<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wijaya Karya (WIKA) Catat Rugi Rp59,69 Miliar di 2022</title><description>PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatat rugi bersih sebesar Rp59,696 miliar dalam laporan keuangan 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/27/278/2787969/wijaya-karya-wika-catat-rugi-rp59-69-miliar-di-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/27/278/2787969/wijaya-karya-wika-catat-rugi-rp59-69-miliar-di-2022"/><item><title>Wijaya Karya (WIKA) Catat Rugi Rp59,69 Miliar di 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/27/278/2787969/wijaya-karya-wika-catat-rugi-rp59-69-miliar-di-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/27/278/2787969/wijaya-karya-wika-catat-rugi-rp59-69-miliar-di-2022</guid><pubDate>Senin 27 Maret 2023 12:34 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/27/278/2787969/wijaya-karya-wika-catat-rugi-rp59-69-miliar-di-2022-oPw0KQhkq9.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">WIKA bukukan rugi di 2022 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/27/278/2787969/wijaya-karya-wika-catat-rugi-rp59-69-miliar-di-2022-oPw0KQhkq9.jpeg</image><title>WIKA bukukan rugi di 2022 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatat rugi bersih sebesar Rp59,696 miliar dalam laporan keuangan 2022. Akibatnya, saldo laba WIKA menyusut 1,9% menjadi Rp4,372 triliun.

BACA JUGA:
Wijaya Karya Beton (WTON) Kantongi Laba Rp171,06 Miliar di 2022


Melansir Harian Neraca, Senin (27/3/2023), kondisi ini berbalik dengan pendapatan bersih tumbuh 20,2% menjadi Rp21,48 triliun yang ditopang peningkatan pendapatan dari lini usaha infrastruktur dan gedung sebesar 14,4% menjadi Rp10,792 triliun. Senada, pendapatan dari lini usaha industri terkerek 23,6% menjadi Rp5,689 triliun. Demikian juga dengan pendapatan dari lini usaha energi dan pembangkit listrik terangkat 16,9% menjadi Rp3,875 triliun.

BACA JUGA:
Wijaya Karya Beton (WTON) Targetkan Kontrak Baru Rp8,6 Triliun pada 2023


Bahkan, pendapatan dari hotel melonjak 210,05% menjadi Rp708,17 miliar. Walau beban pokok pendapatan membengkak 19,2% menjadi Rp19,278 triliun. Tapi laba kotor tetap meningkat 29,98% menjadi Rp2,202 triliun.
Sayangnya, beban keuangan membengkak 18,4% menjadi Rp1,371 triliun. Kian berat, setoran laba dari usaha patungan turun 54,4% menjadi Rp306,72 miliar. Terlebih beban pajak penghasilan mencapai Rp163,49 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sedangkan di tahun 2021, tercatat mendapat manfaat pajak senilai  Rp17,76 miliar. Akibatnya, laba bersih anjlok 94,3% yang tersisa  Rp12,586 miliar. Sementara itu, total kewajiban bertambah 10,78% menjadi  Rp57,576 triliun. Salah satu pemicunya, obligasi naik 51,8% menjadi  Rp8,664  triliun. Pada sisi lain, jumlah ekuitas terkerek 0,33% menjadi  Rp17,493 triliun.
Lalu arus kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi mencapai  Rp2,881 triliun. Pasalnya, penerimaan kas dari pelanggan hanya sebesar  Rp22,163 triliun. Tapi pembayaran kepada pemasok mencapai Rp23,028  triliun. Lalu pembayaran kepada direksi dan karyawan menyentuh Rp1,754  triliun.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatat rugi bersih sebesar Rp59,696 miliar dalam laporan keuangan 2022. Akibatnya, saldo laba WIKA menyusut 1,9% menjadi Rp4,372 triliun.

BACA JUGA:
Wijaya Karya Beton (WTON) Kantongi Laba Rp171,06 Miliar di 2022


Melansir Harian Neraca, Senin (27/3/2023), kondisi ini berbalik dengan pendapatan bersih tumbuh 20,2% menjadi Rp21,48 triliun yang ditopang peningkatan pendapatan dari lini usaha infrastruktur dan gedung sebesar 14,4% menjadi Rp10,792 triliun. Senada, pendapatan dari lini usaha industri terkerek 23,6% menjadi Rp5,689 triliun. Demikian juga dengan pendapatan dari lini usaha energi dan pembangkit listrik terangkat 16,9% menjadi Rp3,875 triliun.

BACA JUGA:
Wijaya Karya Beton (WTON) Targetkan Kontrak Baru Rp8,6 Triliun pada 2023


Bahkan, pendapatan dari hotel melonjak 210,05% menjadi Rp708,17 miliar. Walau beban pokok pendapatan membengkak 19,2% menjadi Rp19,278 triliun. Tapi laba kotor tetap meningkat 29,98% menjadi Rp2,202 triliun.
Sayangnya, beban keuangan membengkak 18,4% menjadi Rp1,371 triliun. Kian berat, setoran laba dari usaha patungan turun 54,4% menjadi Rp306,72 miliar. Terlebih beban pajak penghasilan mencapai Rp163,49 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sedangkan di tahun 2021, tercatat mendapat manfaat pajak senilai  Rp17,76 miliar. Akibatnya, laba bersih anjlok 94,3% yang tersisa  Rp12,586 miliar. Sementara itu, total kewajiban bertambah 10,78% menjadi  Rp57,576 triliun. Salah satu pemicunya, obligasi naik 51,8% menjadi  Rp8,664  triliun. Pada sisi lain, jumlah ekuitas terkerek 0,33% menjadi  Rp17,493 triliun.
Lalu arus kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi mencapai  Rp2,881 triliun. Pasalnya, penerimaan kas dari pelanggan hanya sebesar  Rp22,163 triliun. Tapi pembayaran kepada pemasok mencapai Rp23,028  triliun. Lalu pembayaran kepada direksi dan karyawan menyentuh Rp1,754  triliun.
</content:encoded></item></channel></rss>
