<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menhub: Pembangunan Stasiun Halim Sudah Hampir 90%</title><description>Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa proyek pembangunan Stasiun Halim, Jakarta Timur telah mendekati 90%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/24/320/2786440/menhub-pembangunan-stasiun-halim-sudah-hampir-90</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/24/320/2786440/menhub-pembangunan-stasiun-halim-sudah-hampir-90"/><item><title>Menhub: Pembangunan Stasiun Halim Sudah Hampir 90%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/24/320/2786440/menhub-pembangunan-stasiun-halim-sudah-hampir-90</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/24/320/2786440/menhub-pembangunan-stasiun-halim-sudah-hampir-90</guid><pubDate>Jum'at 24 Maret 2023 08:45 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/24/320/2786440/menhub-pembangunan-stasiun-halim-sudah-hampir-90-o5GR03cM2t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menhub Budi Karya Sumadi (Foto: Kemenhub)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/24/320/2786440/menhub-pembangunan-stasiun-halim-sudah-hampir-90-o5GR03cM2t.jpg</image><title>Menhub Budi Karya Sumadi (Foto: Kemenhub)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa proyek pembangunan Stasiun Halim, Jakarta Timur telah mendekati 90%.
Dia mengatakan, stasiun Halim nantinya akan terintegrasi dengan berbagai angkutan umum massal baik perkotaan maupun antar kota.

BACA JUGA:
AC Pesawat Super Air Jet Mati, Kemenhub Beri Teguran Keras

&amp;ldquo;Alhamdulilah progres pembangunannya sudah mendekati 90% dan ini harus kita pastikan aspek keselamatan terpenuhi dan dapat memberikan layanan yang baik, sehingga masyarakat dapat mengakses keluar masuk stasiun dengan mudah,&amp;rdquo; ujar Menhub dalam keterangan tertulis, Jumat (24/3/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xMC85LzE2NDA5My81L3g4ajU3OWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menhub menjelaskan, dengan selesainya pembangunan Stasiun Halim dan proyek LRT Jabodebek yang ditargetkan akan rampung pada pertengahan tahun ini, diharapkan semakin meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum massal.

BACA JUGA:
Menhub Minta Masukan MTI demi Kemajuan Transportasi Indonesia

Di mana keberadaan Stasiun Halim sangat strategis karena menjadi titik temu dari sejumlah angkutan umum massal yakni, LRT Jabodebek, Kereta Cepat Jakarta &amp;ndash; Bandung, JR Connexion (jurusan Blok M- Jababeka), Transjakarta (Rute K10 PGC - Tj Priok, dan rute 7P jurusan BKN - Pondok Bambu, dan rute APTB B21 jurusan BNN - Terminal Bekasi), angkot Mikrolet (M19 jurusan Cililitan-Kranji dan Mikrolet Jak 84 jurusan Kampung Melayu- Kapin Raya melalui Kalimalang), taksi, dan moda lainnya.&amp;ldquo;Saudara-saudara kita yang dari Bekasi, Bogor, Bandung dan sekitarnya diharapkan tidak lagi membawa mobil pribadi, sehingga mengurangi kemacetan di Jakarta,&amp;rdquo; tutur Menhub.
Lebih lanjut Menhub mengapresiasi peran dari pemerintah daerah yaitu Pemprov DKI Jakarta, yang secara intensif mendukung terwujudnya integrasi angkutan massal di Stasiun Halim.
&amp;ldquo;Koordinasi antara PT KCIC, LRT Jabodetabek, Pemprov DKI Jakarta, dan pihak terkait lainnya sangat penting untuk terus dilakukan. Tidak mungkin angkutan massal dapat berjalan dengan baik tanpa dukungan dari pemerintah daerah dan koordinasi intensif antar pemangku kepentingan,&amp;rdquo; ucap Menhub.
Pada kesempatan yang sama, Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono menyatakan pihaknya berkomitmen mendukung terwujudnya integrasi Angkutan massal di Stasiun Halim. Ia mengungkapkan telah melakukan sosialisasi melalui Walikota Jakarta Timur terkait dengan pembebasan lahan.
&amp;ldquo;Dengan selesainya pembangunan stasiun, diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang masuk ke Jakarta dan dapat mengurangi kemacetan di dalam kota Jakarta,&amp;rdquo; kata Heru.
LRT Jabodebek dibangun untuk mengurangi kepadatan kendaraan yang masuk Jakarta dari kota-kota satelit di sekitarnya, yang diharapkan dapat meminimalisir kemacetan di tol Jakarta &amp;ndash; Cikampek (Japek) dan Jagorawi. LRT Jabodebek memiliki kapasitas 740 penumpang hingga dengan headway antar kereta 3 menit sampai dengan 6 menit.
Kereta ringan ini memiliki total panjang rel 44,4 km, yang akan melewati 18 stasiun yaitu: Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, dan Jati Mulya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa proyek pembangunan Stasiun Halim, Jakarta Timur telah mendekati 90%.
Dia mengatakan, stasiun Halim nantinya akan terintegrasi dengan berbagai angkutan umum massal baik perkotaan maupun antar kota.

