<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Bakal Siapkan Uang Tunai Rp195 Triliun Jelang Ramadhan 2023</title><description>Bank Indonesia (BI) siap memperkuat kebijakan sistem pembayaran dalam menghadapi periode bulan Ramadhan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/16/320/2782288/bi-bakal-siapkan-uang-tunai-rp195-triliun-jelang-ramadhan-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/16/320/2782288/bi-bakal-siapkan-uang-tunai-rp195-triliun-jelang-ramadhan-2023"/><item><title>BI Bakal Siapkan Uang Tunai Rp195 Triliun Jelang Ramadhan 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/16/320/2782288/bi-bakal-siapkan-uang-tunai-rp195-triliun-jelang-ramadhan-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/16/320/2782288/bi-bakal-siapkan-uang-tunai-rp195-triliun-jelang-ramadhan-2023</guid><pubDate>Kamis 16 Maret 2023 15:10 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/16/320/2782288/bi-bakal-siapkan-uang-tunai-rp195-triliun-jelang-ramadhan-2023-Qk6PzbxmZw.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/16/320/2782288/bi-bakal-siapkan-uang-tunai-rp195-triliun-jelang-ramadhan-2023-Qk6PzbxmZw.JPG</image><title>Rupiah. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) siap memperkuat kebijakan sistem pembayaran dalam menghadapi periode bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1444 Hijriah atau 2023.

Gubernur BI Perry Warjiyo memastikan ketersediaan dan kehandalan sistem pembayaran BI dan sistem pembayaran industri.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BI Resmi Tahan Suku Bunga di 5,75%

&quot;Termasuk memantau kehandalan sistem peserta dalam memberikan pelayanan transaksi sistem pembayaran, dan memastikan ketersediaan uang Rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),&quot; ungkap Perry dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (16/3/2023).

Khususnya, dalam menyambut Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H melalui program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2023.

&quot;Termasuk penyediaan uang tunai sebesar Rp195 triliun,&quot; ujar Perry.



Selain itu, dia menyebut bahwa pihaknya juga akan emperkuat digitalisasi sistem pembayaran untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan ekosistem EKD.



&quot;Antara lain dengan mendorong inovasi sistem pembayaran, termasuk melalui perluasan kepesertaan (bank dan lembaga selain bank), kanal layanan (direct-debit, bulk-credit, request for payment), dan akseptasi BI-FAST kepada masyarakat,&quot; tambahnya.



Tak hanya itu, BI juga akan melanjutkan inisiatif Regional Payment Connectivity (RPC) melalui perluasan QRIS antarnegara dan Implementasi Fast Payment Interconnectivity.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) siap memperkuat kebijakan sistem pembayaran dalam menghadapi periode bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1444 Hijriah atau 2023.

Gubernur BI Perry Warjiyo memastikan ketersediaan dan kehandalan sistem pembayaran BI dan sistem pembayaran industri.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BI Resmi Tahan Suku Bunga di 5,75%

&quot;Termasuk memantau kehandalan sistem peserta dalam memberikan pelayanan transaksi sistem pembayaran, dan memastikan ketersediaan uang Rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),&quot; ungkap Perry dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (16/3/2023).

Khususnya, dalam menyambut Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H melalui program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2023.

&quot;Termasuk penyediaan uang tunai sebesar Rp195 triliun,&quot; ujar Perry.



Selain itu, dia menyebut bahwa pihaknya juga akan emperkuat digitalisasi sistem pembayaran untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan ekosistem EKD.



&quot;Antara lain dengan mendorong inovasi sistem pembayaran, termasuk melalui perluasan kepesertaan (bank dan lembaga selain bank), kanal layanan (direct-debit, bulk-credit, request for payment), dan akseptasi BI-FAST kepada masyarakat,&quot; tambahnya.



Tak hanya itu, BI juga akan melanjutkan inisiatif Regional Payment Connectivity (RPC) melalui perluasan QRIS antarnegara dan Implementasi Fast Payment Interconnectivity.</content:encoded></item></channel></rss>
