<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Ingin seperti SVB, Bank Sentral Swiss Selamatkan Credit Suisse</title><description>Bank Sentral Swiss tak ingin Credit Suisse bernasib sama dengan Silicon Valley Bank.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/16/320/2782011/tak-ingin-seperti-svb-bank-sentral-swiss-selamatkan-credit-suisse</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/16/320/2782011/tak-ingin-seperti-svb-bank-sentral-swiss-selamatkan-credit-suisse"/><item><title>Tak Ingin seperti SVB, Bank Sentral Swiss Selamatkan Credit Suisse</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/16/320/2782011/tak-ingin-seperti-svb-bank-sentral-swiss-selamatkan-credit-suisse</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/16/320/2782011/tak-ingin-seperti-svb-bank-sentral-swiss-selamatkan-credit-suisse</guid><pubDate>Kamis 16 Maret 2023 09:30 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/16/320/2782011/tak-ingin-seperti-svb-bank-sentral-swiss-selamatkan-credit-suisse-RwOY3mDMtH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank sentral swiss siap bantu Credit Suisse (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/16/320/2782011/tak-ingin-seperti-svb-bank-sentral-swiss-selamatkan-credit-suisse-RwOY3mDMtH.jpg</image><title>Bank sentral swiss siap bantu Credit Suisse (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank Sentral Swiss tak ingin Credit Suisse bernasib sama dengan Silicon Valley Bank. Bank Sentral Swiss bersedia menyediakan likuiditas bagi Credit Suisse jika diperlukan.
Melansir Antara, Kamis (16/3/2023), sejak 14 Maret 2023, saham Credit Suisse terus merosot dan anjlok lebih dari 20%.

BACA JUGA:
Credit Suisse Diperkirakan Rugi Rp24 Triliun Imbas Rush Money


Saham bank dibuka pada 2,28 franc Swiss (2,46 dolar AS) per saham pada Rabu (15/3/2023) pagi, sebelum jatuh ke 1,55, dan ditutup pada titik terendah sepanjang masa 1,70 franc.
Didirikan pada tahun 1856, Credit Suisse adalah bank terbesar kedua di Swiss, dan memiliki pengaruh penting di pasar modal global.

BACA JUGA:
Krisis Credit Suisse Mengulang Tragedi Lehman Brothers? Begini Langkah OJK


Sejak 2021, bank diganggu oleh berita negatif seperti kerugian investasi. Harga saham Credit Suisse terus turun, dan nilai pasarnya turun drastis.
Pada awal Februari, Credit Suisse membukukan rugi bersih sebesar 7,3 miliar franc Swiss untuk tahun 2022, sedangkan pada tahun 2021 rugi bersihnya sebesar 1,7 miliar franc Swiss.
Menurut laporan tahunan bank 2022 yang dirilis pada Selasa (14/3/2023), ada &quot;kelemahan material&quot; dalam pengendalian internal atas pelaporan keuangan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wOC80LzE2MjI4NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, Saudi National Bank, pemegang saham utama Credit  Suisse, mengatakan pada Rabu (15/3/2023) bahwa pihaknya tidak akan  menambah sahamnya di bank tersebut.
Kedua peristiwa ini semakin memukul harga saham Credit Suisse, dan  jatuhnya Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat telah membuat  harga saham bank-bank Eropa secara umum anjlok.
Kemudian pada Rabu (15/3/2023), bank sentral Swiss dan Otoritas  Pengawas Pasar Keuangan Swiss FINMA, mengeluarkan pernyataan tentang  ketidakpastian pasar.
Mereka mengatakan bahwa nilai bursa saham Credit Suisse, dan nilai  sekuritas utangnya, sangat dipengaruhi oleh reaksi pasar dalam beberapa  hari terakhir.
Namun, kedua lembaga tersebut mengatakan bahwa masalah bank tertentu  di AS tidak menimbulkan risiko langsung ke pasar keuangan Swiss.
&quot;Credit Suisse memenuhi persyaratan modal dan likuiditas yang  dikenakan pada bank-bank penting secara sistemik. Jika perlu, SNB akan  menyediakan likuiditas kepada CS,&quot; kata pernyataan itu.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank Sentral Swiss tak ingin Credit Suisse bernasib sama dengan Silicon Valley Bank. Bank Sentral Swiss bersedia menyediakan likuiditas bagi Credit Suisse jika diperlukan.
Melansir Antara, Kamis (16/3/2023), sejak 14 Maret 2023, saham Credit Suisse terus merosot dan anjlok lebih dari 20%.

BACA JUGA:
Credit Suisse Diperkirakan Rugi Rp24 Triliun Imbas Rush Money


Saham bank dibuka pada 2,28 franc Swiss (2,46 dolar AS) per saham pada Rabu (15/3/2023) pagi, sebelum jatuh ke 1,55, dan ditutup pada titik terendah sepanjang masa 1,70 franc.
Didirikan pada tahun 1856, Credit Suisse adalah bank terbesar kedua di Swiss, dan memiliki pengaruh penting di pasar modal global.

BACA JUGA:
Krisis Credit Suisse Mengulang Tragedi Lehman Brothers? Begini Langkah OJK


Sejak 2021, bank diganggu oleh berita negatif seperti kerugian investasi. Harga saham Credit Suisse terus turun, dan nilai pasarnya turun drastis.
Pada awal Februari, Credit Suisse membukukan rugi bersih sebesar 7,3 miliar franc Swiss untuk tahun 2022, sedangkan pada tahun 2021 rugi bersihnya sebesar 1,7 miliar franc Swiss.
Menurut laporan tahunan bank 2022 yang dirilis pada Selasa (14/3/2023), ada &quot;kelemahan material&quot; dalam pengendalian internal atas pelaporan keuangan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wOC80LzE2MjI4NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, Saudi National Bank, pemegang saham utama Credit  Suisse, mengatakan pada Rabu (15/3/2023) bahwa pihaknya tidak akan  menambah sahamnya di bank tersebut.
Kedua peristiwa ini semakin memukul harga saham Credit Suisse, dan  jatuhnya Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat telah membuat  harga saham bank-bank Eropa secara umum anjlok.
Kemudian pada Rabu (15/3/2023), bank sentral Swiss dan Otoritas  Pengawas Pasar Keuangan Swiss FINMA, mengeluarkan pernyataan tentang  ketidakpastian pasar.
Mereka mengatakan bahwa nilai bursa saham Credit Suisse, dan nilai  sekuritas utangnya, sangat dipengaruhi oleh reaksi pasar dalam beberapa  hari terakhir.
Namun, kedua lembaga tersebut mengatakan bahwa masalah bank tertentu  di AS tidak menimbulkan risiko langsung ke pasar keuangan Swiss.
&quot;Credit Suisse memenuhi persyaratan modal dan likuiditas yang  dikenakan pada bank-bank penting secara sistemik. Jika perlu, SNB akan  menyediakan likuiditas kepada CS,&quot; kata pernyataan itu.</content:encoded></item></channel></rss>
