<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Indofood (INDF) Ambles 17% Jadi Rp6,35 Triliun di 2022</title><description>Laba PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ambles 17% menjadi Rp6,35 triliun pada 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/28/278/2788686/laba-indofood-indf-ambles-17-jadi-rp6-35-triliun-di-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/28/278/2788686/laba-indofood-indf-ambles-17-jadi-rp6-35-triliun-di-2022"/><item><title>Laba Indofood (INDF) Ambles 17% Jadi Rp6,35 Triliun di 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/28/278/2788686/laba-indofood-indf-ambles-17-jadi-rp6-35-triliun-di-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/28/278/2788686/laba-indofood-indf-ambles-17-jadi-rp6-35-triliun-di-2022</guid><pubDate>Selasa 28 Maret 2023 12:56 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/28/278/2788686/laba-indofood-indf-ambles-17-jadi-rp6-35-triliun-di-2022-XyQ32BfTvO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba INDF turun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/28/278/2788686/laba-indofood-indf-ambles-17-jadi-rp6-35-triliun-di-2022-XyQ32BfTvO.jpg</image><title>Laba INDF turun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Laba PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ambles 17% menjadi Rp6,35 triliun pada 2022 dari sebelumnya sebesar Rp7,66 triliun. Laba INDF turun meski omzet perseroan mengalami kenaikan sepanjang tahun lalu.
Meski demikian, penjualan perseroan tercatat naik 11,56% menjadi Rp110,83 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp99,34 triliun. Berdasarkan produknya, penjualan produk konsumen bermerek tercatat sebesar Rp65,25 triliun, penjualan bogasari tercatat sebesar Rp31,87 triliun, segmen agribisnis mencatatkan pendapatan sebesar Rp17,77 triliun dan pendapatan distribusi tercatat sebesar Rp6,23 triliun.

BACA JUGA:
Anthoni Salim Jual Mi Instan Rp47,4 Triliun, Laba Indofood CBP Sukses Makmur Rp4,58 Triliun


Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan INDF turut mengalami kenaikan menjadi Rp76,85 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp66,87 triliun. Beban penjualan dan distribusi perseroan juga naik menjadi Rp10,64 triliun. Sementara, beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp4,64 triliun, serta beban operasi lainnya sebesar Rp951,76 miliar.

BACA JUGA:
Karier Utomo Josodirdjo, Komisaris Indofood (INDF) yang Meninggal Dunia


&amp;ldquo;Tahun 2022 merupakan tahun yang penuh tantangan, dengan meningkatnya ketegangan geopolitik, tingginya tingkat inflasi dan naiknya berbagai harga komoditas yang menciptakan kondisi ketidakpastian di pasar,&amp;rdquo; kata Direktur Utama INDF, Anthoni Salim dalam keterangan resminya, Senin (27/3/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun, kata Anthoni, INDF berhasil mengakhiri tahun 2022 dengan  pencapaian positif, yang didukung oleh ketangguhan model bisnis  perseroan.
Hingga akhir Desember 2022, total nilai aset INDF naik tipis 0,64%  menjadi Rp180,43 triliun, dari posisi akhir Desember 2021 yang sebesar  Rp179,27 triliun. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp86,81  triliun dan ekuitas sebesar Rp93,63 triliun.
Untuk meningkatkan kinerja perseroan di sepanjang tahun 2023 ini,  Anthoni menyebut bahwa INDF akan melanjutkan menjaga keseimbangan antara  pangsa pasar dan profitabilitas, serta mempertahankan neraca keuangan  yang sehat.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Laba PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ambles 17% menjadi Rp6,35 triliun pada 2022 dari sebelumnya sebesar Rp7,66 triliun. Laba INDF turun meski omzet perseroan mengalami kenaikan sepanjang tahun lalu.
Meski demikian, penjualan perseroan tercatat naik 11,56% menjadi Rp110,83 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp99,34 triliun. Berdasarkan produknya, penjualan produk konsumen bermerek tercatat sebesar Rp65,25 triliun, penjualan bogasari tercatat sebesar Rp31,87 triliun, segmen agribisnis mencatatkan pendapatan sebesar Rp17,77 triliun dan pendapatan distribusi tercatat sebesar Rp6,23 triliun.

BACA JUGA:
Anthoni Salim Jual Mi Instan Rp47,4 Triliun, Laba Indofood CBP Sukses Makmur Rp4,58 Triliun


Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan INDF turut mengalami kenaikan menjadi Rp76,85 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp66,87 triliun. Beban penjualan dan distribusi perseroan juga naik menjadi Rp10,64 triliun. Sementara, beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp4,64 triliun, serta beban operasi lainnya sebesar Rp951,76 miliar.

BACA JUGA:
Karier Utomo Josodirdjo, Komisaris Indofood (INDF) yang Meninggal Dunia


&amp;ldquo;Tahun 2022 merupakan tahun yang penuh tantangan, dengan meningkatnya ketegangan geopolitik, tingginya tingkat inflasi dan naiknya berbagai harga komoditas yang menciptakan kondisi ketidakpastian di pasar,&amp;rdquo; kata Direktur Utama INDF, Anthoni Salim dalam keterangan resminya, Senin (27/3/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun, kata Anthoni, INDF berhasil mengakhiri tahun 2022 dengan  pencapaian positif, yang didukung oleh ketangguhan model bisnis  perseroan.
Hingga akhir Desember 2022, total nilai aset INDF naik tipis 0,64%  menjadi Rp180,43 triliun, dari posisi akhir Desember 2021 yang sebesar  Rp179,27 triliun. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp86,81  triliun dan ekuitas sebesar Rp93,63 triliun.
Untuk meningkatkan kinerja perseroan di sepanjang tahun 2023 ini,  Anthoni menyebut bahwa INDF akan melanjutkan menjaga keseimbangan antara  pangsa pasar dan profitabilitas, serta mempertahankan neraca keuangan  yang sehat.</content:encoded></item></channel></rss>
