<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Galau, Kurangi Batu Bara atau Geber Energi Terbarukan</title><description>Indonesia menuju energi yang lebih bersih. Di mana bahan bakar fosil yang menjadi sumber energi mayoritas secara perlahan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789611/sri-mulyani-galau-kurangi-batu-bara-atau-geber-energi-terbarukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789611/sri-mulyani-galau-kurangi-batu-bara-atau-geber-energi-terbarukan"/><item><title>Sri Mulyani Galau, Kurangi Batu Bara atau Geber Energi Terbarukan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789611/sri-mulyani-galau-kurangi-batu-bara-atau-geber-energi-terbarukan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789611/sri-mulyani-galau-kurangi-batu-bara-atau-geber-energi-terbarukan</guid><pubDate>Rabu 29 Maret 2023 17:15 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/29/320/2789611/sri-mulyani-galau-kurangi-batu-bara-atau-geber-energi-terbarukan-8ZoddJROU3.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/29/320/2789611/sri-mulyani-galau-kurangi-batu-bara-atau-geber-energi-terbarukan-8ZoddJROU3.jfif</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia menuju energi yang lebih bersih. Di mana bahan bakar fosil yang menjadi sumber energi mayoritas secara perlahan akan digantikan energi baru terbarukan (EBT).
Meski demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui dalam tahap transisi energi dibutuhkan rancangan yang sangat matang. Pasalnya, negara harus memastikan perekonomian harus bisa tumbuh di tengah transisi. Kemudian tercipta lapangan kerja baru dan keterjangkauan harga energi terbarukan bagi masyarakat.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Ungkap Ada Investasi Baru di Indonesia, Apa Itu?

&quot;Ini yang paling kompleks, transisi yang perlu kita rancang, kita harus memastikan bahwa negara akan terus tumbuh tetapi juga pada saat yang sama ketersediaan dan keterjangkauan sektor energi atau tenaga. Tetapi pada saat yang sama juga mengurangi emisi CO2,&quot; ujarnya, dalam Seminar on Financing Transition in ASEAN, Bali, Rabu (29/3/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yOS8xLzE2NDczMS81L3g4ampuNGI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Bahan bakar fosil terutama batu bara sangat mendominasi sumber ketenagalistrikan di Indonesia. Tercatat lebih dari 60% bauran energi RI disumbang energi tenaga batu bara.

BACA JUGA:
Masih di Bali, Sri Mulyani Absen Rapat Transaksi Janggal Rp349 Triliun

Hal inilah, kata Sri Mulyani, menjadi tantangan dalam transisi energi. Di mana dalam meningkatkan energi terbarukan, pada saat yang sama harus mengurangi atau menghentikan batu bara yang sangat penting bagi Indonesia.&quot;Anda tidak ingin menghentikan batu bara, maka pasokan energi akan menurun, pertumbuhan ekonomi dihadapkan pada kekurangan energi untuk mendukung kebutuhan ekonomi. Jadi bagaimana akan menangani dua hal penting ini,&quot; kata Sri Mulyani.
RI pun menjalin kerjasama dengan Bank Pembangunan Asia untuk mengatasi masalah ini dengan cara terorganisir dan sistematis. Di mana pemerintah berncana mempensiunkan Pembangkit Kistrik Tenaga Batu bara untuk mendorong energi terbarukan.
&quot;Ini salah satu tindakan kunci yang paling penting sebagai bagian dari transisi kita menuju ekonomi energi rendah karbon,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia menuju energi yang lebih bersih. Di mana bahan bakar fosil yang menjadi sumber energi mayoritas secara perlahan akan digantikan energi baru terbarukan (EBT).
Meski demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui dalam tahap transisi energi dibutuhkan rancangan yang sangat matang. Pasalnya, negara harus memastikan perekonomian harus bisa tumbuh di tengah transisi. Kemudian tercipta lapangan kerja baru dan keterjangkauan harga energi terbarukan bagi masyarakat.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Ungkap Ada Investasi Baru di Indonesia, Apa Itu?

&quot;Ini yang paling kompleks, transisi yang perlu kita rancang, kita harus memastikan bahwa negara akan terus tumbuh tetapi juga pada saat yang sama ketersediaan dan keterjangkauan sektor energi atau tenaga. Tetapi pada saat yang sama juga mengurangi emisi CO2,&quot; ujarnya, dalam Seminar on Financing Transition in ASEAN, Bali, Rabu (29/3/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yOS8xLzE2NDczMS81L3g4ampuNGI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Bahan bakar fosil terutama batu bara sangat mendominasi sumber ketenagalistrikan di Indonesia. Tercatat lebih dari 60% bauran energi RI disumbang energi tenaga batu bara.

BACA JUGA:
Masih di Bali, Sri Mulyani Absen Rapat Transaksi Janggal Rp349 Triliun

Hal inilah, kata Sri Mulyani, menjadi tantangan dalam transisi energi. Di mana dalam meningkatkan energi terbarukan, pada saat yang sama harus mengurangi atau menghentikan batu bara yang sangat penting bagi Indonesia.&quot;Anda tidak ingin menghentikan batu bara, maka pasokan energi akan menurun, pertumbuhan ekonomi dihadapkan pada kekurangan energi untuk mendukung kebutuhan ekonomi. Jadi bagaimana akan menangani dua hal penting ini,&quot; kata Sri Mulyani.
RI pun menjalin kerjasama dengan Bank Pembangunan Asia untuk mengatasi masalah ini dengan cara terorganisir dan sistematis. Di mana pemerintah berncana mempensiunkan Pembangkit Kistrik Tenaga Batu bara untuk mendorong energi terbarukan.
&quot;Ini salah satu tindakan kunci yang paling penting sebagai bagian dari transisi kita menuju ekonomi energi rendah karbon,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
