<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Tak Terpengaruh Silicon Valley Bank Bangkrut, Berikut Alasannya   </title><description>Ekonomi menilai dampak kebangkrutan Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat, relatif kecil</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/16/320/2782254/ri-tak-terpengaruh-silicon-valley-bank-bangkrut-berikut-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/16/320/2782254/ri-tak-terpengaruh-silicon-valley-bank-bangkrut-berikut-alasannya"/><item><title>RI Tak Terpengaruh Silicon Valley Bank Bangkrut, Berikut Alasannya   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/16/320/2782254/ri-tak-terpengaruh-silicon-valley-bank-bangkrut-berikut-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/16/320/2782254/ri-tak-terpengaruh-silicon-valley-bank-bangkrut-berikut-alasannya</guid><pubDate>Kamis 16 Maret 2023 14:31 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/16/320/2782254/ri-tak-terpengaruh-silicon-valley-bank-bangkrut-berikut-alasannya-9gV1KFsqCt.png" expression="full" type="image/jpeg">Silicon Valley Bank Bangkrut. (Foto: Okezone.com/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/16/320/2782254/ri-tak-terpengaruh-silicon-valley-bank-bangkrut-berikut-alasannya-9gV1KFsqCt.png</image><title>Silicon Valley Bank Bangkrut. (Foto: Okezone.com/Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Ekonomi menilai dampak kebangkrutan Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat, relatif kecil bagi perekonomian Indonesia.
&amp;ldquo;Kalau menurut saya, dampak secara langsungnya kecil, karena relasi antara SVB dengan dunia startup dan perbankan di Indonesia, sepanjang yang saya tahun, itu kecil,&amp;rdquo; kata Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto, dikutip dari Antara, Kamis (16/3/2023).

BACA JUGA:
Silicon Valley Bank Bangkrut, Seberapa Buruk Dampaknya?

Dirinya juga memandang kondisi fundamental perbankan di Indonesia masih baik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat likuiditas perbankan masih terjaga, yang tercermin dari rasio alat likuid terhadap non core deposit (AL/NCD) per Januari 2023 sebesar 129,64 persen dan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 29,13%, yang lebih tinggi dari ambang minimal masing-masing sebesar 50% dan 10%.
&amp;ldquo;Dalam situasi saat ini, kita terselamatkan oleh model bisnis perbankan kita yang tidak terlalu rumit, tidak terlalu dalam terhubung dengan dunia internasional sehingga memutus efek berantai,&amp;rdquo; ucapnya.

BACA JUGA:
Ada Transaksi Goldman Sachs yang Bikin Bangkrut Silicon Valley Bank?
Namun demikian, tingkat kehati-hatian perbankan masih perlu terus dikaji ulang di tengah kondisi global yang dipenuhi oleh ketidakpastian.&amp;nbsp;
Sementara itu, penutupan SVB memicu sentimen negatif terhadap pasar saham dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang diperkirakan hanya bersifat sementara.
Eko memandang, penutupan SVB akan membuat The Fed mengurangi agresivitas dalam menaikkan suku bunga acuan sehingga tekanan terhadap rupiah bisa berkurang.
&amp;ldquo;Hanya saja kalau volatilitas IHSG berlangsung lebih lama sampai berbulan-bulan, rupiah jadi tetap tidak bisa menikmati agresivitas The Fed yang berkurang,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonomi menilai dampak kebangkrutan Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat, relatif kecil bagi perekonomian Indonesia.
&amp;ldquo;Kalau menurut saya, dampak secara langsungnya kecil, karena relasi antara SVB dengan dunia startup dan perbankan di Indonesia, sepanjang yang saya tahun, itu kecil,&amp;rdquo; kata Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto, dikutip dari Antara, Kamis (16/3/2023).

BACA JUGA:
Silicon Valley Bank Bangkrut, Seberapa Buruk Dampaknya?

Dirinya juga memandang kondisi fundamental perbankan di Indonesia masih baik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat likuiditas perbankan masih terjaga, yang tercermin dari rasio alat likuid terhadap non core deposit (AL/NCD) per Januari 2023 sebesar 129,64 persen dan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 29,13%, yang lebih tinggi dari ambang minimal masing-masing sebesar 50% dan 10%.
&amp;ldquo;Dalam situasi saat ini, kita terselamatkan oleh model bisnis perbankan kita yang tidak terlalu rumit, tidak terlalu dalam terhubung dengan dunia internasional sehingga memutus efek berantai,&amp;rdquo; ucapnya.

BACA JUGA:
Ada Transaksi Goldman Sachs yang Bikin Bangkrut Silicon Valley Bank?
Namun demikian, tingkat kehati-hatian perbankan masih perlu terus dikaji ulang di tengah kondisi global yang dipenuhi oleh ketidakpastian.&amp;nbsp;
Sementara itu, penutupan SVB memicu sentimen negatif terhadap pasar saham dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang diperkirakan hanya bersifat sementara.
Eko memandang, penutupan SVB akan membuat The Fed mengurangi agresivitas dalam menaikkan suku bunga acuan sehingga tekanan terhadap rupiah bisa berkurang.
&amp;ldquo;Hanya saja kalau volatilitas IHSG berlangsung lebih lama sampai berbulan-bulan, rupiah jadi tetap tidak bisa menikmati agresivitas The Fed yang berkurang,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
