<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sepatu Bekas Donasi Singapura Dijual ke Indonesia, Menperin: Ini Ilegal yang Dilakukan Teroganisir</title><description>Pemeriksaan bea cukai di pelabuhan diperketat menindaklanjuti impor ilegal sepatu bekas</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/17/320/2783179/sepatu-bekas-donasi-singapura-dijual-ke-indonesia-menperin-ini-ilegal-yang-dilakukan-teroganisir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/17/320/2783179/sepatu-bekas-donasi-singapura-dijual-ke-indonesia-menperin-ini-ilegal-yang-dilakukan-teroganisir"/><item><title>Sepatu Bekas Donasi Singapura Dijual ke Indonesia, Menperin: Ini Ilegal yang Dilakukan Teroganisir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/17/320/2783179/sepatu-bekas-donasi-singapura-dijual-ke-indonesia-menperin-ini-ilegal-yang-dilakukan-teroganisir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/17/320/2783179/sepatu-bekas-donasi-singapura-dijual-ke-indonesia-menperin-ini-ilegal-yang-dilakukan-teroganisir</guid><pubDate>Jum'at 17 Maret 2023 20:04 WIB</pubDate><dc:creator>Dovana Hasiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/17/320/2783179/sepatu-bekas-donasi-singapura-dijual-ke-indonesia-menperin-ini-ilegal-yang-dilakukan-teroganisir-p19UxDKo92.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sepatu Bekas Donasi Singapura Masuk Indonesia. (Foto: Okezone.com/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/17/320/2783179/sepatu-bekas-donasi-singapura-dijual-ke-indonesia-menperin-ini-ilegal-yang-dilakukan-teroganisir-p19UxDKo92.jpg</image><title>Sepatu Bekas Donasi Singapura Masuk Indonesia. (Foto: Okezone.com/Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Kementerian Perindustrian segera memperketat pemeriksaan bea cukai di pelabuhan untuk menindaklanjuti impor ilegal sepatu bekas. Sebelumnya didapati sepatu asal Singapura yang disumbangkan untuk daur ulang dalam rangka membangun jalur jogging dan taman bermain baru, malah dijual ke Indonesia.
Dalam investigasinya, ada sebelas pasang sepatu yang disumbangkannya melalui program tersebut dan menemukan sepuluh diantaranya berada di pasar Batam dan Jakarta, Indonesia.

BACA JUGA:
Heboh Baju dan Sepatu Bekas Impor, Bea Cukai: Barang yang Masuk RI Harus Baru&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Kejadian ini menunjukkan bahwa impor ilegal sepatu bekas dilakukan secara terorganisir dan menyalahgunakan proyek-proyek sosial. Praktik impor sepatu bekas secara ilegal harus dihentikan karena berdampak buruk bagi industri alas kaki dalam negeri&amp;rdquo; ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dilansir Reuters, Rabu (15/3/2023).

BACA JUGA:
730 Bal Pakaian, Sepatu dan Tas Bekas Impor Dimusnahkan Senilai Rp10 Miliar

Kemenperin melakukan koordinasi lebih lanjut dengan berbagai pihak, seperti dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, dan Bea Cukai untuk meningkatkan pengawasan dan penyusunan persyaratan baru terkait impor industri tekstil dan produk tekstil (TPT).
Selain itu, mitra skema daur ulang Singapura mengeluarkan pernyataan bersama untuk meminta maaf atas kegagalan dalam menangani barang - barang yang disumbangkan.Koresponden Reuters Joe Brock mengatakan, publik dibuat geram dengan adanya kejadian ini. Mereka menuntut program - program inisiatif lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan menjadi lebih transparan dan akuntabel.
&amp;ldquo;Tanggapan publik sangat besar terhadap cerita tersebut, dan itu mengakibatkan perubahan kebijakan di Indonesia. Warga Singapura telah melampiaskan rasa frustasi mereka tentang 'greenwashing', dan perusahaan yang terlibat dalam proyek tersebut kini telah meminta maaf kepada publik&amp;rdquo; pungkas Joe Brock.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Kementerian Perindustrian segera memperketat pemeriksaan bea cukai di pelabuhan untuk menindaklanjuti impor ilegal sepatu bekas. Sebelumnya didapati sepatu asal Singapura yang disumbangkan untuk daur ulang dalam rangka membangun jalur jogging dan taman bermain baru, malah dijual ke Indonesia.
Dalam investigasinya, ada sebelas pasang sepatu yang disumbangkannya melalui program tersebut dan menemukan sepuluh diantaranya berada di pasar Batam dan Jakarta, Indonesia.

BACA JUGA:
Heboh Baju dan Sepatu Bekas Impor, Bea Cukai: Barang yang Masuk RI Harus Baru&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Kejadian ini menunjukkan bahwa impor ilegal sepatu bekas dilakukan secara terorganisir dan menyalahgunakan proyek-proyek sosial. Praktik impor sepatu bekas secara ilegal harus dihentikan karena berdampak buruk bagi industri alas kaki dalam negeri&amp;rdquo; ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dilansir Reuters, Rabu (15/3/2023).

BACA JUGA:
730 Bal Pakaian, Sepatu dan Tas Bekas Impor Dimusnahkan Senilai Rp10 Miliar

Kemenperin melakukan koordinasi lebih lanjut dengan berbagai pihak, seperti dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, dan Bea Cukai untuk meningkatkan pengawasan dan penyusunan persyaratan baru terkait impor industri tekstil dan produk tekstil (TPT).
Selain itu, mitra skema daur ulang Singapura mengeluarkan pernyataan bersama untuk meminta maaf atas kegagalan dalam menangani barang - barang yang disumbangkan.Koresponden Reuters Joe Brock mengatakan, publik dibuat geram dengan adanya kejadian ini. Mereka menuntut program - program inisiatif lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan menjadi lebih transparan dan akuntabel.
&amp;ldquo;Tanggapan publik sangat besar terhadap cerita tersebut, dan itu mengakibatkan perubahan kebijakan di Indonesia. Warga Singapura telah melampiaskan rasa frustasi mereka tentang 'greenwashing', dan perusahaan yang terlibat dalam proyek tersebut kini telah meminta maaf kepada publik&amp;rdquo; pungkas Joe Brock.</content:encoded></item></channel></rss>
