<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank BJB Batal Rights Issue, Ini Alasannya   </title><description>Permodalan Bank BJB sekarang masih dapat menunjang ekspansi kredit ke depan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/14/278/2780866/bank-bjb-batal-rights-issue-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/14/278/2780866/bank-bjb-batal-rights-issue-ini-alasannya"/><item><title>Bank BJB Batal Rights Issue, Ini Alasannya   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/14/278/2780866/bank-bjb-batal-rights-issue-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/14/278/2780866/bank-bjb-batal-rights-issue-ini-alasannya</guid><pubDate>Selasa 14 Maret 2023 14:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/14/278/2780866/bank-bjb-batal-rights-issue-ini-alasannya-iFajfFTJAb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank BJB Batal Rights Issue. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/14/278/2780866/bank-bjb-batal-rights-issue-ini-alasannya-iFajfFTJAb.jpg</image><title>Bank BJB Batal Rights Issue. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) membatalkan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak 1,83 miliar.
Hal tersebut karena pertimbangan perkembangan rasio permodalan terkini, sehingga meyakini kondisi permodalan sekarang masih dapat menunjang ekspansi kredit ke depan.

BACA JUGA:
Kinerja Bisnis Solid, Laba bank bjb Tumbuh 11% di Tahun 2022

&quot;Dengan ini kami sampaikan bahwa perseroan membatalkan rencana agenda right issue,&quot; kata Direktur Utama BJBR Yuddy Renaldi di Bandung, Selasa (14/3/2023).
Adapun rencana aksi korporasi ini sebelumnya diusulkan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 4 April mendatang. Berdasarkan prospektus awal, BJBR berencana menerbitkan 1.836.414.082 saham Seri B baru dengan nilai nominal Rp250 per saham.

BACA JUGA:
Dukung UMKM Nasional, bank bjb Salurkan Kredit Mesra di Medan

Jumlah itu setara 17,45% dari total saham ditempatkan dan disetor perseroan, yang seluruhnya akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan.Sebelumnya BJBR tengah fokus untuk menyetor modal ke dalam mitra kelompok usaha bank (KUB) dengan sejumlah BPD, termasuk PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu), dan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra).
Langkah ini diharapkan dapat membantu bank-bank BPD yang masih belum memenuhi modal inti, sebagaimana yang disyaratkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) membatalkan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak 1,83 miliar.
Hal tersebut karena pertimbangan perkembangan rasio permodalan terkini, sehingga meyakini kondisi permodalan sekarang masih dapat menunjang ekspansi kredit ke depan.

BACA JUGA:
Kinerja Bisnis Solid, Laba bank bjb Tumbuh 11% di Tahun 2022

&quot;Dengan ini kami sampaikan bahwa perseroan membatalkan rencana agenda right issue,&quot; kata Direktur Utama BJBR Yuddy Renaldi di Bandung, Selasa (14/3/2023).
Adapun rencana aksi korporasi ini sebelumnya diusulkan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 4 April mendatang. Berdasarkan prospektus awal, BJBR berencana menerbitkan 1.836.414.082 saham Seri B baru dengan nilai nominal Rp250 per saham.

BACA JUGA:
Dukung UMKM Nasional, bank bjb Salurkan Kredit Mesra di Medan

Jumlah itu setara 17,45% dari total saham ditempatkan dan disetor perseroan, yang seluruhnya akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan.Sebelumnya BJBR tengah fokus untuk menyetor modal ke dalam mitra kelompok usaha bank (KUB) dengan sejumlah BPD, termasuk PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu), dan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra).
Langkah ini diharapkan dapat membantu bank-bank BPD yang masih belum memenuhi modal inti, sebagaimana yang disyaratkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).</content:encoded></item></channel></rss>
