<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siapa Sapardi Djoko Damono yang Jadi Google Doodle Hari Ini?</title><description>Siapa Sapardi Djoko Damono yang Jadi Google Doodle Hari Ini?</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/20/320/2784316/siapa-sapardi-djoko-damono-yang-jadi-google-doodle-hari-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/20/320/2784316/siapa-sapardi-djoko-damono-yang-jadi-google-doodle-hari-ini"/><item><title>Siapa Sapardi Djoko Damono yang Jadi Google Doodle Hari Ini?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/20/320/2784316/siapa-sapardi-djoko-damono-yang-jadi-google-doodle-hari-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/20/320/2784316/siapa-sapardi-djoko-damono-yang-jadi-google-doodle-hari-ini</guid><pubDate>Senin 20 Maret 2023 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/20/320/2784316/siapa-sapardi-djoko-damono-yang-jadi-google-doodle-hari-ini-97M6ZB2yQW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/20/320/2784316/siapa-sapardi-djoko-damono-yang-jadi-google-doodle-hari-ini-97M6ZB2yQW.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA- Siapa Sapardi Djoko Damono yang jadi Google Doodle hari ini menarik untuk dikulik. Dia adalah penyair kenamaan Tanah Air, Sapardi Djoko Damono yang telah meninggal dunia pada usia 80 tahun, Minggu (19/7/2020).

BACA JUGA:
Polemik Bisnis Thrifting, Wapres: Kalau Bisa Buat Sendiri Kenapa Harus Impor

Siapa Sapardi Djoko Damono yang jadi Google Doodle hari ini  terkenal melalui karya-karya puisinya. Beberapa kumpulan puisi yang populer diantaranya Hujan Bulan Juni, Pada Suatu Hari Nanti, dan Akulah si Telaga.
Karyanya juga populer dikalangan anak muda. Bahkan beberapa kata-katanya kerap dikutip anak muda, salah satunya &quot;Yang fana adalah waktu, kita abadi&quot;.

BACA JUGA:
5 Orang Terkaya Indonesia dari Bisnis Kelapa Sawit, Ada yang Punya Harta Rp115 Triliun

Ini merupakan kutipan dari novelnya berjudul Yang Fana Adalah Waktu yang dirilis pada 2018.
Meskipun sudah berusia senja, Sapardi masih aktif menulis dan mengisi acara. Pria kelahiran Surakarta, 20 Maret 1940 ini mulai menulis puisi sejak umur 13 tahun. Kala duduk di bangku sekolah ia kerap menulis sejumlah karya dan dikirim ke majalah-majalah.
Bakat menulisnya juga mengantarkannya untuk kuliah di bidang bahasa. Ia menempuh pendidikan bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sudah ada sekitar 27 buku fiksi yang ditulis oleh Sapardi, diantaranya Duka-Mu Abadi, Membunuh Orang Gila dan Namaku Sita.
Sapardi juga setidaknya menulis 8 buku nonfiksi yang semuanya menjadi rujukan penting di dunia kesusastraan Indonesia, seperti Sastra Lisan Indonesia dan Sosiologi Sastra.
Tidak hanya menulis karya sastra, Sapardi juga membagikan ilmunya dengan mengajar. Setelah setahun pindah ke Jakarta pada tahun 1974, Sapardi mulai mengajar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
Sapardi juga pernah menjabat sebagai dekan FIB UI periode 1995-1999 dan menjadi guru besar. Pada masa tersebut, ia juga menjadi redaktur majalah Horison, Basis, Kalam, Pembinaan Bahasa Indonesia, Majalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia, dan country editor majalah Tenggara di Kuala Lumpur.
Sudah banyak penghargaan yang diterima Sapardi diantaranya SEA Write Award dan penghargaan Achmad Bakrie.
(RIN)
&amp;nbsp;
</description><content:encoded>JAKARTA- Siapa Sapardi Djoko Damono yang jadi Google Doodle hari ini menarik untuk dikulik. Dia adalah penyair kenamaan Tanah Air, Sapardi Djoko Damono yang telah meninggal dunia pada usia 80 tahun, Minggu (19/7/2020).

BACA JUGA:
Polemik Bisnis Thrifting, Wapres: Kalau Bisa Buat Sendiri Kenapa Harus Impor

Siapa Sapardi Djoko Damono yang jadi Google Doodle hari ini  terkenal melalui karya-karya puisinya. Beberapa kumpulan puisi yang populer diantaranya Hujan Bulan Juni, Pada Suatu Hari Nanti, dan Akulah si Telaga.
Karyanya juga populer dikalangan anak muda. Bahkan beberapa kata-katanya kerap dikutip anak muda, salah satunya &quot;Yang fana adalah waktu, kita abadi&quot;.

BACA JUGA:
5 Orang Terkaya Indonesia dari Bisnis Kelapa Sawit, Ada yang Punya Harta Rp115 Triliun

Ini merupakan kutipan dari novelnya berjudul Yang Fana Adalah Waktu yang dirilis pada 2018.
Meskipun sudah berusia senja, Sapardi masih aktif menulis dan mengisi acara. Pria kelahiran Surakarta, 20 Maret 1940 ini mulai menulis puisi sejak umur 13 tahun. Kala duduk di bangku sekolah ia kerap menulis sejumlah karya dan dikirim ke majalah-majalah.
Bakat menulisnya juga mengantarkannya untuk kuliah di bidang bahasa. Ia menempuh pendidikan bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sudah ada sekitar 27 buku fiksi yang ditulis oleh Sapardi, diantaranya Duka-Mu Abadi, Membunuh Orang Gila dan Namaku Sita.
Sapardi juga setidaknya menulis 8 buku nonfiksi yang semuanya menjadi rujukan penting di dunia kesusastraan Indonesia, seperti Sastra Lisan Indonesia dan Sosiologi Sastra.
Tidak hanya menulis karya sastra, Sapardi juga membagikan ilmunya dengan mengajar. Setelah setahun pindah ke Jakarta pada tahun 1974, Sapardi mulai mengajar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
Sapardi juga pernah menjabat sebagai dekan FIB UI periode 1995-1999 dan menjadi guru besar. Pada masa tersebut, ia juga menjadi redaktur majalah Horison, Basis, Kalam, Pembinaan Bahasa Indonesia, Majalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia, dan country editor majalah Tenggara di Kuala Lumpur.
Sudah banyak penghargaan yang diterima Sapardi diantaranya SEA Write Award dan penghargaan Achmad Bakrie.
(RIN)
&amp;nbsp;
</content:encoded></item></channel></rss>
