<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Bank Oke (DNAR) Menyusut 24,3% Jadi Rp13,21 Miliar</title><description>Laba PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) menyusut 24,3% menjadi Rp13,21 miliar pada tahun 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/24/278/2786673/laba-bank-oke-dnar-menyusut-24-3-jadi-rp13-21-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/24/278/2786673/laba-bank-oke-dnar-menyusut-24-3-jadi-rp13-21-miliar"/><item><title>Laba Bank Oke (DNAR) Menyusut 24,3% Jadi Rp13,21 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/24/278/2786673/laba-bank-oke-dnar-menyusut-24-3-jadi-rp13-21-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/24/278/2786673/laba-bank-oke-dnar-menyusut-24-3-jadi-rp13-21-miliar</guid><pubDate>Jum'at 24 Maret 2023 14:43 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/24/278/2786673/laba-bank-oke-dnar-menyusut-24-3-jadi-rp13-21-miliar-WaSqLSma2z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba DNAR alami penurunan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/24/278/2786673/laba-bank-oke-dnar-menyusut-24-3-jadi-rp13-21-miliar-WaSqLSma2z.jpg</image><title>Laba DNAR alami penurunan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Laba PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) menyusut 24,3% menjadi Rp13,21 miliar pada tahun 2022. Laba DNAR pada 2021 tercatat sebesar Rp17,46 miliar.
Dilansir dari Harian Neraca, Jumat (24/3/2023), laba bersih per saham turun ke level Rp0,93 per lembar saham, sedangkan di akhir tahun 2021 berada di level Rp1,45.

BACA JUGA:
IHSG Menguat 1,03% ke Level 6.760 di Jeda Sesi I


Perseroan sebaliknya membukukan pendapatan bunga bersih tumbuh 44,6% menjadi Rp476,06 miliar. Sayangnya, beban operasional lainnya membengkak 50,4% menjadi Rp456,6 miliar. Hal ini disebabkan kerugian penurunan nilai aset keuangan yang melonjak 141,6% menjadi Rp145,35 miliar.
Ditambah beban lainnya yang membengkak 37,5% menjadi Rp198,61 miliar. Akibatnya, laba operasional amblas 23,09% yang tersisa Rp19,458 miliar. Sementara itu, kredit yang diberikan bertambah 46,11% secara tahunan menjadi Rp8,064 triliun.

BACA JUGA:
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat ke 6.711 Jelang Akhir Pekan


Pada sisi lain, Dana Pihak Ketiga naik 34,5% menjadi Rp5,264 triliun. Sehingga aset tumbuh 31,1% menjadi Rp10,183 triliun. Lalu rasio kewajiban penyediaan modal minimum turun menjadi 47,67% dari 50,88% pada tahun 2021. Namun, rasio kredit bermasalah atau NPL gross membaik menjadi 2,75% dari 3,58%. NPL Nett menjadi 2,06% dari 2,62%. ROA 0,22%, ROE 0,41%, NIM 5,68%, BOPO 97,28% dan LDR 146,06%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Tahun ini, perseroan menargetkan lending tumbuh 15,9% dengan target  pertumbuhan funding 17%. Wakil Direktur Utama Bank Oke, Hendra Lie  seperti dikutip Kontan pernah bilang, saat ini yang menjadi target pasar  pengumpulan kredit Bank Oke terfokus pada kredit individu dan juga  korporasi. &amp;ldquo;Market funding kita fokus ke individu dan corporate, karena  porsi ini paling besar di market,&amp;rdquo; ungkapnya.
Selain itu Hendra bilang bahwa perseroan juga menargetkan tingkat  kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 44,42% di  tahun 2023 ini. Sementara CAR Bank Oke, lanjut Hendra, di tahun 2022  sebesar 47,5%. Artinya di tahun ini perseroan tampak lebih ekspansif  dalam menyalurkan kredit.
Perseroan sendiri menegaskan bahwa likuiditas saat ini sangat kuat.  Ini ditambah dengan aksi rights issue yang dilakukan bank pada akhir  tahun lalu. &amp;ldquo;Saat ini tingkat likuiditas Oke Bank sangat kuat. Tahun  lalu kita juga ada rights issue,&amp;rdquo; kata Hendra Lie.
Tahun lalu, perseroan melakukan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan  Efek Terlebih Dahulu(PMHMETD) atau right issue menerbitkan 2.937.807.163  lembar dengan harga pelaksanaan Rp170 per saham. Dari aksi korporasi  ini, perseroan meraup dana sebesar Rp499,42 miliar. Sementara APRO  Financial Co. Ltd.
Selaku pemegang 90,47% saham DNAR menjadi pembeli siaga yang membeli  seluruh sisa saham  ditawarkan dan tidak diambil bagian oleh Pemegang  HMETD dalam PUT IV atau sebanyak 252.420.341 saham. Sehingga porsi  kepemilikan APRO Financial pada DNAR meningkat menjadi 92,11%.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Laba PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) menyusut 24,3% menjadi Rp13,21 miliar pada tahun 2022. Laba DNAR pada 2021 tercatat sebesar Rp17,46 miliar.
Dilansir dari Harian Neraca, Jumat (24/3/2023), laba bersih per saham turun ke level Rp0,93 per lembar saham, sedangkan di akhir tahun 2021 berada di level Rp1,45.

