<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Naik Ditopang Sentimen Bank UBS Sepakat Akuisisi Credit Suisse</title><description>Harga minyak dunia menguat pagi ini Senin (20/3/2023), setelah menderita tekanan mingguan cukup signifikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/20/320/2784086/harga-minyak-naik-ditopang-sentimen-bank-ubs-sepakat-akuisisi-credit-suisse</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/20/320/2784086/harga-minyak-naik-ditopang-sentimen-bank-ubs-sepakat-akuisisi-credit-suisse"/><item><title>Harga Minyak Naik Ditopang Sentimen Bank UBS Sepakat Akuisisi Credit Suisse</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/20/320/2784086/harga-minyak-naik-ditopang-sentimen-bank-ubs-sepakat-akuisisi-credit-suisse</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/20/320/2784086/harga-minyak-naik-ditopang-sentimen-bank-ubs-sepakat-akuisisi-credit-suisse</guid><pubDate>Senin 20 Maret 2023 09:36 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/20/320/2784086/harga-minyak-naik-ditopang-sentimen-bank-ubs-sepakat-akuisisi-credit-suisse-TA5ysj9yJq.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia hari ini. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/20/320/2784086/harga-minyak-naik-ditopang-sentimen-bank-ubs-sepakat-akuisisi-credit-suisse-TA5ysj9yJq.JPG</image><title>Harga minyak dunia hari ini. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia menguat pagi ini Senin (20/3/2023), setelah menderita tekanan mingguan cukup signifikan.

Kesepakatan UBS untuk mengakuisisi Credit Suisse membangkitkan optimisme pasar keuangan global.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Peringkat Kredit Arab Saudi Naik Usai Reformasi Sektor Non Minyak

Minyak mentah berjangka Brent naik 0,5%, menjadi USD73,32 per barel, setelah tertekan 12% minggu lalu, penurunan mingguan terbesar sejak Desember.

Minyak mentah West Texas Intermediate AS tumbuh 0,6%, setelah turun 13% minggu lalu, yang terbesar sejak April 2022.

Bank terbesar Swiss, UBS, mengumumkan rencana pembelian saham Credit Suisse, yang merupakan kesepakatan bersejarah mereka. Menyusul pengumuman tersebut, Federal Reserve AS, Bank Sentral Eropa, dan bank sentral utama lainnya menegaskan komitmen mereka untuk meningkatkan likuiditas pasar dan mendukung bank lain.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Stok MinyaKita Kosong Jelang Ramadhan, Pedagang: Padahal Peminatnya Banyak

Kesepakatan bank Swiss dan langkah-langkah bank sentral untuk menyuntikkan likuiditas ke pasar memulihkan kepercayaan pasar, yang membantu mendongkrak pasar komoditas, termasuk minyak mentah, kata analis CMC Markets Tina Teng.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xNy80LzE2NDM3Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Reli di pasar yang luas dapat berlanjut jika Fed melunakkan nada hawkishnya,&quot; tambahnya, dilansir Reuters.



Ekspektasi perlambagan tingkat suku bunga The Fed dipandang akan ikut menekan indeks dolar yang membuat komoditas bernilai dolar lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.



Di sisi lain, Goldman Sachs memangkas perkiraan harga minyak Brent, setelah sempat terbebani kekhawatiran atas krisis perbankan dan resesi.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia menguat pagi ini Senin (20/3/2023), setelah menderita tekanan mingguan cukup signifikan.

Kesepakatan UBS untuk mengakuisisi Credit Suisse membangkitkan optimisme pasar keuangan global.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Peringkat Kredit Arab Saudi Naik Usai Reformasi Sektor Non Minyak

Minyak mentah berjangka Brent naik 0,5%, menjadi USD73,32 per barel, setelah tertekan 12% minggu lalu, penurunan mingguan terbesar sejak Desember.

Minyak mentah West Texas Intermediate AS tumbuh 0,6%, setelah turun 13% minggu lalu, yang terbesar sejak April 2022.

Bank terbesar Swiss, UBS, mengumumkan rencana pembelian saham Credit Suisse, yang merupakan kesepakatan bersejarah mereka. Menyusul pengumuman tersebut, Federal Reserve AS, Bank Sentral Eropa, dan bank sentral utama lainnya menegaskan komitmen mereka untuk meningkatkan likuiditas pasar dan mendukung bank lain.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Stok MinyaKita Kosong Jelang Ramadhan, Pedagang: Padahal Peminatnya Banyak

Kesepakatan bank Swiss dan langkah-langkah bank sentral untuk menyuntikkan likuiditas ke pasar memulihkan kepercayaan pasar, yang membantu mendongkrak pasar komoditas, termasuk minyak mentah, kata analis CMC Markets Tina Teng.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xNy80LzE2NDM3Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Reli di pasar yang luas dapat berlanjut jika Fed melunakkan nada hawkishnya,&quot; tambahnya, dilansir Reuters.



Ekspektasi perlambagan tingkat suku bunga The Fed dipandang akan ikut menekan indeks dolar yang membuat komoditas bernilai dolar lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.



Di sisi lain, Goldman Sachs memangkas perkiraan harga minyak Brent, setelah sempat terbebani kekhawatiran atas krisis perbankan dan resesi.</content:encoded></item></channel></rss>
