<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Anjlok 2% Imbas Kekhawatiran Krisis Keuangan</title><description>Harga minyak dunia anjlok 2% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/14/320/2780670/harga-minyak-anjlok-2-imbas-kekhawatiran-krisis-keuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/14/320/2780670/harga-minyak-anjlok-2-imbas-kekhawatiran-krisis-keuangan"/><item><title>Harga Minyak Anjlok 2% Imbas Kekhawatiran Krisis Keuangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/14/320/2780670/harga-minyak-anjlok-2-imbas-kekhawatiran-krisis-keuangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/14/320/2780670/harga-minyak-anjlok-2-imbas-kekhawatiran-krisis-keuangan</guid><pubDate>Selasa 14 Maret 2023 09:17 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/14/320/2780670/harga-minyak-anjlok-2-imbas-kekhawatiran-krisis-keuangan-hLD8KUtSr0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/14/320/2780670/harga-minyak-anjlok-2-imbas-kekhawatiran-krisis-keuangan-hLD8KUtSr0.jpg</image><title>harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia anjlok 2% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga minyak mentah turun karena bangkrutnya Silicon Valley Bank mengguncang pasar ekuitas dan menimbulkan kekhawatiran akan krisis keuangan baru, tetapi pemulihan permintaan China memberikan dukungan.
Melansir Antara, Selasa (14/3/2023), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei tergelincir USD2,01 atau 2,4%, menjadi USD80,77 per barel di London ICE Futures Exchange.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Naik, Brent USD84,31/Barel


Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April terpangkas USD1,88 atau 2,3% menjadi USD74,80 per barel di New York Mercantile Exchange.
Pihak berwenang AS meluncurkan langkah-langkah darurat pada Minggu (12/3), untuk menopang kepercayaan pada sistem perbankan setelah kekhawatiran penularan dari kegagalan Silicon Valley Bank menyebabkan penjualan aset-aset AS pada akhir minggu lalu dan regulator negara menutup Signature Bank yang berbasis di New York pada Minggu (12/3).

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Naik, JPMorgan Proyeksi Brent Tembus USD90/Barel


Indeks saham-saham AS juga diperdagangkan secara berombak karena investor mempertimbangkan kemungkinan jeda kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada Maret.
Penutupan mendadak SVB Financial memicu kekhawatiran tentang risiko bank-bank lain akibat kenaikan suku bunga Fed yang tajam selama setahun terakhir, tetapi juga memicu spekulasi tentang apakah bank sentral dapat memperlambat laju pengetatan moneternya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xOS8xLzE2Mjk3Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Agak mengejutkan hari ini melihat penurunan besar dalam minyak  mengingat fakta bahwa Fed kemungkinan besar akan lebih sulit menaikkan  suku bunga secara agresif dan itu akan menyebabkan pelemahan dolar,&quot;  kata analis Price Futures Group Phil Flynn.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang  lainnya, turun hampir satu% karena imbal hasil obligasi pemerintah  jangka pendek jatuh. Greenback yang lebih lemah membuat minyak lebih  murah bagi pemegang mata uang lainnya dan biasanya mendukung harga  minyak.
Kekhawatiran tentang pengetatan moneter Fed lebih lanjut telah diperburuk oleh tingginya persediaan minyak mentah AS.
Produksi minyak mentah di tujuh cekungan serpih AS terbesar  diperkirakan akan naik pada April ke level tertinggi sejak Desember  2019, kata Badan Informasi Energi.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia anjlok 2% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga minyak mentah turun karena bangkrutnya Silicon Valley Bank mengguncang pasar ekuitas dan menimbulkan kekhawatiran akan krisis keuangan baru, tetapi pemulihan permintaan China memberikan dukungan.
Melansir Antara, Selasa (14/3/2023), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei tergelincir USD2,01 atau 2,4%, menjadi USD80,77 per barel di London ICE Futures Exchange.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Naik, Brent USD84,31/Barel


Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April terpangkas USD1,88 atau 2,3% menjadi USD74,80 per barel di New York Mercantile Exchange.
Pihak berwenang AS meluncurkan langkah-langkah darurat pada Minggu (12/3), untuk menopang kepercayaan pada sistem perbankan setelah kekhawatiran penularan dari kegagalan Silicon Valley Bank menyebabkan penjualan aset-aset AS pada akhir minggu lalu dan regulator negara menutup Signature Bank yang berbasis di New York pada Minggu (12/3).

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Naik, JPMorgan Proyeksi Brent Tembus USD90/Barel


Indeks saham-saham AS juga diperdagangkan secara berombak karena investor mempertimbangkan kemungkinan jeda kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada Maret.
Penutupan mendadak SVB Financial memicu kekhawatiran tentang risiko bank-bank lain akibat kenaikan suku bunga Fed yang tajam selama setahun terakhir, tetapi juga memicu spekulasi tentang apakah bank sentral dapat memperlambat laju pengetatan moneternya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xOS8xLzE2Mjk3Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Agak mengejutkan hari ini melihat penurunan besar dalam minyak  mengingat fakta bahwa Fed kemungkinan besar akan lebih sulit menaikkan  suku bunga secara agresif dan itu akan menyebabkan pelemahan dolar,&quot;  kata analis Price Futures Group Phil Flynn.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang  lainnya, turun hampir satu% karena imbal hasil obligasi pemerintah  jangka pendek jatuh. Greenback yang lebih lemah membuat minyak lebih  murah bagi pemegang mata uang lainnya dan biasanya mendukung harga  minyak.
Kekhawatiran tentang pengetatan moneter Fed lebih lanjut telah diperburuk oleh tingginya persediaan minyak mentah AS.
Produksi minyak mentah di tujuh cekungan serpih AS terbesar  diperkirakan akan naik pada April ke level tertinggi sejak Desember  2019, kata Badan Informasi Energi.</content:encoded></item></channel></rss>
