<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI: Ekonomi Indonesia Melambat tapi Tidak Krisis</title><description>Bank Indonesia (BI) menegaskan ekonomi Indonesia tidak dalam kondisi krisis atau resesi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/18/320/2783498/bi-ekonomi-indonesia-melambat-tapi-tidak-krisis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/18/320/2783498/bi-ekonomi-indonesia-melambat-tapi-tidak-krisis"/><item><title>BI: Ekonomi Indonesia Melambat tapi Tidak Krisis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/18/320/2783498/bi-ekonomi-indonesia-melambat-tapi-tidak-krisis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/18/320/2783498/bi-ekonomi-indonesia-melambat-tapi-tidak-krisis</guid><pubDate>Sabtu 18 Maret 2023 17:23 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/18/320/2783498/bi-ekonomi-indonesia-melambat-tapi-tidak-krisis-fVl0lDdbjp.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia. (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/18/320/2783498/bi-ekonomi-indonesia-melambat-tapi-tidak-krisis-fVl0lDdbjp.JPG</image><title>Bank Indonesia. (Foto: BI)</title></images><description>YOGYAKARTA - Bank Indonesia (BI) menegaskan ekonomi Indonesia tidak dalam kondisi krisis atau resesi.

Sebab, ekonomi Indonesia tetap tumbuh meskipun pertumbuhannya melambat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Dukung Penerbitan Kode Etik Pasar Keuangan

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter BI Firman Mochtar menjelaskan, ekonomi suatu negara bisa dikatakan resesi ketika Produk Domestik Bruto (PDB) negatif secara berturut.

&quot;Resesi itu saat PDB itu lebih rendah, jadi di satu triwulan negara menghasilkan PDB sebesar 1.000 tau-tau triwulan II PDB-nya turun jadi 900 secara pertumbuhan negatif, lalu triwulan III PDB-nya turun lagi jadi 700 kalau ini terus berlangsung namanya resesi,&quot; kata dia, Sabtu (18/3/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Diproyeksi Tahan Suku Bunga hingga Akhir 2023

Namun yang terjadi di Indonesia, kata Firman, PDB-nya tidak negatif. Misalnya, PDB dari 1.000 naik menjadi 1.100 namun biasanya PDB naiknya bisa 1.200.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE1Mi81L3g4ajVldDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Jadi tetap tumbuh meskipun melambat nah gambaran ini menunjukkan meski ekonomi turun tapi kita enggak bisa dibilang krisis,&quot; imbuhnya.



Di sisi lain, dia memproyeksi ekonomi dunia semakin membaik. Terlebih setelah China membuka kembali perbatasan dan lockdown. Adapun BI memproyeksi pertumbuhan ekonomi global 2023 dapat mencapai 2,6%.



&quot;Jadi kemungkinan resesi negara maju makin turun jadi dampak ke ekonomi negara berkembang turun,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Bank Indonesia (BI) menegaskan ekonomi Indonesia tidak dalam kondisi krisis atau resesi.

Sebab, ekonomi Indonesia tetap tumbuh meskipun pertumbuhannya melambat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Dukung Penerbitan Kode Etik Pasar Keuangan

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter BI Firman Mochtar menjelaskan, ekonomi suatu negara bisa dikatakan resesi ketika Produk Domestik Bruto (PDB) negatif secara berturut.

&quot;Resesi itu saat PDB itu lebih rendah, jadi di satu triwulan negara menghasilkan PDB sebesar 1.000 tau-tau triwulan II PDB-nya turun jadi 900 secara pertumbuhan negatif, lalu triwulan III PDB-nya turun lagi jadi 700 kalau ini terus berlangsung namanya resesi,&quot; kata dia, Sabtu (18/3/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Diproyeksi Tahan Suku Bunga hingga Akhir 2023

Namun yang terjadi di Indonesia, kata Firman, PDB-nya tidak negatif. Misalnya, PDB dari 1.000 naik menjadi 1.100 namun biasanya PDB naiknya bisa 1.200.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE1Mi81L3g4ajVldDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Jadi tetap tumbuh meskipun melambat nah gambaran ini menunjukkan meski ekonomi turun tapi kita enggak bisa dibilang krisis,&quot; imbuhnya.



Di sisi lain, dia memproyeksi ekonomi dunia semakin membaik. Terlebih setelah China membuka kembali perbatasan dan lockdown. Adapun BI memproyeksi pertumbuhan ekonomi global 2023 dapat mencapai 2,6%.



&quot;Jadi kemungkinan resesi negara maju makin turun jadi dampak ke ekonomi negara berkembang turun,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
