<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Rahasia Sukses Lo Kheng Hong Tetap Cuan meski Dihantam Banyak Krisis</title><description>Lo Kheng Hong mengungkapkan bahwa selama 34 tahun menjadi investor saham telah melewati berbagai macam krisis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/22/455/2785434/ini-rahasia-sukses-lo-kheng-hong-tetap-cuan-meski-dihantam-banyak-krisis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/22/455/2785434/ini-rahasia-sukses-lo-kheng-hong-tetap-cuan-meski-dihantam-banyak-krisis"/><item><title>Ini Rahasia Sukses Lo Kheng Hong Tetap Cuan meski Dihantam Banyak Krisis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/22/455/2785434/ini-rahasia-sukses-lo-kheng-hong-tetap-cuan-meski-dihantam-banyak-krisis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/22/455/2785434/ini-rahasia-sukses-lo-kheng-hong-tetap-cuan-meski-dihantam-banyak-krisis</guid><pubDate>Rabu 22 Maret 2023 06:37 WIB</pubDate><dc:creator>Viola Triamanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/22/455/2785434/ini-rahasia-sukses-lo-kheng-hong-tetap-cuan-meski-dihantam-banyak-krisis-vAirMpF1tR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lo Kheng Hong. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/22/455/2785434/ini-rahasia-sukses-lo-kheng-hong-tetap-cuan-meski-dihantam-banyak-krisis-vAirMpF1tR.jpg</image><title>Lo Kheng Hong. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Lo Kheng Hong mengungkapkan bahwa selama 34 tahun menjadi investor saham telah melewati berbagai macam krisis.

Salah satu krisis yang berhasil dilaluinya adalah saat ada kebijakan tight money policy di sekitar periode 1990-1992.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Beli Saham di Usia 30 Tahun, Lo Kheng Hong: Saya Termasuk Orang yang Terlambat

&quot;Sekitar tahun 90-92 itu ada tight money policy dari Pak JB Sumarlin yang menyebabkan uang ketat dan tentu saja saham-saham saya pada turun. Namun untung tight money itu pada akhirnya dibuka tahun 93 dan saya keluar sebagai pemenang,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara OCBC NISP Business Forum - Indonesia to The Next Level, Selasa, 21 Maret 2023.

Dia melanjutkan bahwa krisis selanjutnya pada 1998 dan 2008. Di mana tahun 1998, krisis ekonomi begitu hebat sehingga uangnya turut hilang 85%.

&quot;Tapi akhirnya saya bisa keluar lagi sebagai pemenang,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mau Kaya? Lo Kheng Hong: Bukan Nabung di Bank tapi Investasi Saham

Semantara itu, lanjutnya, pada 2008 ada krisis subprime mortgage serta IHSG juga menunjukkan tren turun. Meskipun demikian dirinya mengaku masih dapat bertahan.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNi80LzEyMzE0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Lalu krisis berikutnya yang berhasil dilalu adalah pandemi Covid-19. Pasalnya saat Covid-19 IHSG turun hingga di level 3.900.



&amp;ldquo;Meskipun demikian saya bisa keluar sebagai pemenang juga,&amp;rdquo; sambungnya.



Menurutnya, yang membuat dapat bertahan di kala krisis tersebut adalah karena tidak memiliki utang.



Sehingga saat terjadi krisis, saham-sahamnya tidak harus dijual.



&quot;Jadi ketika krisis saham saya turun, ya saya pegang saja agar nanti dia kembali bisa naik lebih tinggi,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Lo Kheng Hong mengungkapkan bahwa selama 34 tahun menjadi investor saham telah melewati berbagai macam krisis.

Salah satu krisis yang berhasil dilaluinya adalah saat ada kebijakan tight money policy di sekitar periode 1990-1992.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Beli Saham di Usia 30 Tahun, Lo Kheng Hong: Saya Termasuk Orang yang Terlambat

&quot;Sekitar tahun 90-92 itu ada tight money policy dari Pak JB Sumarlin yang menyebabkan uang ketat dan tentu saja saham-saham saya pada turun. Namun untung tight money itu pada akhirnya dibuka tahun 93 dan saya keluar sebagai pemenang,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara OCBC NISP Business Forum - Indonesia to The Next Level, Selasa, 21 Maret 2023.

Dia melanjutkan bahwa krisis selanjutnya pada 1998 dan 2008. Di mana tahun 1998, krisis ekonomi begitu hebat sehingga uangnya turut hilang 85%.

&quot;Tapi akhirnya saya bisa keluar lagi sebagai pemenang,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mau Kaya? Lo Kheng Hong: Bukan Nabung di Bank tapi Investasi Saham

Semantara itu, lanjutnya, pada 2008 ada krisis subprime mortgage serta IHSG juga menunjukkan tren turun. Meskipun demikian dirinya mengaku masih dapat bertahan.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNi80LzEyMzE0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Lalu krisis berikutnya yang berhasil dilalu adalah pandemi Covid-19. Pasalnya saat Covid-19 IHSG turun hingga di level 3.900.



&amp;ldquo;Meskipun demikian saya bisa keluar sebagai pemenang juga,&amp;rdquo; sambungnya.



Menurutnya, yang membuat dapat bertahan di kala krisis tersebut adalah karena tidak memiliki utang.



Sehingga saat terjadi krisis, saham-sahamnya tidak harus dijual.



&quot;Jadi ketika krisis saham saya turun, ya saya pegang saja agar nanti dia kembali bisa naik lebih tinggi,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
