<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Sebut Kesenjangan Inklusi Keuangan Jadi PR Besar ASEAN</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut kesenjangan inklusi  keuangan menjadi PR besar negara-negara ASEAN termasuk Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789257/sri-mulyani-sebut-kesenjangan-inklusi-keuangan-jadi-pr-besar-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789257/sri-mulyani-sebut-kesenjangan-inklusi-keuangan-jadi-pr-besar-asean"/><item><title>Sri Mulyani Sebut Kesenjangan Inklusi Keuangan Jadi PR Besar ASEAN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789257/sri-mulyani-sebut-kesenjangan-inklusi-keuangan-jadi-pr-besar-asean</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789257/sri-mulyani-sebut-kesenjangan-inklusi-keuangan-jadi-pr-besar-asean</guid><pubDate>Rabu 29 Maret 2023 10:20 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/29/320/2789257/sri-mulyani-sebut-kesenjangan-inklusi-keuangan-jadi-pr-besar-asean-HEmiGjzJuU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani sebut inklusi keuangan jadi tantangan Asean (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/29/320/2789257/sri-mulyani-sebut-kesenjangan-inklusi-keuangan-jadi-pr-besar-asean-HEmiGjzJuU.jpg</image><title>Sri Mulyani sebut inklusi keuangan jadi tantangan Asean (Foto: Okezone)</title></images><description>BALI - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut kesenjangan inklusi keuangan menjadi PR besar negara-negara ASEAN termasuk Indonesia. Di beberapa negara ASEAN masih memiliki indeks inklusi finansial rendah yang secara relatif menunjukkan adanya kesenjangan besar antar negara dalam kawasan.
&quot;Ini menurut data Global Findex 2021 yang dibuat oleh AFC Bank Dunia. Masih ada disparitas yang sangat lebar dalam indeks inklusi finansial di anggota-anggota ASEAN,&quot; ujar Sri dalam High-Level Dialogue on Promoting Digital Financial Inclusion and Literacy for MSMEs di Nusa Dua, Rabu (29/3/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Umumkan Pencairan THR dan Gaji ke-13 PNS Hari Ini


Angka inklusi keuangan ini tercatat mulai dari yang terendah 3% hingga 70% yang tertinggi di kawasan ASEAN. &quot;Rata-rata sebesar 41% tidak bermakna apa-apa karena besarnya kesenjangan indeks ini,&quot; sambung Sri.
Sebagai tambahan dari kurangnya akses terhadap layanan finansial formal, yang juga menunjukkan sebuah tantangan penting, mencapai akses layanan finansial formal sendiri akan menjadi sebuah kisah kesuksesan bagi UMKM. Hal ini karena UMKM memegang peran terpenting dalam aktivitas ekonomi, khususnya di Indonesia.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Akui Naik Alphard di Apron Bandara Soetta, Ini Penjelasannya


&quot;Jadi, inklusi finansial bagi UMKM adalah salah satu dari agenda prioritas terpenting di ekonomi ASEAN, dan juga di Indonesia tentunya. Bagaimana kita akan mengembangkan ekosistem digital di dalam konteks memperkuat dan mendukung UMKM juga akan mendorong dan menciptakan sebuah peluang untuk mencapai sustainable development goals (SDGs),&quot; jelas Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yNy8xLzE2NDY2OC81L3g4amkwdXY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, dan menciptakan  kesetaraan tentunya akan bergantung pada inklusi keuangan ini.
Dengan latar belakang tersebut, mendorong inklusi dan literasi  keuangan bagi UMKM di ASEAN adalah sebuah langkah strategis dan bagian  penting dari ASEAN Digital Economy Framework. Memperhitungkan pesatnya  digitalisasi di sektor keuangan, percepatan dari ekosistem digital,  platform pembayaran digital dan ekonomi tentunya akan meningkatkan  inklusi keuangan.
&quot;Ini akan menyediakan akses yang lebih besar ke pendanaan bagi UMKM,  juga meningkatkan peluang ekonomi mereka untuk mencapai pasar,&quot; pungkas  Sri.</description><content:encoded>BALI - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut kesenjangan inklusi keuangan menjadi PR besar negara-negara ASEAN termasuk Indonesia. Di beberapa negara ASEAN masih memiliki indeks inklusi finansial rendah yang secara relatif menunjukkan adanya kesenjangan besar antar negara dalam kawasan.
&quot;Ini menurut data Global Findex 2021 yang dibuat oleh AFC Bank Dunia. Masih ada disparitas yang sangat lebar dalam indeks inklusi finansial di anggota-anggota ASEAN,&quot; ujar Sri dalam High-Level Dialogue on Promoting Digital Financial Inclusion and Literacy for MSMEs di Nusa Dua, Rabu (29/3/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Umumkan Pencairan THR dan Gaji ke-13 PNS Hari Ini


Angka inklusi keuangan ini tercatat mulai dari yang terendah 3% hingga 70% yang tertinggi di kawasan ASEAN. &quot;Rata-rata sebesar 41% tidak bermakna apa-apa karena besarnya kesenjangan indeks ini,&quot; sambung Sri.
Sebagai tambahan dari kurangnya akses terhadap layanan finansial formal, yang juga menunjukkan sebuah tantangan penting, mencapai akses layanan finansial formal sendiri akan menjadi sebuah kisah kesuksesan bagi UMKM. Hal ini karena UMKM memegang peran terpenting dalam aktivitas ekonomi, khususnya di Indonesia.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Akui Naik Alphard di Apron Bandara Soetta, Ini Penjelasannya


&quot;Jadi, inklusi finansial bagi UMKM adalah salah satu dari agenda prioritas terpenting di ekonomi ASEAN, dan juga di Indonesia tentunya. Bagaimana kita akan mengembangkan ekosistem digital di dalam konteks memperkuat dan mendukung UMKM juga akan mendorong dan menciptakan sebuah peluang untuk mencapai sustainable development goals (SDGs),&quot; jelas Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yNy8xLzE2NDY2OC81L3g4amkwdXY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, dan menciptakan  kesetaraan tentunya akan bergantung pada inklusi keuangan ini.
Dengan latar belakang tersebut, mendorong inklusi dan literasi  keuangan bagi UMKM di ASEAN adalah sebuah langkah strategis dan bagian  penting dari ASEAN Digital Economy Framework. Memperhitungkan pesatnya  digitalisasi di sektor keuangan, percepatan dari ekosistem digital,  platform pembayaran digital dan ekonomi tentunya akan meningkatkan  inklusi keuangan.
&quot;Ini akan menyediakan akses yang lebih besar ke pendanaan bagi UMKM,  juga meningkatkan peluang ekonomi mereka untuk mencapai pasar,&quot; pungkas  Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
