<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Basuki: Pembangunan 3 Jembatan di Bali Tingkatkan Konektivitas</title><description>Kementerian PUPR merampungkan pembangunan 3 jembatan yang berada di Bali.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/470/2789200/menteri-basuki-pembangunan-3-jembatan-di-bali-tingkatkan-konektivitas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/470/2789200/menteri-basuki-pembangunan-3-jembatan-di-bali-tingkatkan-konektivitas"/><item><title>Menteri Basuki: Pembangunan 3 Jembatan di Bali Tingkatkan Konektivitas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/470/2789200/menteri-basuki-pembangunan-3-jembatan-di-bali-tingkatkan-konektivitas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/29/470/2789200/menteri-basuki-pembangunan-3-jembatan-di-bali-tingkatkan-konektivitas</guid><pubDate>Rabu 29 Maret 2023 09:08 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/29/470/2789200/menteri-basuki-pembangunan-3-jembatan-di-bali-tingkatkan-konektivitas-6x3mxisJ9l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan jembatan Bali (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/29/470/2789200/menteri-basuki-pembangunan-3-jembatan-di-bali-tingkatkan-konektivitas-6x3mxisJ9l.jpg</image><title>Pembangunan jembatan Bali (Foto: PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian PUPR merampungkan pembangunan 3 jembatan yang berada di jalan Gatot Subroto Timur, tepatnya di Ruas Simpang Cokroaminoto &amp;ndash; Simpang Tohpati, Denpasar, Bali. Pembangunan 3 jembatan tersebut menggunakan anggaran Rp109 miliar.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, konektivitas antar kawasan perlu terus ditingkatkan agar aliran barang, jasa, dan manusia bisa lebih lancar dan efisien. dengan konektivitas yang baik, diharapkan pertumbuhan ekonomi kawasan meningkat.

BACA JUGA:
Pecah Kemacetan, Jembatan Kretek II Jadi Jalur Alternatif saat Mudik Lebaran 2023

&quot;pembangunan infrastruktur jembatan, flyover dan underpass akan meningkatkan konektivitas antar-kawasan, di samping memberikan alternatif bagi warga untuk meningkatkan produktivitas perekonomian,&quot; kata Basuki dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (28/3/2023).
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan dan Jembatan (BBPJN) Jawa Timur &amp;ndash; Bali Apri Artoto mengatakan, konstruksi ketiga jembatan tersebut yaitu Jembatan Tukad Bindu sepanjang 53,5 meter, Jembatan Tukad Ayung sepanjang 63,5 meter dan Jembatan Tukad Penatih sepanjang 63,5 meter rampung pada Februari 2023 dan siap diresmikan.

BACA JUGA:
Perbaikan Jembatan Jumawa Dikebut, Wajib Beres Sebelum Lebaran 

&amp;ldquo;Pembangunan ketiga jembatan ini dimulai sejak April 2021 lalu oleh PT Brantas Abipraya (Persero) selaku kontraktor pelaksana dan PT Wiranta Bhuana Raya KSO PT Weistan Konsultan Pembangunan dan PT Sinergi Teknik Utama sebagai konsultan. Dengan nilai kontrak pembangunan ketiga jembatan ini sebesar Rp109,823 miliar,&amp;rdquo; jelas Apri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xNC8yMC8xNjQyOTMvNS94OGo0Ymhj&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ketiga jembatan tersebut, sebelumnya merupakan jembatan rangka baja  bertipe Australian yang memiliki lebar perkerasan 7 meter (2 lajur) dan  lebar perkerasan jalan 14 meter (4 lajur, 2 jalur). Setelah dilakukan  penggantian, ketiga jembatan tersebut saat ini bertipe konstruksi girder  beton supaya masa layanannya lebih kuat dan tahan lama.
Adapun item pekerjaan konstruksi pada ketiga jembatan tersebut  meliputi Pekerjaan Umum, Drainase, Pekerjaan Tanah dan Geosintetik,  Perkerasan Berbutir, Perkerasan Aspal, Struktur dan Pekerjaan Harian.
Selama pelaksanaan konstruksi, BBPJN Jawa Timur &amp;ndash; Bali telah  berkoordinasi dengan Polda Bali dan Polresta Denpasar demi kenyamanan  pengguna jalan. Terlebih, ketiga jembatan tersebut berada di ruas jalan  nasional yang merupakan salah satu jalur utama logistik lintas selatan  Pulau Bali.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian PUPR merampungkan pembangunan 3 jembatan yang berada di jalan Gatot Subroto Timur, tepatnya di Ruas Simpang Cokroaminoto &amp;ndash; Simpang Tohpati, Denpasar, Bali. Pembangunan 3 jembatan tersebut menggunakan anggaran Rp109 miliar.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, konektivitas antar kawasan perlu terus ditingkatkan agar aliran barang, jasa, dan manusia bisa lebih lancar dan efisien. dengan konektivitas yang baik, diharapkan pertumbuhan ekonomi kawasan meningkat.

BACA JUGA:
Pecah Kemacetan, Jembatan Kretek II Jadi Jalur Alternatif saat Mudik Lebaran 2023

&quot;pembangunan infrastruktur jembatan, flyover dan underpass akan meningkatkan konektivitas antar-kawasan, di samping memberikan alternatif bagi warga untuk meningkatkan produktivitas perekonomian,&quot; kata Basuki dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (28/3/2023).
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan dan Jembatan (BBPJN) Jawa Timur &amp;ndash; Bali Apri Artoto mengatakan, konstruksi ketiga jembatan tersebut yaitu Jembatan Tukad Bindu sepanjang 53,5 meter, Jembatan Tukad Ayung sepanjang 63,5 meter dan Jembatan Tukad Penatih sepanjang 63,5 meter rampung pada Februari 2023 dan siap diresmikan.

BACA JUGA:
Perbaikan Jembatan Jumawa Dikebut, Wajib Beres Sebelum Lebaran 

&amp;ldquo;Pembangunan ketiga jembatan ini dimulai sejak April 2021 lalu oleh PT Brantas Abipraya (Persero) selaku kontraktor pelaksana dan PT Wiranta Bhuana Raya KSO PT Weistan Konsultan Pembangunan dan PT Sinergi Teknik Utama sebagai konsultan. Dengan nilai kontrak pembangunan ketiga jembatan ini sebesar Rp109,823 miliar,&amp;rdquo; jelas Apri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xNC8yMC8xNjQyOTMvNS94OGo0Ymhj&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ketiga jembatan tersebut, sebelumnya merupakan jembatan rangka baja  bertipe Australian yang memiliki lebar perkerasan 7 meter (2 lajur) dan  lebar perkerasan jalan 14 meter (4 lajur, 2 jalur). Setelah dilakukan  penggantian, ketiga jembatan tersebut saat ini bertipe konstruksi girder  beton supaya masa layanannya lebih kuat dan tahan lama.
Adapun item pekerjaan konstruksi pada ketiga jembatan tersebut  meliputi Pekerjaan Umum, Drainase, Pekerjaan Tanah dan Geosintetik,  Perkerasan Berbutir, Perkerasan Aspal, Struktur dan Pekerjaan Harian.
Selama pelaksanaan konstruksi, BBPJN Jawa Timur &amp;ndash; Bali telah  berkoordinasi dengan Polda Bali dan Polresta Denpasar demi kenyamanan  pengguna jalan. Terlebih, ketiga jembatan tersebut berada di ruas jalan  nasional yang merupakan salah satu jalur utama logistik lintas selatan  Pulau Bali.</content:encoded></item></channel></rss>
