<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Belajar dari Kebangkrutan Silicon Valley Bank</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku waspada setelah kejadian Silicon Valley Bank bangkrut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/28/320/2788912/ojk-belajar-dari-kebangkrutan-silicon-valley-bank</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/28/320/2788912/ojk-belajar-dari-kebangkrutan-silicon-valley-bank"/><item><title>OJK Belajar dari Kebangkrutan Silicon Valley Bank</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/28/320/2788912/ojk-belajar-dari-kebangkrutan-silicon-valley-bank</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/28/320/2788912/ojk-belajar-dari-kebangkrutan-silicon-valley-bank</guid><pubDate>Selasa 28 Maret 2023 17:00 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/28/320/2788912/ojk-belajar-dari-kebangkrutan-silicon-valley-bank-U0MvlR8NOJ.png" expression="full" type="image/jpeg">Silicon Valley Bank. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/28/320/2788912/ojk-belajar-dari-kebangkrutan-silicon-valley-bank-U0MvlR8NOJ.png</image><title>Silicon Valley Bank. (Foto: Reuters)</title></images><description>BALI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku waspada setelah kejadian Silicon Valley Bank bangkrut. Tutupnya bank Amerika Serikat (AS) tersebut menjadi pelajaran untuk OJK dalam mengeluarkan kebijakan utamanya pada sektor perbankan.
&quot;Pembelajaran ini saya kira sudah sangat jelas sekarang regulator termasuk OJK harus lebih waspada dalam menyeimbangkan  prinsip-prinsip penting dari perbankan dan keuangan,&quot; ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam Enhancing Policy Calibration for Macrofinancial Resilience, Bali, Selasa (28/3/2023).

BACA JUGA:
Wall Street Beragam Menyikapi Kesepakatan Silicon Valley Bank

Bangkrutnya&amp;nbsp;Silicon Valley&amp;nbsp;Bank menjadi sorotan karena &amp;nbsp;bank&amp;nbsp;tersebut memiliki banyak nasabah yang nilai rekeningnya sangat besar.
Kebangkrutan Silicon Valley Bank pun menjadi kegagalan bank terbesar kedua dalam sejarah Amerika setelah Washington Mutual pada 2008 lalu.
Silicon Valley Bank mulai mengalami kebangkrutan sejak nasabahnya yang mayoritas adalah perusahaan teknologi menarik simpanan mereka karena membutuhkan uang tunai untuk pembiayaan.

BACA JUGA:
Silicon Valley Bank Bangkrut, Ternyata Gegara Ini

Silicon Valley Bank sampai harus menjual obligasinya untuk menutup kerugian akibat penarikan itu. Namun, karena kenaikan tingkat suku bunga, aset-aset bank itu semakin berkurang dan hilang.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wMi8xOS8xLzY4MTYyLzMv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menteri Keuangan Amerika Janet Yellen mengatakan bahwa kenaikan suku bunga The Fed juga menjadi masalah utama Silicon Valley Bank.

Yellen berharap pihak regulator mau mempertimbangkan beberapa opsi yang tersedia untuk membantu para nasabah Silicon Valley Bank, termasuk akuisisi bank tersebut.

&amp;ldquo;Sepanjang akhir pekan ini saya telah bekerja dengan para regulator perbankan untuk merancang kebijakan yang tepat guna mengatasi situasi ini,&amp;rdquo; ujar Yellen.</description><content:encoded>BALI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku waspada setelah kejadian Silicon Valley Bank bangkrut. Tutupnya bank Amerika Serikat (AS) tersebut menjadi pelajaran untuk OJK dalam mengeluarkan kebijakan utamanya pada sektor perbankan.
&quot;Pembelajaran ini saya kira sudah sangat jelas sekarang regulator termasuk OJK harus lebih waspada dalam menyeimbangkan  prinsip-prinsip penting dari perbankan dan keuangan,&quot; ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam Enhancing Policy Calibration for Macrofinancial Resilience, Bali, Selasa (28/3/2023).

BACA JUGA:
Wall Street Beragam Menyikapi Kesepakatan Silicon Valley Bank

Bangkrutnya&amp;nbsp;Silicon Valley&amp;nbsp;Bank menjadi sorotan karena &amp;nbsp;bank&amp;nbsp;tersebut memiliki banyak nasabah yang nilai rekeningnya sangat besar.
Kebangkrutan Silicon Valley Bank pun menjadi kegagalan bank terbesar kedua dalam sejarah Amerika setelah Washington Mutual pada 2008 lalu.
Silicon Valley Bank mulai mengalami kebangkrutan sejak nasabahnya yang mayoritas adalah perusahaan teknologi menarik simpanan mereka karena membutuhkan uang tunai untuk pembiayaan.

BACA JUGA:
Silicon Valley Bank Bangkrut, Ternyata Gegara Ini

Silicon Valley Bank sampai harus menjual obligasinya untuk menutup kerugian akibat penarikan itu. Namun, karena kenaikan tingkat suku bunga, aset-aset bank itu semakin berkurang dan hilang.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wMi8xOS8xLzY4MTYyLzMv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menteri Keuangan Amerika Janet Yellen mengatakan bahwa kenaikan suku bunga The Fed juga menjadi masalah utama Silicon Valley Bank.

Yellen berharap pihak regulator mau mempertimbangkan beberapa opsi yang tersedia untuk membantu para nasabah Silicon Valley Bank, termasuk akuisisi bank tersebut.

&amp;ldquo;Sepanjang akhir pekan ini saya telah bekerja dengan para regulator perbankan untuk merancang kebijakan yang tepat guna mengatasi situasi ini,&amp;rdquo; ujar Yellen.</content:encoded></item></channel></rss>
