<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antisipasi Dampak Perubahan Iklim, Menteri Basuki Optimalkan 230 Bendungan Eksisting</title><description>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengantisipasi bencana air akibat perubahan iklim di Indonesia dengan optimalisasi bendungan.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/23/470/2785964/antisipasi-dampak-perubahan-iklim-menteri-basuki-optimalkan-230-bendungan-eksisting</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/23/470/2785964/antisipasi-dampak-perubahan-iklim-menteri-basuki-optimalkan-230-bendungan-eksisting"/><item><title>Antisipasi Dampak Perubahan Iklim, Menteri Basuki Optimalkan 230 Bendungan Eksisting</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/23/470/2785964/antisipasi-dampak-perubahan-iklim-menteri-basuki-optimalkan-230-bendungan-eksisting</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/23/470/2785964/antisipasi-dampak-perubahan-iklim-menteri-basuki-optimalkan-230-bendungan-eksisting</guid><pubDate>Kamis 23 Maret 2023 10:36 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/23/470/2785964/antisipasi-dampak-perubahan-iklim-menteri-basuki-optimalkan-230-bendungan-eksisting-qerr3SXYsA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Basuki optimalisasi bendungan (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/23/470/2785964/antisipasi-dampak-perubahan-iklim-menteri-basuki-optimalkan-230-bendungan-eksisting-qerr3SXYsA.jpg</image><title>Basuki optimalisasi bendungan (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono mengantisipasi bencana air akibat perubahan iklim di Indonesia dengan optimalisasi bendungan. Pihaknya terus mengoptimalkan operasi 230 bendungan eksisting dengan menerapkan teknologi prediksi curah hujan dan ketinggian air untuk dapat menentukan waktu pelepasan air bendungan secara akurat.
Dia mengatakan berdasarkan data hidrologi yang tercatat di Indonesia, perubahan iklim dan tata guna lahan telah menyebabkan peningkatan intensitas curah hujan harian dan debit sungai secara signifikan. Hal tersebut memicu bencana terkait air di banyak wilayah di Indonesia.

BACA JUGA:
Progres Bendungan Sepaku Semoi 86,56%, Siap Diisi Air pada Juni 2023

Padahal menurutnya secara geografis, Indonesia bukan merupakan salah satu wilayah yang dilalui oleh lintasan siklon tropis. Namun saat ini banyak siklon tropis yang terjadi di Indonesia dan secara tidak langsung berdampak pada kondisi cuaca.
&quot;Kemudian, berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir dan tanah longsor di Indonesia juga mengalami peningkatan yang signifikan sepanjang 2018-2021,&amp;rdquo; ujar Menteri Basuki dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (23/3/2023).

BACA JUGA:
Bendungan Sepaku Semoi di IKN Nusantara Bakal Jadi Objek Wisata

Antisipasi juga dilakukan dengan mengamankan lebih banyak kapasitas bendungan untuk menyimpan curah hujan yang berlebihan dan menyerap debit aliran keluar puncak. Sehingga jumlah air yang ada di hilir bisa lebih mudah di kontrol.
Menteri Basuki menerangkan, dalam optimalisasi bendungan tersebut, Kementerian PUPR juga masih menghadapi beberapa tantangan. Berdasarkan data, sebagian besar dari 230 bendungan di Indonesia memiliki kapasitas penyimpanan kurang dari 50% dari aliran masuk tahunannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMS8xLzE2MzA5Ni81L3g4ajVleHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Bendungan kami bisa dengan mudah terisi air di awal musim hujan, sehingga tidak menyisakan ruang untuk resapan puncak pembuangan. Kondisi menjadi lebih menantang karena hanya beberapa bendungan yang dilengkapi dengan pintu di spillway atau intake untuk melepaskan air lebih awal dan menyediakan ruang bagi curah hujan yang lebih tinggi,&amp;rdquo; terang Menteri Basuki.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, saat ini Kementerian PUPR berupaya memodifikasi bendungan dengan mengoptimalkan kapasitas intake dan menambah pintu air.
&amp;ldquo;Hal ini perlu dilakukan untuk memungkinkan pelepasan air dapat terjadi lebih awal di tampungan bendungan, sehingga terdapat ruang penyimpanan bagi debit puncak selanjutnya. Implementasi strategi ini telah diterapkan pada 62 bendungan yang baru dibangun dan sedang dibangun,&amp;rdquo; pungkas Menteri Basuki.

</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono mengantisipasi bencana air akibat perubahan iklim di Indonesia dengan optimalisasi bendungan. Pihaknya terus mengoptimalkan operasi 230 bendungan eksisting dengan menerapkan teknologi prediksi curah hujan dan ketinggian air untuk dapat menentukan waktu pelepasan air bendungan secara akurat.
Dia mengatakan berdasarkan data hidrologi yang tercatat di Indonesia, perubahan iklim dan tata guna lahan telah menyebabkan peningkatan intensitas curah hujan harian dan debit sungai secara signifikan. Hal tersebut memicu bencana terkait air di banyak wilayah di Indonesia.

BACA JUGA:
Progres Bendungan Sepaku Semoi 86,56%, Siap Diisi Air pada Juni 2023

Padahal menurutnya secara geografis, Indonesia bukan merupakan salah satu wilayah yang dilalui oleh lintasan siklon tropis. Namun saat ini banyak siklon tropis yang terjadi di Indonesia dan secara tidak langsung berdampak pada kondisi cuaca.
&quot;Kemudian, berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir dan tanah longsor di Indonesia juga mengalami peningkatan yang signifikan sepanjang 2018-2021,&amp;rdquo; ujar Menteri Basuki dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (23/3/2023).

BACA JUGA:
Bendungan Sepaku Semoi di IKN Nusantara Bakal Jadi Objek Wisata

Antisipasi juga dilakukan dengan mengamankan lebih banyak kapasitas bendungan untuk menyimpan curah hujan yang berlebihan dan menyerap debit aliran keluar puncak. Sehingga jumlah air yang ada di hilir bisa lebih mudah di kontrol.
Menteri Basuki menerangkan, dalam optimalisasi bendungan tersebut, Kementerian PUPR juga masih menghadapi beberapa tantangan. Berdasarkan data, sebagian besar dari 230 bendungan di Indonesia memiliki kapasitas penyimpanan kurang dari 50% dari aliran masuk tahunannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMS8xLzE2MzA5Ni81L3g4ajVleHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Bendungan kami bisa dengan mudah terisi air di awal musim hujan, sehingga tidak menyisakan ruang untuk resapan puncak pembuangan. Kondisi menjadi lebih menantang karena hanya beberapa bendungan yang dilengkapi dengan pintu di spillway atau intake untuk melepaskan air lebih awal dan menyediakan ruang bagi curah hujan yang lebih tinggi,&amp;rdquo; terang Menteri Basuki.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, saat ini Kementerian PUPR berupaya memodifikasi bendungan dengan mengoptimalkan kapasitas intake dan menambah pintu air.
&amp;ldquo;Hal ini perlu dilakukan untuk memungkinkan pelepasan air dapat terjadi lebih awal di tampungan bendungan, sehingga terdapat ruang penyimpanan bagi debit puncak selanjutnya. Implementasi strategi ini telah diterapkan pada 62 bendungan yang baru dibangun dan sedang dibangun,&amp;rdquo; pungkas Menteri Basuki.

</content:encoded></item></channel></rss>
