<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kendalikan Inflasi Tak Melulu Harus Naikkan Suku Bunga BI</title><description>BI menilai penurunan laju inflasi yang saat ini di atas 5% tidak selalu bisa dikendalikan dengan kenaikan suku bunga bank sentral</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789622/kendalikan-inflasi-tak-melulu-harus-naikkan-suku-bunga-bi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789622/kendalikan-inflasi-tak-melulu-harus-naikkan-suku-bunga-bi"/><item><title>Kendalikan Inflasi Tak Melulu Harus Naikkan Suku Bunga BI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789622/kendalikan-inflasi-tak-melulu-harus-naikkan-suku-bunga-bi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789622/kendalikan-inflasi-tak-melulu-harus-naikkan-suku-bunga-bi</guid><pubDate>Rabu 29 Maret 2023 17:37 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/29/320/2789622/kendalikan-inflasi-tak-melulu-harus-naikkan-suku-bunga-bi-G1uNdjtkHt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/29/320/2789622/kendalikan-inflasi-tak-melulu-harus-naikkan-suku-bunga-bi-G1uNdjtkHt.jpg</image><title>Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Okezone)</title></images><description>BALI - Bank Indonesia (BI) menilai penurunan laju inflasi yang saat ini di atas 5% tidak selalu bisa dikendalikan dengan kenaikan suku bunga bank sentral. Banyak upaya yang harus berperan supaya laju inflasi Indonesia bisa kembali ke target awalnya.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, untuk menjawab masalah ekonomi seperti kenaikan inflasi tidak selalu dengan menaikkan suku bunga. Menurutnya ada kebijakan lain yang harus juga berperan untuk menurunkan hal tersebut.

BACA JUGA:
Bank Indonesia Dukung Penerbitan Kode Etik Pasar Keuangan

&quot;Inflasi terkontrol maka suku bunga juga bisa kita kontrol. Tapi untuk mengedalikan inflasi tidak memlulu terkait suku bunga saja, tapi juga ada peran fiskal dan lainnya,&quot; kata Perry, dalam Gala Seminar-Enchancing Policy Callibration for Macro Financial Resillience, Bali (29/3/2023).
Meski demikian, Perry menyatakan bahwa kebijakan moneter Bank Indonesia akan selalu siap mendukung pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yOS8xLzE2NDczMS81L3g4ampuNGI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya,Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%.

BACA JUGA:
7 Fakta Perry Warjiyo Calon Tunggal Gubernur Bank Indonesia, Pilihan Jokowi

Demikian pula suku bunga Deposit Facility tetap berada di level 5%, dan suku bunga Lending Facility tetap berada di level 6,5%.Perry Warjiyo mengatakan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga ini konsisten dengan langkah kebijakan moneter yang front-loaded, pre-emptive, dan forward looking.
Ini dalam rangka memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.
&quot;BI meyakini suku bunga BI7DRR di level 5,75% ini memadai untuk mengarahkan inflasi inti tetap berada dalam kisaran 3&amp;plusmn;1% pada semester I 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali ke dalam sasaran 3&amp;plusmn;1% mulai September 2023 yang akan datang,&quot; ujar Perry.</description><content:encoded>BALI - Bank Indonesia (BI) menilai penurunan laju inflasi yang saat ini di atas 5% tidak selalu bisa dikendalikan dengan kenaikan suku bunga bank sentral. Banyak upaya yang harus berperan supaya laju inflasi Indonesia bisa kembali ke target awalnya.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, untuk menjawab masalah ekonomi seperti kenaikan inflasi tidak selalu dengan menaikkan suku bunga. Menurutnya ada kebijakan lain yang harus juga berperan untuk menurunkan hal tersebut.

BACA JUGA:
Bank Indonesia Dukung Penerbitan Kode Etik Pasar Keuangan

&quot;Inflasi terkontrol maka suku bunga juga bisa kita kontrol. Tapi untuk mengedalikan inflasi tidak memlulu terkait suku bunga saja, tapi juga ada peran fiskal dan lainnya,&quot; kata Perry, dalam Gala Seminar-Enchancing Policy Callibration for Macro Financial Resillience, Bali (29/3/2023).
Meski demikian, Perry menyatakan bahwa kebijakan moneter Bank Indonesia akan selalu siap mendukung pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yOS8xLzE2NDczMS81L3g4ampuNGI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya,Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%.

BACA JUGA:
7 Fakta Perry Warjiyo Calon Tunggal Gubernur Bank Indonesia, Pilihan Jokowi

Demikian pula suku bunga Deposit Facility tetap berada di level 5%, dan suku bunga Lending Facility tetap berada di level 6,5%.Perry Warjiyo mengatakan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga ini konsisten dengan langkah kebijakan moneter yang front-loaded, pre-emptive, dan forward looking.
Ini dalam rangka memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.
&quot;BI meyakini suku bunga BI7DRR di level 5,75% ini memadai untuk mengarahkan inflasi inti tetap berada dalam kisaran 3&amp;plusmn;1% pada semester I 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali ke dalam sasaran 3&amp;plusmn;1% mulai September 2023 yang akan datang,&quot; ujar Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
