<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alphard Sakti Diduga Milik Sri Mulyani Masuk Apron Bandara Soetta, Salah Besar?</title><description>Viral mobil Alphard diduga milik Menteri Keuangan Sri Mulyani masuk apron Bandara Soetta.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/25/320/2787299/alphard-sakti-diduga-milik-sri-mulyani-masuk-apron-bandara-soetta-salah-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/25/320/2787299/alphard-sakti-diduga-milik-sri-mulyani-masuk-apron-bandara-soetta-salah-besar"/><item><title>Alphard Sakti Diduga Milik Sri Mulyani Masuk Apron Bandara Soetta, Salah Besar?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/25/320/2787299/alphard-sakti-diduga-milik-sri-mulyani-masuk-apron-bandara-soetta-salah-besar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/25/320/2787299/alphard-sakti-diduga-milik-sri-mulyani-masuk-apron-bandara-soetta-salah-besar</guid><pubDate>Sabtu 25 Maret 2023 17:41 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/25/320/2787299/alphard-sakti-diduga-milik-sri-mulyani-masuk-apron-bandara-soetta-salah-besar-uoD9qUmGZ2.png" expression="full" type="image/jpeg">Alphard sakti yang masuk apron Soetta diduga milik Sri Mulyani (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/25/320/2787299/alphard-sakti-diduga-milik-sri-mulyani-masuk-apron-bandara-soetta-salah-besar-uoD9qUmGZ2.png</image><title>Alphard sakti yang masuk apron Soetta diduga milik Sri Mulyani (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Viral mobil Alphard diduga milik Menteri Keuangan Sri Mulyani masuk apron Bandara Soetta. Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan, kawasan airside bandara (operasi udara) sebenarnya memiliki peraturan yang ketat.
Hanya orang yang memiliki sertifikasi dan mendapat izin khusus yang bisa masuk ke kawasan tersebut.

BACA JUGA:
Alphard Sakti Masuk Apron Bandara Soetta Diduga Milik Sri Mulyani

&quot;Untuk sisi udara ini sangat ketat peraturannya, hanya orang-orang yang memiliki sertifikat sudah terlatih dan mendapatkan sertifikasi dan izin yang boleh masuk ke airside,&quot; ungkap Alvin saat dihubungi, Sabtu (25/3/2023).
Lantaran ketat, tidak semua orang diperbolehkan masuk ke dalam airside. Alvin mengatakan tamu khusus pun harus didampingi oleh petugas keamanan bandara dengan sejumlah protokol keselamatan.

BACA JUGA:
Viral Mobil Bea Cukai Kawal Alphard Masuk Apron Bandara Soetta, Ini Kata Stafsus Sri Mulyani

Dia menegaskan kawasan airside cukup berbahaya bagi keselamatan orang-orang tidak mengantongi sertifikasi namun berada di lokasi tersebut. Pasalnya, airside adalah tempat terjadi pergerakan pesawat terbang.
Dalam operasionalnya saja, para petugas harus mengikuti peraturan teknis. Misalnya, radio komunikasi yang menghubungkan pengendali lalu lintas udara dan lalu lintas di airpon.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xNi8xLzE2NDM1OC81L3g4ajZnanI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Agar tidak membahayakan pesawat dan pergerakan pesawat juga tidak membahayakan motor/mobil,&quot; kata dia.
Demikian juga mobil dan motor, pihak bandara membatasi jumlah dan akses kendaraan motor dan mobil di airside. Alvin menyebut, operasional motor atau mobil/bus adalah kendaraan yang sudah terdaftar dan mempunyai nomor registrasi untuk beroperasi.
&quot;Jumlahnya dibatasi sesuai dengan kebutuhan agar tidak terjadi over atau jumlah yang berlebihan,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Viral mobil Alphard diduga milik Menteri Keuangan Sri Mulyani masuk apron Bandara Soetta. Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan, kawasan airside bandara (operasi udara) sebenarnya memiliki peraturan yang ketat.
Hanya orang yang memiliki sertifikasi dan mendapat izin khusus yang bisa masuk ke kawasan tersebut.

BACA JUGA:
Alphard Sakti Masuk Apron Bandara Soetta Diduga Milik Sri Mulyani

&quot;Untuk sisi udara ini sangat ketat peraturannya, hanya orang-orang yang memiliki sertifikat sudah terlatih dan mendapatkan sertifikasi dan izin yang boleh masuk ke airside,&quot; ungkap Alvin saat dihubungi, Sabtu (25/3/2023).
Lantaran ketat, tidak semua orang diperbolehkan masuk ke dalam airside. Alvin mengatakan tamu khusus pun harus didampingi oleh petugas keamanan bandara dengan sejumlah protokol keselamatan.

BACA JUGA:
Viral Mobil Bea Cukai Kawal Alphard Masuk Apron Bandara Soetta, Ini Kata Stafsus Sri Mulyani

Dia menegaskan kawasan airside cukup berbahaya bagi keselamatan orang-orang tidak mengantongi sertifikasi namun berada di lokasi tersebut. Pasalnya, airside adalah tempat terjadi pergerakan pesawat terbang.
Dalam operasionalnya saja, para petugas harus mengikuti peraturan teknis. Misalnya, radio komunikasi yang menghubungkan pengendali lalu lintas udara dan lalu lintas di airpon.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xNi8xLzE2NDM1OC81L3g4ajZnanI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Agar tidak membahayakan pesawat dan pergerakan pesawat juga tidak membahayakan motor/mobil,&quot; kata dia.
Demikian juga mobil dan motor, pihak bandara membatasi jumlah dan akses kendaraan motor dan mobil di airside. Alvin menyebut, operasional motor atau mobil/bus adalah kendaraan yang sudah terdaftar dan mempunyai nomor registrasi untuk beroperasi.
&quot;Jumlahnya dibatasi sesuai dengan kebutuhan agar tidak terjadi over atau jumlah yang berlebihan,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
