<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pensiunkan Pembangkit Listrik Batu Bara, Sri Mulyani: Harus Win-Win Solution</title><description>Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah tidak akan gegabah mempensiunkan Pembangkit Listrik Tenaga batu bara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789635/pensiunkan-pembangkit-listrik-batu-bara-sri-mulyani-harus-win-win-solution</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789635/pensiunkan-pembangkit-listrik-batu-bara-sri-mulyani-harus-win-win-solution"/><item><title>Pensiunkan Pembangkit Listrik Batu Bara, Sri Mulyani: Harus Win-Win Solution</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789635/pensiunkan-pembangkit-listrik-batu-bara-sri-mulyani-harus-win-win-solution</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789635/pensiunkan-pembangkit-listrik-batu-bara-sri-mulyani-harus-win-win-solution</guid><pubDate>Rabu 29 Maret 2023 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/29/320/2789635/pensiunkan-pembangkit-listrik-batu-bara-sri-mulyani-harus-win-win-solution-bYzJ9w6r1a.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/29/320/2789635/pensiunkan-pembangkit-listrik-batu-bara-sri-mulyani-harus-win-win-solution-bYzJ9w6r1a.jfif</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>BALI - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah tidak akan gegabah mempensiunkan Pembangkit Listrik Tenaga batu bara. Sri Mulyani memastikan bahwa keputusan yang nantinya diambil sudah matang dan tepat.
Sri Mulyani mengatakan, mempensiukan pembangkit batu bara membutuhkan pembiayaan yang besar. Artinya menghentikan pembangkit batu bara bukan berarti membiarkan mati dan tidak ada biaya.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Galau, Kurangi Batu Bara atau Geber Energi Terbarukan

&quot;Banyak biaya yang terkait dengan itu. Jadi bagaimana kita akan melakukannya, pendekatan dengan mekanisme transisi energi telah didiskusikan dan dikonsultasikan dengan banyak pemangku kepentingan. Dan saya sebenarnya juga mengapresiasi dan ingin menyampaikan terima kasih kepada banyak pemangku kepentingan, baik itu sektor publik, swasta, keuangan, lembaga multilateral, banyak yang memberikan termasuk filantropi, baik secara global maupun Indonesia. Pendekatan yang dirancang harus bersifat win-win solution,&quot; ujarnya, dalam Seminar on Financing Transition in ASEAN, Bali, Rabu (29/3/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yOS8xLzE2NDczMS81L3g4ampuNGI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain itu, rencana ini juga harus win-win bagi lingkungan. Di mana ada beberapa titik kritis yang membawa Indonesia lebih dekat ke implementasi transisi energi.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Ungkap Ada Investasi Baru di Indonesia, Apa Itu?

&quot;Kami sedang bekerja sangat erat dalam fokus menyiapkan beberapa landasan kritis, termasuk apa yang sebenarnya cocok dengan taksonomi ini, taksonomi keuangan transisi akan menjadi sangat kritis,&quot; jelasnya.&quot;Dan bagaimana kita akan mendorong lembaga keuangan baik domestik maupun global untuk menyalurkan fasilitas pembiayaan ke berbagai kegiatan, yang bertujuan untuk mencapai target nol emisi bersih ini,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>BALI - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah tidak akan gegabah mempensiunkan Pembangkit Listrik Tenaga batu bara. Sri Mulyani memastikan bahwa keputusan yang nantinya diambil sudah matang dan tepat.
Sri Mulyani mengatakan, mempensiukan pembangkit batu bara membutuhkan pembiayaan yang besar. Artinya menghentikan pembangkit batu bara bukan berarti membiarkan mati dan tidak ada biaya.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Galau, Kurangi Batu Bara atau Geber Energi Terbarukan

&quot;Banyak biaya yang terkait dengan itu. Jadi bagaimana kita akan melakukannya, pendekatan dengan mekanisme transisi energi telah didiskusikan dan dikonsultasikan dengan banyak pemangku kepentingan. Dan saya sebenarnya juga mengapresiasi dan ingin menyampaikan terima kasih kepada banyak pemangku kepentingan, baik itu sektor publik, swasta, keuangan, lembaga multilateral, banyak yang memberikan termasuk filantropi, baik secara global maupun Indonesia. Pendekatan yang dirancang harus bersifat win-win solution,&quot; ujarnya, dalam Seminar on Financing Transition in ASEAN, Bali, Rabu (29/3/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yOS8xLzE2NDczMS81L3g4ampuNGI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain itu, rencana ini juga harus win-win bagi lingkungan. Di mana ada beberapa titik kritis yang membawa Indonesia lebih dekat ke implementasi transisi energi.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Ungkap Ada Investasi Baru di Indonesia, Apa Itu?

&quot;Kami sedang bekerja sangat erat dalam fokus menyiapkan beberapa landasan kritis, termasuk apa yang sebenarnya cocok dengan taksonomi ini, taksonomi keuangan transisi akan menjadi sangat kritis,&quot; jelasnya.&quot;Dan bagaimana kita akan mendorong lembaga keuangan baik domestik maupun global untuk menyalurkan fasilitas pembiayaan ke berbagai kegiatan, yang bertujuan untuk mencapai target nol emisi bersih ini,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
