<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI: 20 Emiten Bakal Rights Issue, 53% dari Sektor Keuangan</title><description>Sebanyak 20 perusahaan tercatat masuk dalam pipeline penambahan modal dengan rights issue.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/23/278/2786205/bei-20-emiten-bakal-rights-issue-53-dari-sektor-keuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/23/278/2786205/bei-20-emiten-bakal-rights-issue-53-dari-sektor-keuangan"/><item><title>BEI: 20 Emiten Bakal Rights Issue, 53% dari Sektor Keuangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/23/278/2786205/bei-20-emiten-bakal-rights-issue-53-dari-sektor-keuangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/23/278/2786205/bei-20-emiten-bakal-rights-issue-53-dari-sektor-keuangan</guid><pubDate>Kamis 23 Maret 2023 18:06 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/23/278/2786205/bei-20-emiten-bakal-rights-issue-53-dari-sektor-keuangan-JVeKzagg3l.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/23/278/2786205/bei-20-emiten-bakal-rights-issue-53-dari-sektor-keuangan-JVeKzagg3l.JPG</image><title>Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Sebanyak 20 perusahaan tercatat masuk dalam pipeline penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat dari jumlah tersebut, 8 emiten berasal dari sektor keuangan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bergerak Tak Wajar, Saham BOGA dan NATO Disoroti BEI&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Sekitar 53,33% dari sektor keuangan,&quot; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan pasar modal belum lama ini.

Urutan terbanyak kedua berasal dari sektor Consumer Cyclicals sebanyak 4 perusahaan, sedangkan Non-Cyclicals mencapai 3 emiten.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sejumlah 2 perusahaan datang dari sektor energi. Sedangkan 1 perusahaan masing-masing berasal dari sektor bahan baku, teknologi, dan transportasi-logistik.



Beberapa sektor yang nihil penerbitan right issue adalahh kesehatan, industri, infrastruktur, dan properti-real estate.



Sementara itu, hingga Jumat lalu, sebanyak 14 perusahaan telah menerbitkan right issue sepanjang tahun 2023. Adapun total dana yang dihimpung mencapai Rp13,4 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Sebanyak 20 perusahaan tercatat masuk dalam pipeline penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat dari jumlah tersebut, 8 emiten berasal dari sektor keuangan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bergerak Tak Wajar, Saham BOGA dan NATO Disoroti BEI&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Sekitar 53,33% dari sektor keuangan,&quot; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan pasar modal belum lama ini.

Urutan terbanyak kedua berasal dari sektor Consumer Cyclicals sebanyak 4 perusahaan, sedangkan Non-Cyclicals mencapai 3 emiten.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sejumlah 2 perusahaan datang dari sektor energi. Sedangkan 1 perusahaan masing-masing berasal dari sektor bahan baku, teknologi, dan transportasi-logistik.



Beberapa sektor yang nihil penerbitan right issue adalahh kesehatan, industri, infrastruktur, dan properti-real estate.



Sementara itu, hingga Jumat lalu, sebanyak 14 perusahaan telah menerbitkan right issue sepanjang tahun 2023. Adapun total dana yang dihimpung mencapai Rp13,4 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
