<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Kebijakan Makro Saja Tak Cukup untuk Hadapi Gejolak Global</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan kebijakan makro saja tidak cukup dalam menghadapi gejolak ekonomi global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2789851/sri-mulyani-kebijakan-makro-saja-tak-cukup-untuk-hadapi-gejolak-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2789851/sri-mulyani-kebijakan-makro-saja-tak-cukup-untuk-hadapi-gejolak-global"/><item><title>Sri Mulyani: Kebijakan Makro Saja Tak Cukup untuk Hadapi Gejolak Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2789851/sri-mulyani-kebijakan-makro-saja-tak-cukup-untuk-hadapi-gejolak-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2789851/sri-mulyani-kebijakan-makro-saja-tak-cukup-untuk-hadapi-gejolak-global</guid><pubDate>Kamis 30 Maret 2023 07:56 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/30/320/2789851/sri-mulyani-kebijakan-makro-saja-tak-cukup-untuk-hadapi-gejolak-global-O92KC8Q6cM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani sebut kebijakan makro saja tidak cukup hadapi ekonomi global (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/30/320/2789851/sri-mulyani-kebijakan-makro-saja-tak-cukup-untuk-hadapi-gejolak-global-O92KC8Q6cM.jpg</image><title>Sri Mulyani sebut kebijakan makro saja tidak cukup hadapi ekonomi global (Foto: Okezone)</title></images><description>BALI &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan kebijakan makro saja tidak cukup dalam menghadapi gejolak ekonomi global. Hal ini dia sampaikan dalam ASEAN Chairmanship.
Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa jika berbicara mengenai kebijakan, erat kaitannya dengan perekonomian yang terus berubah, sehingga kebijakan juga perlu untuk terus dikalibrasi.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Ungkap Alasan THR PNS 2023 Cair dengan Tukin Hanya 50%


&quot;Saat Gala Seminar ASEAN Finance Minister and Central Bank Governor Meeting (AFMGM), saya sampaikan betapa pentingnya melakukan kalibrasi dan konsolidasi. Tidak hanya dari sisi fiskal,&quot; ujar Sri melalui akun Instagram resminya @smindrawati di Nusa Dua, Kamis (30/3/2023).
Selama pandemi, pemerintah melakukan relaksasi batas defisit APBN yang sebelumnya maksimal 3%.

BACA JUGA:
Gaduh Transaksi Rp349 Triliun, Ada Motif Singkirkan Sri Mulyani karena Minyak Rusia?


Menurut Sri, ini merupakan wujud respons luar biasa terhadap kejadian yang luar biasa juga, namun tetap dibatasi maksimal 3 tahun untuk meminimalisir risiko.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wNi80LzE2Mzg1Ny81L3g4ajVhcjg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kita juga memahami, risiko dunia terus berubah. Mulai perang yang  berkecamuk hingga inflasi yang melonjak secara global. Untuk  meresponsnya, kebijakan makro saja tidak cukup, perlu adanya reformasi  struktural,&quot; ucap Sri.
Bauran kebijakan moneter dan fiskal yang prudent serta reformasi  struktural yang berkelanjutan merupakan pondasi yang kokoh dalam  bertahan dari beragam ancaman dan risiko.
&quot;Satu hal yang perlu kita syukuri, ASEAN merupakan kawasan yang  begitu baik, dengan pertumbuhan yang termasuk paling stabil di dunia.  Jika kita terus jaga kerja sama dan kolaborasi di ASEAN, kita akan  semakin dekat untuk menjadi episentrum pertumbuhan dunia..!&quot; tutup Sri.</description><content:encoded>BALI &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan kebijakan makro saja tidak cukup dalam menghadapi gejolak ekonomi global. Hal ini dia sampaikan dalam ASEAN Chairmanship.
Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa jika berbicara mengenai kebijakan, erat kaitannya dengan perekonomian yang terus berubah, sehingga kebijakan juga perlu untuk terus dikalibrasi.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Ungkap Alasan THR PNS 2023 Cair dengan Tukin Hanya 50%


&quot;Saat Gala Seminar ASEAN Finance Minister and Central Bank Governor Meeting (AFMGM), saya sampaikan betapa pentingnya melakukan kalibrasi dan konsolidasi. Tidak hanya dari sisi fiskal,&quot; ujar Sri melalui akun Instagram resminya @smindrawati di Nusa Dua, Kamis (30/3/2023).
Selama pandemi, pemerintah melakukan relaksasi batas defisit APBN yang sebelumnya maksimal 3%.

BACA JUGA:
Gaduh Transaksi Rp349 Triliun, Ada Motif Singkirkan Sri Mulyani karena Minyak Rusia?


Menurut Sri, ini merupakan wujud respons luar biasa terhadap kejadian yang luar biasa juga, namun tetap dibatasi maksimal 3 tahun untuk meminimalisir risiko.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wNi80LzE2Mzg1Ny81L3g4ajVhcjg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kita juga memahami, risiko dunia terus berubah. Mulai perang yang  berkecamuk hingga inflasi yang melonjak secara global. Untuk  meresponsnya, kebijakan makro saja tidak cukup, perlu adanya reformasi  struktural,&quot; ucap Sri.
Bauran kebijakan moneter dan fiskal yang prudent serta reformasi  struktural yang berkelanjutan merupakan pondasi yang kokoh dalam  bertahan dari beragam ancaman dan risiko.
&quot;Satu hal yang perlu kita syukuri, ASEAN merupakan kawasan yang  begitu baik, dengan pertumbuhan yang termasuk paling stabil di dunia.  Jika kita terus jaga kerja sama dan kolaborasi di ASEAN, kita akan  semakin dekat untuk menjadi episentrum pertumbuhan dunia..!&quot; tutup Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
