<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyaluran Kredit Baru Naik 66,7% pada Februari 2023</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit baru oleh perbankan pada Februari 2023 terindikasi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/17/320/2782782/penyaluran-kredit-baru-naik-66-7-pada-februari-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/17/320/2782782/penyaluran-kredit-baru-naik-66-7-pada-februari-2023"/><item><title>Penyaluran Kredit Baru Naik 66,7% pada Februari 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/17/320/2782782/penyaluran-kredit-baru-naik-66-7-pada-februari-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/17/320/2782782/penyaluran-kredit-baru-naik-66-7-pada-februari-2023</guid><pubDate>Jum'at 17 Maret 2023 11:14 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/17/320/2782782/penyaluran-kredit-baru-naik-66-7-pada-februari-2023-LdURRkj7Zd.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia. (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/17/320/2782782/penyaluran-kredit-baru-naik-66-7-pada-februari-2023-LdURRkj7Zd.JPG</image><title>Bank Indonesia. (Foto: BI)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit baru oleh perbankan pada Februari 2023 terindikasi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
Hal ini tecermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru pada Februari 2023 yang tercatat positif sebesar 66,7%, berbalik dari SBT pada bulan sebelumnya yang tercatat negatif sebesar -7,2%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Dukung Penerbitan Kode Etik Pasar Keuangan

&quot;Faktor utama yang memengaruhi penyaluran kredit baru tersebut antara lain permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain,&quot; ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono di Jakarta, Jumat (17/3/2023).
Berdasarkan jenis penggunaan, penyaluran kredit baru terindikasi meningkat pada seluruh jenis kredit.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Diproyeksi Tahan Suku Bunga hingga Akhir 2023

Sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit baru oleh perbankan, permintaan pembiayaan korporasi pada Februari 2023 juga terindikasi tumbuh positif dengan SBT sebesar 9,4%.
&quot;Mayoritas pembiayaan terutama bersumber dari dana sendiri, diikuti oleh pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik dan pinjaman/utang dari perusahaan induk,&quot; ucap Erwin.


Selain itu, kebutuhan pembiayaan korporasi terhadap kredit baru dari perbankan dalam negeri juga terindikasi meningkat dibanding bulan sebelumnya.
Di sisi rumah tangga, permintaan pembiayaan baru terindikasi relatif stabil pada Februari 2023. Mayoritas rumah tangga mengajukan jenis pembiayaan berupa Kredit Multi Guna dan memilih bank umum sebagai sumber utama penambahan pembiayaan.
&quot;Adapun sumber pembiayaan lainnya yang menjadi preferensi rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan antara lain koperasi dan leasing,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit baru oleh perbankan pada Februari 2023 terindikasi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
Hal ini tecermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru pada Februari 2023 yang tercatat positif sebesar 66,7%, berbalik dari SBT pada bulan sebelumnya yang tercatat negatif sebesar -7,2%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Dukung Penerbitan Kode Etik Pasar Keuangan

&quot;Faktor utama yang memengaruhi penyaluran kredit baru tersebut antara lain permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain,&quot; ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono di Jakarta, Jumat (17/3/2023).
Berdasarkan jenis penggunaan, penyaluran kredit baru terindikasi meningkat pada seluruh jenis kredit.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Diproyeksi Tahan Suku Bunga hingga Akhir 2023

Sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit baru oleh perbankan, permintaan pembiayaan korporasi pada Februari 2023 juga terindikasi tumbuh positif dengan SBT sebesar 9,4%.
&quot;Mayoritas pembiayaan terutama bersumber dari dana sendiri, diikuti oleh pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik dan pinjaman/utang dari perusahaan induk,&quot; ucap Erwin.


Selain itu, kebutuhan pembiayaan korporasi terhadap kredit baru dari perbankan dalam negeri juga terindikasi meningkat dibanding bulan sebelumnya.
Di sisi rumah tangga, permintaan pembiayaan baru terindikasi relatif stabil pada Februari 2023. Mayoritas rumah tangga mengajukan jenis pembiayaan berupa Kredit Multi Guna dan memilih bank umum sebagai sumber utama penambahan pembiayaan.
&quot;Adapun sumber pembiayaan lainnya yang menjadi preferensi rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan antara lain koperasi dan leasing,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
