<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mitratel (MTEL) Raup Laba Rp1,79 Triliun di 2022</title><description>PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) mencatat pertumbuhan triple double digit, arus kas yang kuat dan sehat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/17/278/2782965/mitratel-mtel-raup-laba-rp1-79-triliun-di-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/17/278/2782965/mitratel-mtel-raup-laba-rp1-79-triliun-di-2022"/><item><title>Mitratel (MTEL) Raup Laba Rp1,79 Triliun di 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/17/278/2782965/mitratel-mtel-raup-laba-rp1-79-triliun-di-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/17/278/2782965/mitratel-mtel-raup-laba-rp1-79-triliun-di-2022</guid><pubDate>Jum'at 17 Maret 2023 15:17 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/17/278/2782965/mitratel-mtel-raup-laba-rp1-79-triliun-di-2022-zYFB1zIop9.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/17/278/2782965/mitratel-mtel-raup-laba-rp1-79-triliun-di-2022-zYFB1zIop9.JPG</image><title>Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</title></images><description>BALI &amp;ndash; PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) mencatat pertumbuhan triple double digit, arus kas yang kuat dan sehat. Serta eksposur utang yang rendah sepanjang 2022.

Dari serangkaian akuisisi menara dan fiber optik yang telah dilakukan sepanjang tahun 2022, telah berhasil membuka ruang pertumbuhan yang semakin besar ke depannya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Laba Emiten Milik Wulan Guritno Lima Dua Lima Tiga (LUCY) Melesat 2.110% di 2022

&amp;ldquo;Jadi Mitratel berhasil melewati tahun 2022 dengan fundamental keuangan yang tetap kuat, terlihat dari pertumbuhan triple double-digit, di mana pendapatan tumbuh 12,5%, EBITDA 18,5% dan laba bersih tumbuh sebesar 29,3% serta mencatatkan laba bersih Rp1,79 triliun,&quot; ujar Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan media, di Bali, Jumat (17/3/2023).

Kemudian, lanjut dia dengan adanya kepemilikan aset menara terbesar di Asia Tenggara.

&quot;Kami optimistis dapat terus menjaga pertumbuhan kinerja yang kuat di tengah tantangan perekonomian global yang dinamis,&quot; tuturnya.

Teddy menambahkan, Mitratel juga memiliki eksposur utang yang rendah, terlihat dari rasio debt to equity yang hanya 0,45 kali.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Temas (TMAS) Cetak Laba Rp1,36 Triliun, Naik 96% di 2022

&quot;Hal ini membuat perseroan terhindari dari beban bunga dan risiko pinjaman yang tinggi di tengah kondisi perekonomian yang sedang mengalami tren kenaikan suku bunga rupiah dan dolar AS,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wOC80LzE2MjI4NC81L3g4ajZna3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Apalagi, lanjut Teddy, seluruh utang pada tahun buku 2022 merupakan pinjaman bersih tanpa agunan, dengan rata-rata maturitas (jatuh tempo) 5,5 tahun.



Teddy memaparkan, dampak dari aksi akuisisi, telah berhasil menambah penguasaan aset menara Mitratel menjadi 35.418 unit, yang mana hal ini juga berdampak terhadap peningkatan porsi dari penyewaan menara (tower leasing) dari 79% atau Rp 5,4 triliun menjadi 82% atau setara Rp 6,37 triliun dengan EBITDA margin 85%.</description><content:encoded>BALI &amp;ndash; PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) mencatat pertumbuhan triple double digit, arus kas yang kuat dan sehat. Serta eksposur utang yang rendah sepanjang 2022.

Dari serangkaian akuisisi menara dan fiber optik yang telah dilakukan sepanjang tahun 2022, telah berhasil membuka ruang pertumbuhan yang semakin besar ke depannya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Laba Emiten Milik Wulan Guritno Lima Dua Lima Tiga (LUCY) Melesat 2.110% di 2022

&amp;ldquo;Jadi Mitratel berhasil melewati tahun 2022 dengan fundamental keuangan yang tetap kuat, terlihat dari pertumbuhan triple double-digit, di mana pendapatan tumbuh 12,5%, EBITDA 18,5% dan laba bersih tumbuh sebesar 29,3% serta mencatatkan laba bersih Rp1,79 triliun,&quot; ujar Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan media, di Bali, Jumat (17/3/2023).

Kemudian, lanjut dia dengan adanya kepemilikan aset menara terbesar di Asia Tenggara.

&quot;Kami optimistis dapat terus menjaga pertumbuhan kinerja yang kuat di tengah tantangan perekonomian global yang dinamis,&quot; tuturnya.

Teddy menambahkan, Mitratel juga memiliki eksposur utang yang rendah, terlihat dari rasio debt to equity yang hanya 0,45 kali.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Temas (TMAS) Cetak Laba Rp1,36 Triliun, Naik 96% di 2022

&quot;Hal ini membuat perseroan terhindari dari beban bunga dan risiko pinjaman yang tinggi di tengah kondisi perekonomian yang sedang mengalami tren kenaikan suku bunga rupiah dan dolar AS,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wOC80LzE2MjI4NC81L3g4ajZna3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Apalagi, lanjut Teddy, seluruh utang pada tahun buku 2022 merupakan pinjaman bersih tanpa agunan, dengan rata-rata maturitas (jatuh tempo) 5,5 tahun.



Teddy memaparkan, dampak dari aksi akuisisi, telah berhasil menambah penguasaan aset menara Mitratel menjadi 35.418 unit, yang mana hal ini juga berdampak terhadap peningkatan porsi dari penyewaan menara (tower leasing) dari 79% atau Rp 5,4 triliun menjadi 82% atau setara Rp 6,37 triliun dengan EBITDA margin 85%.</content:encoded></item></channel></rss>
