<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bisnis Pakaian Bekas Impor, Jokowi: Ini Sangat Menganggu</title><description>Jokowi) meminta jajarannya untuk mencari dan mengatasi praktik bisnis pakaian bekas impor atau thrif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/15/320/2781589/bisnis-pakaian-bekas-impor-jokowi-ini-sangat-menganggu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/15/320/2781589/bisnis-pakaian-bekas-impor-jokowi-ini-sangat-menganggu"/><item><title>Bisnis Pakaian Bekas Impor, Jokowi: Ini Sangat Menganggu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/15/320/2781589/bisnis-pakaian-bekas-impor-jokowi-ini-sangat-menganggu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/15/320/2781589/bisnis-pakaian-bekas-impor-jokowi-ini-sangat-menganggu</guid><pubDate>Rabu 15 Maret 2023 15:13 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/15/320/2781589/bisnis-pakaian-bekas-impor-jokowi-ini-sangat-menganggu-fiPnZwcuRn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/15/320/2781589/bisnis-pakaian-bekas-impor-jokowi-ini-sangat-menganggu-fiPnZwcuRn.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk mencari dan mengatasi praktik bisnis pakaian bekas impor atau thrif. Menurutnya, praktik tersebut sangat menggangu.
&quot;Sudah saya perintahkan untuk mencari betul dan sehari dua hari sudah banyak yang ketemu. Itu mengganggu industri tekstil di dalam negeri. sangat mengganggu, yang namanya impor pakaian bekas. Mengganggu. Sangat mengganggu industri dalam negeri kita,&quot; kata Jokowi kepada wartawan di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (15/3/2023).

BACA JUGA:
Presiden Jokowi: Impor Pakaian Bekas Ganggu Industri Tekstil Dalam Negeri

Diketahui, Polri menyatakan bahwa pihaknya menggandeng Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Bea Cukai untuk melakukan pencegahan bisnis pakaian bekas impor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzYxMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Polri bersama Kementerian Perdagangan dan Ditjen Bea Cukai dalam mencegah bisnis pakaian bekas impor,&quot; kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan.

BACA JUGA:
Jokowi: Panen Raya Harusnya Harga Beras Turun, Kok Ini Enggak?

Dalam hal itu, Ramadhan memastikan, Polri siap untuk bekerja sama, bersinergi dengan stakeholder terkait yaitu Kementerian Perdagangan dan Bea Cukai.Lebih dalam, Ramadhan menyebut, Bareskrim Polri juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah bisnis pakaian bekas impor tersebut.
&quot;Upaya ini tentu akan menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,&quot; ucap Ramadhan.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk mencari dan mengatasi praktik bisnis pakaian bekas impor atau thrif. Menurutnya, praktik tersebut sangat menggangu.
&quot;Sudah saya perintahkan untuk mencari betul dan sehari dua hari sudah banyak yang ketemu. Itu mengganggu industri tekstil di dalam negeri. sangat mengganggu, yang namanya impor pakaian bekas. Mengganggu. Sangat mengganggu industri dalam negeri kita,&quot; kata Jokowi kepada wartawan di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (15/3/2023).

BACA JUGA:
Presiden Jokowi: Impor Pakaian Bekas Ganggu Industri Tekstil Dalam Negeri

Diketahui, Polri menyatakan bahwa pihaknya menggandeng Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Bea Cukai untuk melakukan pencegahan bisnis pakaian bekas impor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzYxMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Polri bersama Kementerian Perdagangan dan Ditjen Bea Cukai dalam mencegah bisnis pakaian bekas impor,&quot; kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan.

BACA JUGA:
Jokowi: Panen Raya Harusnya Harga Beras Turun, Kok Ini Enggak?

Dalam hal itu, Ramadhan memastikan, Polri siap untuk bekerja sama, bersinergi dengan stakeholder terkait yaitu Kementerian Perdagangan dan Bea Cukai.Lebih dalam, Ramadhan menyebut, Bareskrim Polri juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah bisnis pakaian bekas impor tersebut.
&quot;Upaya ini tentu akan menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,&quot; ucap Ramadhan.</content:encoded></item></channel></rss>
