi yang dilakukan, komposisi pemegang saham KNI kini INCO yang menggenggam 191.000 saham KNI atau senilai Rp191 miliar, serta Huaqi Singapore dengan 764.000 kepemilikan saham KNI.

Sekretaris Perusahaan INCO, Filia Alanda menjelaskan bahwa, transaksi yang dilakukan bukan merupakan transaksi material bagi perseroan. Transaksi tersebut juga bukan merupakan transaksi afiliasi dan benturan kepentingan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Saratoga (SRTG) Kantongi Laba Rp4,6 Triliun di 2022

&amp;ldquo;Serta tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,&amp;rdquo; kata Filia dalam keterbukaan informasi, Senin (13/3/2023).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebagai informasi, PT Kolaka Nickel Indonesia merupakan anak usaha INCO yang menaungi proyek pengembangan Blok Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Adapun, proyek yang dikembangkan antara lain, pabrik High-Pressure Acid Leach (HPAL) dan tambang dengan nilai investasi mencapai Rp67,5 triliun, serta akan melibatkan sekitar 12.000 lapangan kerja untuk konstruksi.</content:encoded></item></channel></rss>
