<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IPO, Grahaprima (GTRA) Bidik Dana Rp56,83 Miliar</title><description>PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) atau Graha Tran sakan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/24/278/2786688/ipo-grahaprima-gtra-bidik-dana-rp56-83-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/24/278/2786688/ipo-grahaprima-gtra-bidik-dana-rp56-83-miliar"/><item><title>IPO, Grahaprima (GTRA) Bidik Dana Rp56,83 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/24/278/2786688/ipo-grahaprima-gtra-bidik-dana-rp56-83-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/24/278/2786688/ipo-grahaprima-gtra-bidik-dana-rp56-83-miliar</guid><pubDate>Jum'at 24 Maret 2023 14:59 WIB</pubDate><dc:creator>Safina Asha Jamna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/24/278/2786688/ipo-grahaprima-gtra-bidik-dana-rp56-83-miliar-DKMP6RohFd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">GTRA bakal rights issue (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/24/278/2786688/ipo-grahaprima-gtra-bidik-dana-rp56-83-miliar-DKMP6RohFd.jpg</image><title>GTRA bakal rights issue (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) atau Graha Tran sakan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). Pada aksi korporasi tersebut, perseroan menetapkan harga IPO Rp150 per saham.
Harga itu merupakan batas atas saat perseroan menggelar penawaran awal (bookbuilding) pada 27 Februari-6 Maret 2023 di rentang Rp100-150.

BACA JUGA:
IPO, Trimegah Bangun Persada Pertimbangkan Harga Rp1.250/Saham


Dilansir dari Harian Neraca, Jumat (24/3/2023), perseroan melepas sebanyak 378.875.000 saham baru atau 20%. Dengan demikian, Dana yang bakal diraih GTRA dari aksi ini Rp56,83 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah UOB Kay Hian Sekuritas.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi seluruhnya akan digunakan sekitar 64,80% atau sekitar Rp36,82 miliar untuk belanja modal (capital expenditure) seperti pembelian 38 unit truk.

BACA JUGA:
BEI: 33 Perusahaan Masuk Pipeline IPO, Mayoritas Punya Aset hingga Rp250 Miliar


Sisanya sekitar 35,20% akan digunakan untuk modal kerja perseroan, termasuk namun tidak terbatas untuk biaya pengiriman, servis, membeli ban mobil, gaji karyawan, membeli GPS, pembayaran angsuran, dll.
Masa penawaran umum berlangsung pada 21-28 Maret, penjatahan 28 Maret, distribusi saham secara elektronik 29 Maret, dan pencatatan saham pada Bursa Efek Indonesia (BEI) 30 Maret.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu untuk kebijakan pembagian dividen, GTRA akan mulai  membagikan dengan tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024  dan seterusnya. GTRA akan membagikan dividen tunai secara kas  sebanyak-banyaknya 20% dari laba bersih perseroan dengan mengacu pada  UUPT serta RUPST.
Sebagai informasi, GTRA saat ini memiliki kegiatan usaha utama yang  bergerak dalam bidang angkutan bermotor untuk barang umum. Pemegang  saham GTRA saat ini adalah PT Adika Eka Putra 43,68%, PT Trimulti  Adinata Perkasa 43,68%, Ardi Supriyadi 6,32%, dan Ronny Senjaya 6,32%.  Hingga 30 November 2022, GTRA membukukan pendapatan neto Rp195,3 miliar,  tumbuh 40,7% dibandingkan periode sama tahun 2021 yang sebesar Rp138,8  miliar. Laba bruto GTRA naik 37,8% menjadi Rp87,56 miliar dari Rp63,53  miliar. Laba bersih meningkat 42,1% menjadi Rp13,59 miliar dari Rp9,56  miliar.
Perseroan menjelaskan, peningkatan ini terutama disebabkan oleh  bertambahnya jumlah armada yang dimiliki, pada Agustus 2021 jumlah  kendaraan truk sebanyak 547 unit sedangkan di Agustus 2022 jumlah  kendaraan truk sebanyak 821 unit sehingga pendapatan pada 2022  meningkat. Penambahan jumlah armada dilakukan seiring dengan peningkatan  permintaan/order yang diterima.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) atau Graha Tran sakan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). Pada aksi korporasi tersebut, perseroan menetapkan harga IPO Rp150 per saham.
Harga itu merupakan batas atas saat perseroan menggelar penawaran awal (bookbuilding) pada 27 Februari-6 Maret 2023 di rentang Rp100-150.

BACA JUGA:
IPO, Trimegah Bangun Persada Pertimbangkan Harga Rp1.250/Saham


Dilansir dari Harian Neraca, Jumat (24/3/2023), perseroan melepas sebanyak 378.875.000 saham baru atau 20%. Dengan demikian, Dana yang bakal diraih GTRA dari aksi ini Rp56,83 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah UOB Kay Hian Sekuritas.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi seluruhnya akan digunakan sekitar 64,80% atau sekitar Rp36,82 miliar untuk belanja modal (capital expenditure) seperti pembelian 38 unit truk.

BACA JUGA:
BEI: 33 Perusahaan Masuk Pipeline IPO, Mayoritas Punya Aset hingga Rp250 Miliar


Sisanya sekitar 35,20% akan digunakan untuk modal kerja perseroan, termasuk namun tidak terbatas untuk biaya pengiriman, servis, membeli ban mobil, gaji karyawan, membeli GPS, pembayaran angsuran, dll.
Masa penawaran umum berlangsung pada 21-28 Maret, penjatahan 28 Maret, distribusi saham secara elektronik 29 Maret, dan pencatatan saham pada Bursa Efek Indonesia (BEI) 30 Maret.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu untuk kebijakan pembagian dividen, GTRA akan mulai  membagikan dengan tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024  dan seterusnya. GTRA akan membagikan dividen tunai secara kas  sebanyak-banyaknya 20% dari laba bersih perseroan dengan mengacu pada  UUPT serta RUPST.
Sebagai informasi, GTRA saat ini memiliki kegiatan usaha utama yang  bergerak dalam bidang angkutan bermotor untuk barang umum. Pemegang  saham GTRA saat ini adalah PT Adika Eka Putra 43,68%, PT Trimulti  Adinata Perkasa 43,68%, Ardi Supriyadi 6,32%, dan Ronny Senjaya 6,32%.  Hingga 30 November 2022, GTRA membukukan pendapatan neto Rp195,3 miliar,  tumbuh 40,7% dibandingkan periode sama tahun 2021 yang sebesar Rp138,8  miliar. Laba bruto GTRA naik 37,8% menjadi Rp87,56 miliar dari Rp63,53  miliar. Laba bersih meningkat 42,1% menjadi Rp13,59 miliar dari Rp9,56  miliar.
Perseroan menjelaskan, peningkatan ini terutama disebabkan oleh  bertambahnya jumlah armada yang dimiliki, pada Agustus 2021 jumlah  kendaraan truk sebanyak 547 unit sedangkan di Agustus 2022 jumlah  kendaraan truk sebanyak 821 unit sehingga pendapatan pada 2022  meningkat. Penambahan jumlah armada dilakukan seiring dengan peningkatan  permintaan/order yang diterima.</content:encoded></item></channel></rss>
