<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Silicon Valley Bank Bangkrut, Ternyata Gegara Ini</title><description>Silicon Valley Bank (SVB) pada pekan lalu dinyatakan bangkrut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/18/320/2783393/silicon-valley-bank-bangkrut-ternyata-gegara-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/18/320/2783393/silicon-valley-bank-bangkrut-ternyata-gegara-ini"/><item><title>Silicon Valley Bank Bangkrut, Ternyata Gegara Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/18/320/2783393/silicon-valley-bank-bangkrut-ternyata-gegara-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/18/320/2783393/silicon-valley-bank-bangkrut-ternyata-gegara-ini</guid><pubDate>Sabtu 18 Maret 2023 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dovana Hasiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/18/320/2783393/silicon-valley-bank-bangkrut-ternyata-gegara-ini-O8O6PBWVvL.png" expression="full" type="image/jpeg">Silicon Valley Bank. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/18/320/2783393/silicon-valley-bank-bangkrut-ternyata-gegara-ini-O8O6PBWVvL.png</image><title>Silicon Valley Bank. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Silicon Valley Bank (SVB) pada pekan lalu dinyatakan bangkrut.
Kenaikan suku bunga yang tinggi disinyalir menjadi penyebab ambruknya bank andalan startup di dunia tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Buntut Silicon Valley Bank Bangkrut, Goldman Sachs Bakal Diselidiki

Permasalahan ini bermula ketika Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserves (The Fed) secara agresif meningkatkan suku bunga dari rentang 0.25%-0.5% menjadi 4.5% - 4.75% sepanjang 1 tahun terakhir. Bahkan pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell di hadapan Komite Perbankan Senat mengindikasikan adanya kenaikan suku bunga di masa mendatang sampai laju inflasi terkendali.
Kenaikan suku bunga tersebut menyebabkan SVB tidak mampu membiayai operasionalnya sendiri lantaran pinjaman yang semakin ketat.
Serta melemahnya saham teknologi yang selama ini menjadi andalan SVB.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ternyata Ini Dampak dari Bangkrutnya Silicon Valley Bank

SVB pun terpaksa menginvestasikan obligasi jangka panjang untuk mendapatkan dana karena sedikitnya permintaan pinjaman dari sektor tersebut.
Namun, tingginya suku bunga menyebabkan jatuhnya harga obligasi. Portofolio obligasi SVB senilai USD21 miliar menghasilkan rata-rata 1,79%, dibandingkan dengan imbal hasil Treasury 10 tahun saat ini sekitar 3,9%.
Situasi ini semakin diperparah lantaran banyak nasabah SVB yang mayoritas adalah startup menarik dana dari untuk memenuhi likuiditas perusahaan.


SVB pun terpaksa menjual rugi obligasi lebih awal untuk mendanai simpanan yang ditarik oleh para nasabah. Pengumuman SVB yang menyatakan pihaknya ingin mengumpulkan USD 2,5 miliar untuk mendapatkan dana pada akhirnya memicu nasabah untuk menarik dana besar - besaran pada saat yang bersamaan (bank run).
Penarikan modal dari SVB menembus USD42 miliar atau Rp648,69 triliun.
Dengan demikian, SVB ditekan dari berbagai sisi, di mana perusahaan menghadapi kerugian dari obligasi dan pada saat bersamaan nasabah menarik dana secara besar-besaran.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Silicon Valley Bank (SVB) pada pekan lalu dinyatakan bangkrut.
Kenaikan suku bunga yang tinggi disinyalir menjadi penyebab ambruknya bank andalan startup di dunia tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Buntut Silicon Valley Bank Bangkrut, Goldman Sachs Bakal Diselidiki

Permasalahan ini bermula ketika Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserves (The Fed) secara agresif meningkatkan suku bunga dari rentang 0.25%-0.5% menjadi 4.5% - 4.75% sepanjang 1 tahun terakhir. Bahkan pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell di hadapan Komite Perbankan Senat mengindikasikan adanya kenaikan suku bunga di masa mendatang sampai laju inflasi terkendali.
Kenaikan suku bunga tersebut menyebabkan SVB tidak mampu membiayai operasionalnya sendiri lantaran pinjaman yang semakin ketat.
Serta melemahnya saham teknologi yang selama ini menjadi andalan SVB.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ternyata Ini Dampak dari Bangkrutnya Silicon Valley Bank

SVB pun terpaksa menginvestasikan obligasi jangka panjang untuk mendapatkan dana karena sedikitnya permintaan pinjaman dari sektor tersebut.
Namun, tingginya suku bunga menyebabkan jatuhnya harga obligasi. Portofolio obligasi SVB senilai USD21 miliar menghasilkan rata-rata 1,79%, dibandingkan dengan imbal hasil Treasury 10 tahun saat ini sekitar 3,9%.
Situasi ini semakin diperparah lantaran banyak nasabah SVB yang mayoritas adalah startup menarik dana dari untuk memenuhi likuiditas perusahaan.


SVB pun terpaksa menjual rugi obligasi lebih awal untuk mendanai simpanan yang ditarik oleh para nasabah. Pengumuman SVB yang menyatakan pihaknya ingin mengumpulkan USD 2,5 miliar untuk mendapatkan dana pada akhirnya memicu nasabah untuk menarik dana besar - besaran pada saat yang bersamaan (bank run).
Penarikan modal dari SVB menembus USD42 miliar atau Rp648,69 triliun.
Dengan demikian, SVB ditekan dari berbagai sisi, di mana perusahaan menghadapi kerugian dari obligasi dan pada saat bersamaan nasabah menarik dana secara besar-besaran.</content:encoded></item></channel></rss>
