<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor Kereta Bekas dari Jepang Jadi? Ini Kata Dirut KAI</title><description>Rencana impor KRL bekas dari Jepang oleh PT Kereta CommuterLine Indonesia (KCI) masih belum menemui titik terang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/27/320/2788153/impor-kereta-bekas-dari-jepang-jadi-ini-kata-dirut-kai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/27/320/2788153/impor-kereta-bekas-dari-jepang-jadi-ini-kata-dirut-kai"/><item><title>Impor Kereta Bekas dari Jepang Jadi? Ini Kata Dirut KAI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/27/320/2788153/impor-kereta-bekas-dari-jepang-jadi-ini-kata-dirut-kai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/27/320/2788153/impor-kereta-bekas-dari-jepang-jadi-ini-kata-dirut-kai</guid><pubDate>Senin 27 Maret 2023 15:56 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/27/320/2788153/impor-kereta-bekas-dari-jepang-jadi-ini-kata-dirut-kai-D1xxFKOHvX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KCI impor kereta bekas 10 dari Jepang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/27/320/2788153/impor-kereta-bekas-dari-jepang-jadi-ini-kata-dirut-kai-D1xxFKOHvX.jpg</image><title>KCI impor kereta bekas 10 dari Jepang (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Rencana impor kereta bekas dari Jepang oleh PT Kereta CommuterLine Indonesia (KCI) masih belum menemui titik terang.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu hasil review dari tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait keputusan impor KRL.

BACA JUGA:
KAI: Impor Kereta Bekas dari Jepang Tunggu Hasil Review BPKP


Didiek menjelaskan, bahwa pada minggu lalu, tim BPKP dan tim KCI telah berkunjung ke Jepang melihat kondisi KRL yang akan di impor oleh KCI.
Dia mengatakan, hasil dari kunjungan tersebutlah nantinya akan dijadikan acuan BPKP dalam melaporkan ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dalam mengambil keputusan impor KRL.

BACA JUGA:
8 Fakta Impor Kereta Bekas Jepang Jadi Heboh, Luhut Turun Tangan Tunggu Audit


&quot;Ini telah dilakukan peninjauan oleh tim BPKP dan tim KCI pada minggu lalu dan tim BPKP telah bertemu dengan tim JR East dan melihat sendiri bahwa kereta-kereta yang akan diimpor itu masih beroperasi hingga sekarang,&quot; katanya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI, Senin (27/3/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yMy80LzE2NDU1My81L3g4amQ5eDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Sehingga memang apa yang menjadi catatan rapat di Kemenko Marves ini  menjadi review oleh BPKP dan saat ini KAI dan KCI  masih menunggu hasil  review dari BPKP,&quot; tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi  Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa terkait dengan impor KRL  bekas dari Jepang yang diajukan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI)  saat ini masih dilakukan proses audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan  Pembangunan (BPKP).
Adapun Luhut belum mau membeberkan proses audit tersebut lantaran  sudah berjalan sampai mana. Sebelumnya, dia menargetkan bahwa proses  audit harus dirampung selama 10 hari sejak Senin (6/3/2023).
&quot;Proses auditnya baru dimulai, kita masih menunggu hasilnya. Kita cek  lagi,&quot; katanya usai menghadiri acara Indonesia Leading Economic Forum  2023 di Jakarta, Selasa (14/3/2023).
Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian  (Kemenperin) Dody Widodo juga mengatakan hal yang sama, di mana pihaknya  juga masih menunggu hasil audit dari BPKP.
Namun dia menegaskan bahwa pihaknya masih tetap pada opsi  retrofit  (modifikasi) pada kereta KRL menjadi pilihan paling mungkin jika hasil  audit BPKP menunjukkan kebutuhan mendesak untuk melakukan penggantian  rangkaian KRL.
&quot;Itu retrofit kan pilihan yang paling mungkin,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Rencana impor kereta bekas dari Jepang oleh PT Kereta CommuterLine Indonesia (KCI) masih belum menemui titik terang.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu hasil review dari tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait keputusan impor KRL.

BACA JUGA:
KAI: Impor Kereta Bekas dari Jepang Tunggu Hasil Review BPKP


Didiek menjelaskan, bahwa pada minggu lalu, tim BPKP dan tim KCI telah berkunjung ke Jepang melihat kondisi KRL yang akan di impor oleh KCI.
Dia mengatakan, hasil dari kunjungan tersebutlah nantinya akan dijadikan acuan BPKP dalam melaporkan ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dalam mengambil keputusan impor KRL.

BACA JUGA:
8 Fakta Impor Kereta Bekas Jepang Jadi Heboh, Luhut Turun Tangan Tunggu Audit


&quot;Ini telah dilakukan peninjauan oleh tim BPKP dan tim KCI pada minggu lalu dan tim BPKP telah bertemu dengan tim JR East dan melihat sendiri bahwa kereta-kereta yang akan diimpor itu masih beroperasi hingga sekarang,&quot; katanya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI, Senin (27/3/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yMy80LzE2NDU1My81L3g4amQ5eDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Sehingga memang apa yang menjadi catatan rapat di Kemenko Marves ini  menjadi review oleh BPKP dan saat ini KAI dan KCI  masih menunggu hasil  review dari BPKP,&quot; tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi  Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa terkait dengan impor KRL  bekas dari Jepang yang diajukan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI)  saat ini masih dilakukan proses audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan  Pembangunan (BPKP).
Adapun Luhut belum mau membeberkan proses audit tersebut lantaran  sudah berjalan sampai mana. Sebelumnya, dia menargetkan bahwa proses  audit harus dirampung selama 10 hari sejak Senin (6/3/2023).
&quot;Proses auditnya baru dimulai, kita masih menunggu hasilnya. Kita cek  lagi,&quot; katanya usai menghadiri acara Indonesia Leading Economic Forum  2023 di Jakarta, Selasa (14/3/2023).
Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian  (Kemenperin) Dody Widodo juga mengatakan hal yang sama, di mana pihaknya  juga masih menunggu hasil audit dari BPKP.
Namun dia menegaskan bahwa pihaknya masih tetap pada opsi  retrofit  (modifikasi) pada kereta KRL menjadi pilihan paling mungkin jika hasil  audit BPKP menunjukkan kebutuhan mendesak untuk melakukan penggantian  rangkaian KRL.
&quot;Itu retrofit kan pilihan yang paling mungkin,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