BACA JUGA:
IHSG Menguat 1,03% ke Level 6.760 di Jeda Sesi I


Perseroan sebaliknya membukukan pendapatan bunga bersih tumbuh 44,6% menjadi Rp476,06 miliar. Sayangnya, beban operasional lainnya membengkak 50,4% menjadi Rp456,6 miliar. Hal ini disebabkan kerugian penurunan nilai aset keuangan yang melonjak 141,6% menjadi Rp145,35 miliar.
Ditambah beban lainnya yang membengkak 37,5% menjadi Rp198,61 miliar. Akibatnya, laba operasional amblas 23,09% yang tersisa Rp19,458 miliar. Sementara itu, kredit yang diberikan bertambah 46,11% secara tahunan menjadi Rp8,064 triliun.

BACA JUGA:
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat ke 6.711 Jelang Akhir Pekan


Pada sisi lain, Dana Pihak Ketiga naik 34,5% menjadi Rp5,264 triliun. Sehingga aset tumbuh 31,1% menjadi Rp10,183 triliun. Lalu rasio kewajiban penyediaan modal minimum turun menjadi 47,67% dari 50,88% pada tahun 2021. Namun, rasio kredit bermasalah atau NPL gross membaik menjadi 2,75% dari 3,58%. NPL Nett menjadi 2,06% dari 2,62%. ROA 0,22%, ROE 0,41%, NIM 5,68%, BOPO 97,28% dan LDR 146,06%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Tahun ini, perseroan menargetkan lending tumbuh 15,9% dengan target  pertumbuhan funding 17%. Wakil Direktur Utama Bank Oke, Hendra Lie  seperti dikutip Kontan pernah bilang, saat ini yang menjadi target pasar  pengumpulan kredit Bank Oke terfokus pada kredit individu dan juga  korporasi. &amp;ldquo;Market funding kita fokus ke individu dan corporate, karena  porsi ini paling besar di market,&amp;rdquo; ungkapnya.
Selain itu Hendra bilang bahwa perseroan juga menargetkan tingkat  kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 44,42% di  tahun 2023 ini. Sementara CAR Bank Oke, lanjut Hendra, di tahun 2022  sebesar 47,5%. Artinya di tahun ini perseroan tampak lebih ekspansif  dalam menyalurkan kredit.
Perseroan sendiri menegaskan bahwa likuiditas saat ini sangat kuat.  Ini ditambah dengan aksi rights issue yang dilakukan bank pada akhir  tahun lalu. &amp;ldquo;Saat ini tingkat likuiditas Oke Bank sangat kuat. Tahun  lalu kita juga ada rights issue,&amp;rdquo; kata Hendra Lie.
Tahun lalu, perseroan melakukan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan  Efek Terlebih Dahulu(PMHMETD) atau right issue menerbitkan 2.937.807.163  lembar dengan harga pelaksanaan Rp170 per saham. Dari aksi korporasi  ini, perseroan meraup dana sebesar Rp499,42 miliar. Sementara APRO  Financial Co. Ltd.
Selaku pemegang 90,47% saham DNAR menjadi pembeli siaga yang membeli  seluruh sisa saham  ditawarkan dan tidak diambil bagian oleh Pemegang  HMETD dalam PUT IV atau sebanyak 252.420.341 saham. Sehingga porsi  kepemilikan APRO Financial pada DNAR meningkat menjadi 92,11%.</content:encoded></item></channel></rss>
