<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Resmi Tahan Suku Bunga di 5,75%</title><description>Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/16/320/2782250/bi-resmi-tahan-suku-bunga-di-5-75</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/16/320/2782250/bi-resmi-tahan-suku-bunga-di-5-75"/><item><title>BI Resmi Tahan Suku Bunga di 5,75%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/16/320/2782250/bi-resmi-tahan-suku-bunga-di-5-75</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/16/320/2782250/bi-resmi-tahan-suku-bunga-di-5-75</guid><pubDate>Kamis 16 Maret 2023 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/16/320/2782250/bi-resmi-tahan-suku-bunga-di-5-75-btwVDNyUCA.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia. (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/16/320/2782250/bi-resmi-tahan-suku-bunga-di-5-75-btwVDNyUCA.JPG</image><title>Bank Indonesia. (Foto: BI)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%.
Demikian pula suku bunga Deposit Facility tetap berada di level 5%, dan suku bunga Lending Facility tetap berada di level 6,5%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BI Diproyeksi Tahan Suku Bunga di Level 5,75%

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga ini konsisten dengan langkah kebijakan moneter yang front-loaded, pre-emptive, dan forward looking.
Ini dalam rangka memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jaga Stabilitas, BI Diminta Tahan Suku Bunga 5,75%

&quot;BI meyakini suku bunga BI7DRR di level 5,75% ini memadai untuk mengarahkan inflasi inti tetap berada dalam kisaran 3&amp;plusmn;1% pada semester I 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali ke dalam sasaran 3&amp;plusmn;1% mulai September 2023 yang akan datang,&quot;  ujar Perry dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Kamis (16/3/2023).


BI juga akan melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi dampak rambatan ketidakpastian pasar keuangan global terhadap nilai tukar Rupiah.
&quot;Sehubungan dengan itu, BI akan terus memperkuat respon bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi,&quot; tandas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%.
Demikian pula suku bunga Deposit Facility tetap berada di level 5%, dan suku bunga Lending Facility tetap berada di level 6,5%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BI Diproyeksi Tahan Suku Bunga di Level 5,75%

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga ini konsisten dengan langkah kebijakan moneter yang front-loaded, pre-emptive, dan forward looking.
Ini dalam rangka memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jaga Stabilitas, BI Diminta Tahan Suku Bunga 5,75%

&quot;BI meyakini suku bunga BI7DRR di level 5,75% ini memadai untuk mengarahkan inflasi inti tetap berada dalam kisaran 3&amp;plusmn;1% pada semester I 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali ke dalam sasaran 3&amp;plusmn;1% mulai September 2023 yang akan datang,&quot;  ujar Perry dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Kamis (16/3/2023).


BI juga akan melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi dampak rambatan ketidakpastian pasar keuangan global terhadap nilai tukar Rupiah.
&quot;Sehubungan dengan itu, BI akan terus memperkuat respon bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi,&quot; tandas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
