<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Bicara Dampak Ambruknya Credit Suisse dan Deutsche Bank</title><description>Erick Thohir memastikan anjloknya Credit Suisse dan Deutsche Bank belum memberikan efek negatif,</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/28/320/2788506/erick-thohir-bicara-dampak-ambruknya-credit-suisse-dan-deutsche-bank</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/28/320/2788506/erick-thohir-bicara-dampak-ambruknya-credit-suisse-dan-deutsche-bank"/><item><title>Erick Thohir Bicara Dampak Ambruknya Credit Suisse dan Deutsche Bank</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/28/320/2788506/erick-thohir-bicara-dampak-ambruknya-credit-suisse-dan-deutsche-bank</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/28/320/2788506/erick-thohir-bicara-dampak-ambruknya-credit-suisse-dan-deutsche-bank</guid><pubDate>Selasa 28 Maret 2023 08:42 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/28/320/2788506/erick-thohir-bicara-dampak-ambruknya-credit-suisse-dan-deutsche-bank-Mg375bVDQR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/28/320/2788506/erick-thohir-bicara-dampak-ambruknya-credit-suisse-dan-deutsche-bank-Mg375bVDQR.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memastikan anjloknya Credit Suisse dan Deutsche Bank belum memberikan efek negatif terhadap ekosistem perbankan di Indonesia.
Akan tetapi, dia tidak memungkiri bahwa dampak buruk dari rontoknya dua bank raksasa dunia itu kemungkinan menjadi mimpi buruk bagi sistem perbankan di Tanah Air.

BACA JUGA:
Terbitkan Omnibus Law BUMN, Erick Thohir: Ini Bukan Berarti Kita Tak Taat Aturan

&quot;Dari informasi yang saya dapatkan ini impact-nya belum sistemik karena itu situasi musim dingin untuk investasi di bidang teknologi,&quot; ujar Erick, dikutip Selasa (27/3/2023).
Dia juga menyoroti gejolak ekonomi global yang akhir-akhir ini mencuri perhatian banyak kalangan. Erick memandang kondisi makro ekonomi dunia dalam kondisi yang memprihatinkan alias tidak baik-baik saja.



Perkaranya beragam mulai pandemi Covid-19, geopolitik negara Barat dan Timur akibat perang Rusia-Ukraina, lalu runtuhnya Credit Suisse dan Deutsche Bank.

BACA JUGA:
Erick Thohir Minta Direksi dan Komisaris Hafalkan Omnibus Law BUMN

&quot;Tentu kalau kita lihat situasi global saat ini belum dalam keadaan baik-baik saja. Baru saja kita lewat covid, tapi sekarang adanya perang isu supply chain terjadi. Baru ini selesai, sekarang belum tentu terjadi, tapi kalau kita lihat di beberapa negara sudah mulai kegoncangan di perbankannya mereka,&quot; ucap dia.Erick memandang dinamika global perlu dimaknai secara cerdas dan tepat, khususnya cara Indonesia menyikapi persoalan tersebut.
&quot;Kita harus maknai juga apa artinya globalisasi itu sendiri dan di mana Indonesia berada, di mana BUMN berada, terlepas dari perencanaan besar kita,&quot; pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memastikan anjloknya Credit Suisse dan Deutsche Bank belum memberikan efek negatif terhadap ekosistem perbankan di Indonesia.
Akan tetapi, dia tidak memungkiri bahwa dampak buruk dari rontoknya dua bank raksasa dunia itu kemungkinan menjadi mimpi buruk bagi sistem perbankan di Tanah Air.

BACA JUGA:
Terbitkan Omnibus Law BUMN, Erick Thohir: Ini Bukan Berarti Kita Tak Taat Aturan

&quot;Dari informasi yang saya dapatkan ini impact-nya belum sistemik karena itu situasi musim dingin untuk investasi di bidang teknologi,&quot; ujar Erick, dikutip Selasa (27/3/2023).
Dia juga menyoroti gejolak ekonomi global yang akhir-akhir ini mencuri perhatian banyak kalangan. Erick memandang kondisi makro ekonomi dunia dalam kondisi yang memprihatinkan alias tidak baik-baik saja.



Perkaranya beragam mulai pandemi Covid-19, geopolitik negara Barat dan Timur akibat perang Rusia-Ukraina, lalu runtuhnya Credit Suisse dan Deutsche Bank.

BACA JUGA:
Erick Thohir Minta Direksi dan Komisaris Hafalkan Omnibus Law BUMN

&quot;Tentu kalau kita lihat situasi global saat ini belum dalam keadaan baik-baik saja. Baru saja kita lewat covid, tapi sekarang adanya perang isu supply chain terjadi. Baru ini selesai, sekarang belum tentu terjadi, tapi kalau kita lihat di beberapa negara sudah mulai kegoncangan di perbankannya mereka,&quot; ucap dia.Erick memandang dinamika global perlu dimaknai secara cerdas dan tepat, khususnya cara Indonesia menyikapi persoalan tersebut.
&quot;Kita harus maknai juga apa artinya globalisasi itu sendiri dan di mana Indonesia berada, di mana BUMN berada, terlepas dari perencanaan besar kita,&quot; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
