<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Perbankan AS Kolaps, Gubernur BI: Investasi di Negara Berkembang Tertahan</title><description>Tiga perbankan di Amerika Serikat (AS) mengalami kebangkrutan. Di antaranya Silicon Valley Bank, Signature Bank dan Silvergate.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789641/3-perbankan-as-kolaps-gubernur-bi-investasi-di-negara-berkembang-tertahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789641/3-perbankan-as-kolaps-gubernur-bi-investasi-di-negara-berkembang-tertahan"/><item><title>3 Perbankan AS Kolaps, Gubernur BI: Investasi di Negara Berkembang Tertahan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789641/3-perbankan-as-kolaps-gubernur-bi-investasi-di-negara-berkembang-tertahan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789641/3-perbankan-as-kolaps-gubernur-bi-investasi-di-negara-berkembang-tertahan</guid><pubDate>Rabu 29 Maret 2023 18:11 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/29/320/2789641/3-perbankan-as-kolaps-gubernur-bi-investasi-di-negara-berkembang-tertahan-XD7yX60WTa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/29/320/2789641/3-perbankan-as-kolaps-gubernur-bi-investasi-di-negara-berkembang-tertahan-XD7yX60WTa.jpg</image><title>Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Okezone)</title></images><description>BALI - Tiga perbankan di Amerika Serikat (AS) mengalami kebangkrutan. Di antaranya Silicon Valley Bank, Signature Bank dan Silvergate.
Kebangkrutan bank-bank besar AS ini pun memberikan dampak pada sektor investasi. Di mana, kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, banyak investor yang menahan modalnya untuk investasi di negara-negara berkembang.

BACA JUGA:
Pensiunkan Pembangkit Listrik Batu Bara, Sri Mulyani: Harus Win-Win Solution

&quot;Untuk keadaan yang baru-baru ini tiga bank AS yang runtuh. Ini membuat para investor atau yang punya modal menahan untuk berinvestasi di negara-negara berkembang,&quot; katanya, dalam Gala Seminar-Enchancing Policy Callibration for Macro Financial Resillience, Bali (29/3/2023).



Oleh karena itu, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan melakukan pengawasan yang tinggi terhadap kejadian tersebut.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut Inisial dalam Transaksi Mencurigakan Rp349 Triliun, Mahfud MD: Justru Salahnya di Situ&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pihaknya sudah melakukan konsolidasi dengan BI, OJK dan LPS. Hal ini untuk menyiapkan pengaman bahwa kondisi ke depan sulit diprediksi.&quot;Kami berdiskusi dan kami mendalami dan terus melakukan stress test. Kami dapat membuat buffer karena kami benar-benar tidak tahu 6 bulan atau 12 bulan situasinya tidak berjalan dengan baik dan. Membutuhkan semua kekuatan gabungan untuk menghadapi ketidakpastian semacam ini,&quot; kata Sri Mulyani.
Sebagai informasi, bangkrutnya Silicon Valley Bank menjadi sorotan dunia. Pasalnya bank tersebut memiliki banyak nasabah yang nilai rekeningnya sangat besar.
Kebangkrutan Silicon Valley Bank ini menjadi kegagalan bank terbesar kedua dalam sejarah Amerika setelah Washington Mutual pada 2008 lalu.
Silicon Valley Bank mulai mengalami kebangkrutan sejak nasabahnya yang mayoritas adalah perusahaan teknologi menarik simpanan mereka karena membutuhkan uang tunai untuk pembiayaan.
Usai Bangkrut, Silicon Valley Bank Diambil Alih Lembaga Penjamin Simpanan AS
Silicon Valley Bank sampai harus menjual obligasinya untuk menutup kerugian akibat penarikan itu. Namun, karena kenaikan tingkat suku bunga, aset-aset bank itu semakin berkurang dan hilang.</description><content:encoded>BALI - Tiga perbankan di Amerika Serikat (AS) mengalami kebangkrutan. Di antaranya Silicon Valley Bank, Signature Bank dan Silvergate.
Kebangkrutan bank-bank besar AS ini pun memberikan dampak pada sektor investasi. Di mana, kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, banyak investor yang menahan modalnya untuk investasi di negara-negara berkembang.

BACA JUGA:
Pensiunkan Pembangkit Listrik Batu Bara, Sri Mulyani: Harus Win-Win Solution

&quot;Untuk keadaan yang baru-baru ini tiga bank AS yang runtuh. Ini membuat para investor atau yang punya modal menahan untuk berinvestasi di negara-negara berkembang,&quot; katanya, dalam Gala Seminar-Enchancing Policy Callibration for Macro Financial Resillience, Bali (29/3/2023).



Oleh karena itu, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan melakukan pengawasan yang tinggi terhadap kejadian tersebut.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut Inisial dalam Transaksi Mencurigakan Rp349 Triliun, Mahfud MD: Justru Salahnya di Situ&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pihaknya sudah melakukan konsolidasi dengan BI, OJK dan LPS. Hal ini untuk menyiapkan pengaman bahwa kondisi ke depan sulit diprediksi.&quot;Kami berdiskusi dan kami mendalami dan terus melakukan stress test. Kami dapat membuat buffer karena kami benar-benar tidak tahu 6 bulan atau 12 bulan situasinya tidak berjalan dengan baik dan. Membutuhkan semua kekuatan gabungan untuk menghadapi ketidakpastian semacam ini,&quot; kata Sri Mulyani.
Sebagai informasi, bangkrutnya Silicon Valley Bank menjadi sorotan dunia. Pasalnya bank tersebut memiliki banyak nasabah yang nilai rekeningnya sangat besar.
Kebangkrutan Silicon Valley Bank ini menjadi kegagalan bank terbesar kedua dalam sejarah Amerika setelah Washington Mutual pada 2008 lalu.
Silicon Valley Bank mulai mengalami kebangkrutan sejak nasabahnya yang mayoritas adalah perusahaan teknologi menarik simpanan mereka karena membutuhkan uang tunai untuk pembiayaan.
Usai Bangkrut, Silicon Valley Bank Diambil Alih Lembaga Penjamin Simpanan AS
Silicon Valley Bank sampai harus menjual obligasinya untuk menutup kerugian akibat penarikan itu. Namun, karena kenaikan tingkat suku bunga, aset-aset bank itu semakin berkurang dan hilang.</content:encoded></item></channel></rss>
