<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gaduh Transaksi Rp349 Triliun, Ada Motif Singkirkan Sri Mulyani karena Minyak Rusia?</title><description>Benny K Harman mencuriga ada motif tersembunyi soal buka-bukaan transaksi keuangan janggal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789732/gaduh-transaksi-rp349-triliun-ada-motif-singkirkan-sri-mulyani-karena-minyak-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789732/gaduh-transaksi-rp349-triliun-ada-motif-singkirkan-sri-mulyani-karena-minyak-rusia"/><item><title>Gaduh Transaksi Rp349 Triliun, Ada Motif Singkirkan Sri Mulyani karena Minyak Rusia?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789732/gaduh-transaksi-rp349-triliun-ada-motif-singkirkan-sri-mulyani-karena-minyak-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/320/2789732/gaduh-transaksi-rp349-triliun-ada-motif-singkirkan-sri-mulyani-karena-minyak-rusia</guid><pubDate>Rabu 29 Maret 2023 21:15 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/29/320/2789732/gaduh-transaksi-rp349-triliun-ada-motif-singkirkan-sri-mulyani-karena-minyak-rusia-hCgTdQoFIN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menkopolhukam Mahfud MD (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/29/320/2789732/gaduh-transaksi-rp349-triliun-ada-motif-singkirkan-sri-mulyani-karena-minyak-rusia-hCgTdQoFIN.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menkopolhukam Mahfud MD (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Benny K Harman mencurigai ada motif tersembunyi soal buka-bukaan transaksi janggal senilai Rp349 triliun di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Benny berspekulasi apa yang disampaikan oleh Mahfud MD merupakan upaya untuk melengserkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

BACA JUGA:
Pensiunkan Pembangkit Listrik Batu Bara, Sri Mulyani: Harus Win-Win Solution

&quot;Jangan-jangan memang ada motif politik ingin menyingkirkan Sri Mulyani,&quot; ujar Benny dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (29/3/2023).
Benny mengatakan spekulasi tersebut muncul lantaran Sri Mulyani beberapa waktu lalu sempat menolak rencana untuk membeli minyak Rusia. Hal itu membuat benerapa pejabat merasa tidak senang.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yOS8xLzE2NDc0OC81L3g4ams4NWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kenapa? Sebab ada isu kan pak, Sri Mulyani, Menkeu menolak rencana beli minyak Rusia masuk Indonesia. Banyak pejabat yang tidak suka, banyak 'pembantu' lain juga yang tidak suka juga&quot;ucap Benny.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut Inisial dalam Transaksi Mencurigakan Rp349 Triliun, Mahfud MD: Justru Salahnya di Situ&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Benny menduga pejabat yang tidak suka tersebut sengaja membuat publik bingung terkhusus anggota DPR dengan perbedaan informasi yang disampaikan oleh Sri Mulyani dan Mahfud MD saat di Komisi XI.Diketahui, Sri Mulyani menyampaikan ke komisi XI soal transaksi mencurigakan di Kemenkeu hanya Rp3,3 triliun. Namun, Mahfud menyebut jumlah sebenarnya adalah Rp35 triliun.
&quot;Ibu Sri Mulyani menjelaskan kepada Komisi XI jauh berbeda dengan apa yang tadi disampaikan, ini yang membuat kami, mohon maaf saja, mana yang harus kami percaya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Benny K Harman mencurigai ada motif tersembunyi soal buka-bukaan transaksi janggal senilai Rp349 triliun di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Benny berspekulasi apa yang disampaikan oleh Mahfud MD merupakan upaya untuk melengserkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

BACA JUGA:
Pensiunkan Pembangkit Listrik Batu Bara, Sri Mulyani: Harus Win-Win Solution

&quot;Jangan-jangan memang ada motif politik ingin menyingkirkan Sri Mulyani,&quot; ujar Benny dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (29/3/2023).
Benny mengatakan spekulasi tersebut muncul lantaran Sri Mulyani beberapa waktu lalu sempat menolak rencana untuk membeli minyak Rusia. Hal itu membuat benerapa pejabat merasa tidak senang.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yOS8xLzE2NDc0OC81L3g4ams4NWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kenapa? Sebab ada isu kan pak, Sri Mulyani, Menkeu menolak rencana beli minyak Rusia masuk Indonesia. Banyak pejabat yang tidak suka, banyak 'pembantu' lain juga yang tidak suka juga&quot;ucap Benny.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut Inisial dalam Transaksi Mencurigakan Rp349 Triliun, Mahfud MD: Justru Salahnya di Situ&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Benny menduga pejabat yang tidak suka tersebut sengaja membuat publik bingung terkhusus anggota DPR dengan perbedaan informasi yang disampaikan oleh Sri Mulyani dan Mahfud MD saat di Komisi XI.Diketahui, Sri Mulyani menyampaikan ke komisi XI soal transaksi mencurigakan di Kemenkeu hanya Rp3,3 triliun. Namun, Mahfud menyebut jumlah sebenarnya adalah Rp35 triliun.
&quot;Ibu Sri Mulyani menjelaskan kepada Komisi XI jauh berbeda dengan apa yang tadi disampaikan, ini yang membuat kami, mohon maaf saja, mana yang harus kami percaya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
