<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Masalah, Prospek Industri Asuransi Masih Menjanjikan?</title><description>Kholilul Rohman menyatakan bahwa industri asuransi dalam negeri diproyeksi tetap bertumbuh tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/21/320/2785194/banyak-masalah-prospek-industri-asuransi-masih-menjanjikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/21/320/2785194/banyak-masalah-prospek-industri-asuransi-masih-menjanjikan"/><item><title>Banyak Masalah, Prospek Industri Asuransi Masih Menjanjikan?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/21/320/2785194/banyak-masalah-prospek-industri-asuransi-masih-menjanjikan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/21/320/2785194/banyak-masalah-prospek-industri-asuransi-masih-menjanjikan</guid><pubDate>Selasa 21 Maret 2023 17:29 WIB</pubDate><dc:creator>Viola Triamanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/21/320/2785194/banyak-masalah-prospek-industri-asuransi-masih-menjanjikan-nyefQPdYmr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Industri Asuransi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/21/320/2785194/banyak-masalah-prospek-industri-asuransi-masih-menjanjikan-nyefQPdYmr.jpg</image><title>Industri Asuransi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Senior Research Associate IFG Progress Ibrahim Kholilul Rohman menyatakan bahwa industri asuransi dalam negeri diproyeksi tetap bertumbuh tahun ini. Hal ini menyusul sejumlah peluang yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Peluang tersebut meliputi adanya perbaikan dari sisi regulasi dengan hadirnya Undang-Undang Cipta Kerja khususnya P2SK untuk sektor keuangan, pemanfaatan digitalisasi dalam melakukan pemasaran produk asuransi kepada masyarakat, kemudian juga bertumbuhnya ekonomi berbasis digital melalui hadirnya marketplace.

BACA JUGA:
Sosok SB dan DY Punya Transaksi Jumbo, Stafsus Sri Mulyani: Bukan PNS Kemenkeu

&quot;Selain itu pasar asuransi dari segmen UMKM juga masih terbuka lebar dan dapat dimanfaatkan dengan optimal,&quot; jelasnya saat media briefing, Selasa (21/3/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wNy80LzE2MzkyNC81L3g4ajU5bm4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun kata dia penetrasi sektor asuransi dinilai masih relatif kecil di Indonesia, dengan tingkat penetrasi yang tidak lebih dari 4% atau lebih tepatnya hanya mencapai 3,13% pada akhir tahun 2021.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Ungkap 2 Orang Miliki Transaksi Jumbo Triliunan Rupiah, SB dan DY!

&quot;Bayang-bayang resesi ekonomi pun tetap akan menjadi tantangan karena industri asuransi memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap stabilitas pertumbuhan ekonomi global dan nasional,&quot; tambahnya.Sementara itu, Sekretaris Perusahaan IFG, Oktarina Dwidya Sistha menjelaskan bahwa IFG masih mengupayakan berbagai transformasi IFG dalam membawa perubahan di industri asuransi yang lebih sehat dan berkelanjutan untuk terus meningkatkan kepercayaan masyarakat.
&amp;ldquo;Pemulihan industri asuransi terus berjalan dengan penanganan sejumlah kasus yang menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri, seperti dalam mengawasi dan mendukung proses restrukturisasi polis nasabah eks PT Asuransi Jiwasraya (Persero) ke IFG Life sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Senior Research Associate IFG Progress Ibrahim Kholilul Rohman menyatakan bahwa industri asuransi dalam negeri diproyeksi tetap bertumbuh tahun ini. Hal ini menyusul sejumlah peluang yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Peluang tersebut meliputi adanya perbaikan dari sisi regulasi dengan hadirnya Undang-Undang Cipta Kerja khususnya P2SK untuk sektor keuangan, pemanfaatan digitalisasi dalam melakukan pemasaran produk asuransi kepada masyarakat, kemudian juga bertumbuhnya ekonomi berbasis digital melalui hadirnya marketplace.

BACA JUGA:
Sosok SB dan DY Punya Transaksi Jumbo, Stafsus Sri Mulyani: Bukan PNS Kemenkeu

&quot;Selain itu pasar asuransi dari segmen UMKM juga masih terbuka lebar dan dapat dimanfaatkan dengan optimal,&quot; jelasnya saat media briefing, Selasa (21/3/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wNy80LzE2MzkyNC81L3g4ajU5bm4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun kata dia penetrasi sektor asuransi dinilai masih relatif kecil di Indonesia, dengan tingkat penetrasi yang tidak lebih dari 4% atau lebih tepatnya hanya mencapai 3,13% pada akhir tahun 2021.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Ungkap 2 Orang Miliki Transaksi Jumbo Triliunan Rupiah, SB dan DY!

&quot;Bayang-bayang resesi ekonomi pun tetap akan menjadi tantangan karena industri asuransi memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap stabilitas pertumbuhan ekonomi global dan nasional,&quot; tambahnya.Sementara itu, Sekretaris Perusahaan IFG, Oktarina Dwidya Sistha menjelaskan bahwa IFG masih mengupayakan berbagai transformasi IFG dalam membawa perubahan di industri asuransi yang lebih sehat dan berkelanjutan untuk terus meningkatkan kepercayaan masyarakat.
&amp;ldquo;Pemulihan industri asuransi terus berjalan dengan penanganan sejumlah kasus yang menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri, seperti dalam mengawasi dan mendukung proses restrukturisasi polis nasabah eks PT Asuransi Jiwasraya (Persero) ke IFG Life sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