BACA JUGA:
AC Pesawat Super Air Jet Mati, Kemenhub Beri Teguran Keras

&amp;ldquo;Alhamdulilah progres pembangunannya sudah mendekati 90% dan ini harus kita pastikan aspek keselamatan terpenuhi dan dapat memberikan layanan yang baik, sehingga masyarakat dapat mengakses keluar masuk stasiun dengan mudah,&amp;rdquo; ujar Menhub dalam keterangan tertulis, Jumat (24/3/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xMC85LzE2NDA5My81L3g4ajU3OWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menhub menjelaskan, dengan selesainya pembangunan Stasiun Halim dan proyek LRT Jabodebek yang ditargetkan akan rampung pada pertengahan tahun ini, diharapkan semakin meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum massal.

BACA JUGA:
Menhub Minta Masukan MTI demi Kemajuan Transportasi Indonesia

Di mana keberadaan Stasiun Halim sangat strategis karena menjadi titik temu dari sejumlah angkutan umum massal yakni, LRT Jabodebek, Kereta Cepat Jakarta &amp;ndash; Bandung, JR Connexion (jurusan Blok M- Jababeka), Transjakarta (Rute K10 PGC - Tj Priok, dan rute 7P jurusan BKN - Pondok Bambu, dan rute APTB B21 jurusan BNN - Terminal Bekasi), angkot Mikrolet (M19 jurusan Cililitan-Kranji dan Mikrolet Jak 84 jurusan Kampung Melayu- Kapin Raya melalui Kalimalang), taksi, dan moda lainnya.&amp;ldquo;Saudara-saudara kita yang dari Bekasi, Bogor, Bandung dan sekitarnya diharapkan tidak lagi membawa mobil pribadi, sehingga mengurangi kemacetan di Jakarta,&amp;rdquo; tutur Menhub.
Lebih lanjut Menhub mengapresiasi peran dari pemerintah daerah yaitu Pemprov DKI Jakarta, yang secara intensif mendukung terwujudnya integrasi angkutan massal di Stasiun Halim.
&amp;ldquo;Koordinasi antara PT KCIC, LRT Jabodetabek, Pemprov DKI Jakarta, dan pihak terkait lainnya sangat penting untuk terus dilakukan. Tidak mungkin angkutan massal dapat berjalan dengan baik tanpa dukungan dari pemerintah daerah dan koordinasi intensif antar pemangku kepentingan,&amp;rdquo; ucap Menhub.
Pada kesempatan yang sama, Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono menyatakan pihaknya berkomitmen mendukung terwujudnya integrasi Angkutan massal di Stasiun Halim. Ia mengungkapkan telah melakukan sosialisasi melalui Walikota Jakarta Timur terkait dengan pembebasan lahan.
&amp;ldquo;Dengan selesainya pembangunan stasiun, diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang masuk ke Jakarta dan dapat mengurangi kemacetan di dalam kota Jakarta,&amp;rdquo; kata Heru.
LRT Jabodebek dibangun untuk mengurangi kepadatan kendaraan yang masuk Jakarta dari kota-kota satelit di sekitarnya, yang diharapkan dapat meminimalisir kemacetan di tol Jakarta &amp;ndash; Cikampek (Japek) dan Jagorawi. LRT Jabodebek memiliki kapasitas 740 penumpang hingga dengan headway antar kereta 3 menit sampai dengan 6 menit.
Kereta ringan ini memiliki total panjang rel 44,4 km, yang akan melewati 18 stasiun yaitu: Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, dan Jati Mulya.</content:encoded></item></channel></rss>
