<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>150.000 Ton Baju Bekas Impor Ilegal Masuk ke RI</title><description>150.000 ton pakaian bekas impor ilegal masuk Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/14/320/2780813/150-000-ton-baju-bekas-impor-ilegal-masuk-ke-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/14/320/2780813/150-000-ton-baju-bekas-impor-ilegal-masuk-ke-ri"/><item><title>150.000 Ton Baju Bekas Impor Ilegal Masuk ke RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/14/320/2780813/150-000-ton-baju-bekas-impor-ilegal-masuk-ke-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/14/320/2780813/150-000-ton-baju-bekas-impor-ilegal-masuk-ke-ri</guid><pubDate>Selasa 14 Maret 2023 12:41 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/14/320/2780813/150-000-ton-baju-bekas-impor-ilegal-masuk-ke-ri-ijjjR1W9hV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Baju bekas. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/14/320/2780813/150-000-ton-baju-bekas-impor-ilegal-masuk-ke-ri-ijjjR1W9hV.jpg</image><title>Baju bekas. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFi) mencatat kurang lebih 150.000 ton pakaian bekas impor ilegal masuk ke Indonesia setiap tahunnya.

Jumlah itu mencapai 25 hingga 30% dari total barang impor ilegal yang masuk ke pasar Tanah Air.

BACA JUGA:
Tegas Tolak Baju Bekas Impor, Menkop Teten Singgung Pasar Senen

&quot;Pakaian ilegal itu sekitar 25 sampai 30% dari yang ilegal itu, artinya sekitar 100.000 sampai 150.000 ton pakaian bekas yang masuk ke Indonesia,&quot; kata Ketua Umum APSyFi, Redma Gita Wirawasta dalam siaran Market Review di IDX Channel, Selasa (14/3/2023).

Menurutnya, masuknya pakaian bekas impor ilegal sangat mengganggu pasar domestik terutama terhadap industri kecil menengah (IKM).

BACA JUGA:
Hati-hati! Beli Baju Bekas Ternyata Bisa Bikin Terkena Sakit Ini

&quot;Yang paling terganggu sebetulnya adalah teman-teman IKM karena kan pakaian bekas ini head to head dengan produk-produk pakaian yang diproduksi oleh teman-teman IKM,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wOS80LzE2NDA2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Tak hanya itu, lanjut Redma, jika para pelaku IKM terganggu, maka dampaknya akan semakin panjang, sebab para pelaku IKM menggunakan bahan-bahan dari dalam negeri.



&quot;Tentu temen-temen IKM itu membeli bahan bakunya dari industri dalam negeri, kain dalam negeri, benang dalam negeri, Jadi mengganggunya bukan hanya temen-temen IKM tapi terus sampai ke hulu. Bahkan sampai ke industri petrochemical yang merupakan bahan baku dari serat buatan di Indonesia. Jadi mengganggunya hulu sampai hilirnya itu sangat terganggu,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFi) mencatat kurang lebih 150.000 ton pakaian bekas impor ilegal masuk ke Indonesia setiap tahunnya.

Jumlah itu mencapai 25 hingga 30% dari total barang impor ilegal yang masuk ke pasar Tanah Air.

BACA JUGA:
Tegas Tolak Baju Bekas Impor, Menkop Teten Singgung Pasar Senen

&quot;Pakaian ilegal itu sekitar 25 sampai 30% dari yang ilegal itu, artinya sekitar 100.000 sampai 150.000 ton pakaian bekas yang masuk ke Indonesia,&quot; kata Ketua Umum APSyFi, Redma Gita Wirawasta dalam siaran Market Review di IDX Channel, Selasa (14/3/2023).

Menurutnya, masuknya pakaian bekas impor ilegal sangat mengganggu pasar domestik terutama terhadap industri kecil menengah (IKM).

BACA JUGA:
Hati-hati! Beli Baju Bekas Ternyata Bisa Bikin Terkena Sakit Ini

&quot;Yang paling terganggu sebetulnya adalah teman-teman IKM karena kan pakaian bekas ini head to head dengan produk-produk pakaian yang diproduksi oleh teman-teman IKM,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wOS80LzE2NDA2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Tak hanya itu, lanjut Redma, jika para pelaku IKM terganggu, maka dampaknya akan semakin panjang, sebab para pelaku IKM menggunakan bahan-bahan dari dalam negeri.



&quot;Tentu temen-temen IKM itu membeli bahan bakunya dari industri dalam negeri, kain dalam negeri, benang dalam negeri, Jadi mengganggunya bukan hanya temen-temen IKM tapi terus sampai ke hulu. Bahkan sampai ke industri petrochemical yang merupakan bahan baku dari serat buatan di Indonesia. Jadi mengganggunya hulu sampai hilirnya itu sangat terganggu,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
