<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mantan Menteri EDSM Ingatkan soal Dampak Kerusakan Lingkungan</title><description>Mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan mengingatkan soal dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh bisnis perusahaan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/22/320/2785465/mantan-menteri-edsm-ingatkan-soal-dampak-kerusakan-lingkungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/22/320/2785465/mantan-menteri-edsm-ingatkan-soal-dampak-kerusakan-lingkungan"/><item><title>Mantan Menteri EDSM Ingatkan soal Dampak Kerusakan Lingkungan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/22/320/2785465/mantan-menteri-edsm-ingatkan-soal-dampak-kerusakan-lingkungan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/22/320/2785465/mantan-menteri-edsm-ingatkan-soal-dampak-kerusakan-lingkungan</guid><pubDate>Rabu 22 Maret 2023 08:04 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/22/320/2785465/mantan-menteri-edsm-ingatkan-soal-dampak-kerusakan-lingkungan-ncQNRMCC4Q.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi lingkungan. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/22/320/2785465/mantan-menteri-edsm-ingatkan-soal-dampak-kerusakan-lingkungan-ncQNRMCC4Q.JPG</image><title>Ilustrasi lingkungan. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengingatkan soal dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh bisnis perusahaan.
Menurutnya, ini menjadi salah satu tantangan pengembangan industri ekstraktif di Indonesia terkait kepatuhan terhadap standar lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental Social and Governance (ESG).

BACA JUGA:
Menteri ESDM Ungkap Perusahaan Raksasa Minat Investasi di Blok Masela, Siapa Itu?

&amp;ldquo;Kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh perusahaan akan mempengaruhi bisnis dan juga nilai saham perusahaan kalau terdaftar di Bursa Efek. ESG sangat penting untuk hilirisasi pada seluruh industri ekstraktif,&amp;rdquo; ungkap Jonan, Rabu  (22/3/2023).
Asosiasi akuntan global, kata Jonan, sedang mengubah standar pelaporan keuangan, yang di dalamnya akan menghitung dampak kerusakan lingkungan.
&amp;ldquo;Asosiasi akuntan seluruh dunia sedang mengubah standar pelaporan keuangan, menghitung kembali dampak kerusakan lingkungan. Lembaga keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, regulator, dan pelaku industri mesti duduk bersama untuk menentukan parameter karena akan berdampak pada industri ekstratif ini,&amp;rdquo; jelas Jonan.

BACA JUGA:
Turunkan Emisi, ESDM Terapkan Kebijakan Kinerja Energi Minimum&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Sementara itu, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Ediar Usman menjelaskan, tantangan lainnya dalam pengembangan hilirisasi yaitu soal pendanaan. Ada sejumlah proyek smelter yang macet pembangunannya lantaran kendala pembiayaan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNi80LzE1NzAzOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sejauh ini, pemerintah terus berupaya menawarkan proyek smelter kepada para investor di dalam negeri maupun di luar negeri untuk memperoleh dukungan pembiayaan.

&amp;ldquo;Banyak fasilitas pemurnian kita yang tidak tepat waktu. Masalah yang sering kita temui adalah pendanaan. Kita coba lakukan market sounding dengan lembaga di dalam negeri dan internasional untuk memecahkan kendala keuangan,&amp;rdquo; beber Ediar.</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengingatkan soal dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh bisnis perusahaan.
Menurutnya, ini menjadi salah satu tantangan pengembangan industri ekstraktif di Indonesia terkait kepatuhan terhadap standar lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental Social and Governance (ESG).

BACA JUGA:
Menteri ESDM Ungkap Perusahaan Raksasa Minat Investasi di Blok Masela, Siapa Itu?

&amp;ldquo;Kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh perusahaan akan mempengaruhi bisnis dan juga nilai saham perusahaan kalau terdaftar di Bursa Efek. ESG sangat penting untuk hilirisasi pada seluruh industri ekstraktif,&amp;rdquo; ungkap Jonan, Rabu  (22/3/2023).
Asosiasi akuntan global, kata Jonan, sedang mengubah standar pelaporan keuangan, yang di dalamnya akan menghitung dampak kerusakan lingkungan.
&amp;ldquo;Asosiasi akuntan seluruh dunia sedang mengubah standar pelaporan keuangan, menghitung kembali dampak kerusakan lingkungan. Lembaga keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, regulator, dan pelaku industri mesti duduk bersama untuk menentukan parameter karena akan berdampak pada industri ekstratif ini,&amp;rdquo; jelas Jonan.

BACA JUGA:
Turunkan Emisi, ESDM Terapkan Kebijakan Kinerja Energi Minimum&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Sementara itu, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Ediar Usman menjelaskan, tantangan lainnya dalam pengembangan hilirisasi yaitu soal pendanaan. Ada sejumlah proyek smelter yang macet pembangunannya lantaran kendala pembiayaan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNi80LzE1NzAzOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sejauh ini, pemerintah terus berupaya menawarkan proyek smelter kepada para investor di dalam negeri maupun di luar negeri untuk memperoleh dukungan pembiayaan.

&amp;ldquo;Banyak fasilitas pemurnian kita yang tidak tepat waktu. Masalah yang sering kita temui adalah pendanaan. Kita coba lakukan market sounding dengan lembaga di dalam negeri dan internasional untuk memecahkan kendala keuangan,&amp;rdquo; beber Ediar.</content:encoded></item></channel></rss>
