<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Protelindo (PRTL) Raup Pendapatan Rp11,03 Triliun Sepanjang 2022</title><description>PT Profesional Telekomunikasi Indonesia atau Protelindo merau pendapatan Rp11,03 triliun sepanjang 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/28/278/2788690/protelindo-prtl-raup-pendapatan-rp11-03-triliun-sepanjang-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/28/278/2788690/protelindo-prtl-raup-pendapatan-rp11-03-triliun-sepanjang-2022"/><item><title>Protelindo (PRTL) Raup Pendapatan Rp11,03 Triliun Sepanjang 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/28/278/2788690/protelindo-prtl-raup-pendapatan-rp11-03-triliun-sepanjang-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/28/278/2788690/protelindo-prtl-raup-pendapatan-rp11-03-triliun-sepanjang-2022</guid><pubDate>Selasa 28 Maret 2023 13:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/28/278/2788690/protelindo-prtl-raup-pendapatan-rp11-03-triliun-sepanjang-2022-YC3ioyaZoJ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pendapatan Protelindo alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/28/278/2788690/protelindo-prtl-raup-pendapatan-rp11-03-triliun-sepanjang-2022-YC3ioyaZoJ.jpeg</image><title>Pendapatan Protelindo alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Profesional Telekomunikasi Indonesia atau Protelindo meraup pendapatan Rp11,03 triliun sepanjang 2022. Pendapatan Protelindo naik 27,79% yoy dibandingkan tahun 2021 senilai Rp8,63 triliun.
Kontribusi utama pemasukan datang dari pendapatan sewa menara kepada pihak ketiga senilai Rp10,21 triliun, sedangkan bisnis jasa menyerap total Rp823,3 miliar, yang terdiri dari segmen wireline, VSAT, dan IPLC.

BACA JUGA:
Bayar Utang, Protelindo (PRTL) Terbitkan Obligasi Rp2,9 Triliun


Adapun laba bersih yang berhasil dikantongi mencapai Rp3,47 triliun, meningkat 0,59% yoy dibandingkan 2021 senilai Rp3,45 triliun.
Performanya tersebut mendorong laba per saham emiten yang menerbitkan surat utang ini tumbuh menjadi Rp1,045, dari semula Rp1,039, dikutip di keterbukaan informasi, Selasa (28/3/2023).

BACA JUGA:
Protelindo Terbitkan Surat Utang Rp1 Triliun


Beban terbesar perseroan muncul dari peningkatan nilai depresiasi-amortisasi mencapai Rp2,30 triliun, sedangkan biaya pokok ikut membengkak di angka Rp607,7 miliar, yang lebih dari separuhnya adalah ongkos perawatan lokasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dari sisi neraca, total aset perseroan melandai 0,29% menjadi Rp65,6  triliun. Jumlah utang (liabilitas) berkurang 4,78% menjadi Rp51,16  triliun, sedangkan modal (ekuitas) tumbuh 19,72% menjadi Rp14,43  triliun.
Total kas dan setaranya yang dipegang pada akhir 2022 turun cukup  signifikan menjadi Rp285,18 miliar, dari semula Rp4,51 triliun. Ini  terjadi sebagian besar karena adanya pembayaran utang bank.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Profesional Telekomunikasi Indonesia atau Protelindo meraup pendapatan Rp11,03 triliun sepanjang 2022. Pendapatan Protelindo naik 27,79% yoy dibandingkan tahun 2021 senilai Rp8,63 triliun.
Kontribusi utama pemasukan datang dari pendapatan sewa menara kepada pihak ketiga senilai Rp10,21 triliun, sedangkan bisnis jasa menyerap total Rp823,3 miliar, yang terdiri dari segmen wireline, VSAT, dan IPLC.

BACA JUGA:
Bayar Utang, Protelindo (PRTL) Terbitkan Obligasi Rp2,9 Triliun


Adapun laba bersih yang berhasil dikantongi mencapai Rp3,47 triliun, meningkat 0,59% yoy dibandingkan 2021 senilai Rp3,45 triliun.
Performanya tersebut mendorong laba per saham emiten yang menerbitkan surat utang ini tumbuh menjadi Rp1,045, dari semula Rp1,039, dikutip di keterbukaan informasi, Selasa (28/3/2023).

BACA JUGA:
Protelindo Terbitkan Surat Utang Rp1 Triliun


Beban terbesar perseroan muncul dari peningkatan nilai depresiasi-amortisasi mencapai Rp2,30 triliun, sedangkan biaya pokok ikut membengkak di angka Rp607,7 miliar, yang lebih dari separuhnya adalah ongkos perawatan lokasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dari sisi neraca, total aset perseroan melandai 0,29% menjadi Rp65,6  triliun. Jumlah utang (liabilitas) berkurang 4,78% menjadi Rp51,16  triliun, sedangkan modal (ekuitas) tumbuh 19,72% menjadi Rp14,43  triliun.
Total kas dan setaranya yang dipegang pada akhir 2022 turun cukup  signifikan menjadi Rp285,18 miliar, dari semula Rp4,51 triliun. Ini  terjadi sebagian besar karena adanya pembayaran utang bank.</content:encoded></item></channel></rss>
