<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengusaha: Impor Pakaian Bekas Sama Saja Negara Maju Buang Sampah ke RI</title><description>Pengusaha menilai impor pakaian bekas sama saja dengan menerima sampah dari negara maju.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2789896/pengusaha-impor-pakaian-bekas-sama-saja-negara-maju-buang-sampah-ke-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2789896/pengusaha-impor-pakaian-bekas-sama-saja-negara-maju-buang-sampah-ke-ri"/><item><title>Pengusaha: Impor Pakaian Bekas Sama Saja Negara Maju Buang Sampah ke RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2789896/pengusaha-impor-pakaian-bekas-sama-saja-negara-maju-buang-sampah-ke-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2789896/pengusaha-impor-pakaian-bekas-sama-saja-negara-maju-buang-sampah-ke-ri</guid><pubDate>Kamis 30 Maret 2023 09:35 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/30/320/2789896/pengusaha-impor-pakaian-bekas-sama-saja-negara-maju-buang-sampah-ke-ri-qemjrLhYLz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Impor pakaian bekas (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/30/320/2789896/pengusaha-impor-pakaian-bekas-sama-saja-negara-maju-buang-sampah-ke-ri-qemjrLhYLz.jpg</image><title>Impor pakaian bekas (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pengusaha menilai impor pakaian bekas sama saja dengan menerima sampah dari negara maju. Untuk itu, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja mendukung upaya pemerintah untuk memberantas impor pakaian bekas.

BACA JUGA:
Soal Larangan Pakaian Impor Bekas, Begini Respons DPD Perindo Jakarta Pusat


Menurut Jemmy pakaian impor bekas tersebut merupakan upaya dari negara maju untuk membuang sampah tekstil ke Indonesia. Hal itu disadari negara maju karena biaya daur ulang sampah tekstil jauh lebih mahal dibandingkan dengan memproduksi pakaian baru.
&quot;Kita harus ketahui bahwa mendaur ulang menang tidak murah, mulai dari sampah plastik hingga sampah tekstil, itu kenapa sampah tekstil di negara maju dibuang ke negara ketiga, mereka memberikan gratis,&quot; kata Jemmy saat dihubungi MNC Portal, Rabu (29/3/2023).

BACA JUGA:
Bareskrim Musnahkan Pakaian Bekas Impor Senilai Rp80 Miliar

Sehingga menurutnya, pelarangan pakaian impor ini bukan hanya sekedar mendukung industri dalam negeri, namun ada hal yang perlu dipikirkan lebih jauh dari segi dampak lingkungan. Karena negara maju mengupayakan agar negaranya bersih, namun bisa dengan mudah membuang sampah ke negara ke 3.
&quot;Recycle semua barang tidak murah negara maju mencoba membuang Pakaian bekasnya ke negara ke 3 dalam program Give away. Dampak Lingkungan kita harus pikirkan bersama,&quot; kata Jemmy.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yOC8xLzE2NDcwMy81L3g4aml3ZnY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kita perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar bangsa kita  dianggap sebagai tempat sampah negara maju, yang perlu kita pikirkan kan  tidak semua bajunya layak pakai,&quot; sambungnya.
Padahal fenomena tersebut menurut Jemmy cukup menjadi hambatan  tersendiri bagi industri tekstil di tanah air. Sebab pasar di dalam  negeri menjadi banjir oleh pakaian-pakaian impor ilegal. Sedangkan dari  segi harga, harga barang bekas itu menjadi lebih murah karena tidak  membutuhkan cost produksi.
&quot;Berbagai negara sudah mencoba melindungi negaranya masing-masing,  melakukan yang namanya trade barier, ada yang dengan tarif atau pajak  bea masuk, dan ada yang non trade barier, semua negara melakukan itu,&quot;  pungkas Jemmy.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pengusaha menilai impor pakaian bekas sama saja dengan menerima sampah dari negara maju. Untuk itu, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja mendukung upaya pemerintah untuk memberantas impor pakaian bekas.

BACA JUGA:
Soal Larangan Pakaian Impor Bekas, Begini Respons DPD Perindo Jakarta Pusat


Menurut Jemmy pakaian impor bekas tersebut merupakan upaya dari negara maju untuk membuang sampah tekstil ke Indonesia. Hal itu disadari negara maju karena biaya daur ulang sampah tekstil jauh lebih mahal dibandingkan dengan memproduksi pakaian baru.
&quot;Kita harus ketahui bahwa mendaur ulang menang tidak murah, mulai dari sampah plastik hingga sampah tekstil, itu kenapa sampah tekstil di negara maju dibuang ke negara ketiga, mereka memberikan gratis,&quot; kata Jemmy saat dihubungi MNC Portal, Rabu (29/3/2023).

BACA JUGA:
Bareskrim Musnahkan Pakaian Bekas Impor Senilai Rp80 Miliar

Sehingga menurutnya, pelarangan pakaian impor ini bukan hanya sekedar mendukung industri dalam negeri, namun ada hal yang perlu dipikirkan lebih jauh dari segi dampak lingkungan. Karena negara maju mengupayakan agar negaranya bersih, namun bisa dengan mudah membuang sampah ke negara ke 3.
&quot;Recycle semua barang tidak murah negara maju mencoba membuang Pakaian bekasnya ke negara ke 3 dalam program Give away. Dampak Lingkungan kita harus pikirkan bersama,&quot; kata Jemmy.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yOC8xLzE2NDcwMy81L3g4aml3ZnY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kita perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar bangsa kita  dianggap sebagai tempat sampah negara maju, yang perlu kita pikirkan kan  tidak semua bajunya layak pakai,&quot; sambungnya.
Padahal fenomena tersebut menurut Jemmy cukup menjadi hambatan  tersendiri bagi industri tekstil di tanah air. Sebab pasar di dalam  negeri menjadi banjir oleh pakaian-pakaian impor ilegal. Sedangkan dari  segi harga, harga barang bekas itu menjadi lebih murah karena tidak  membutuhkan cost produksi.
&quot;Berbagai negara sudah mencoba melindungi negaranya masing-masing,  melakukan yang namanya trade barier, ada yang dengan tarif atau pajak  bea masuk, dan ada yang non trade barier, semua negara melakukan itu,&quot;  pungkas Jemmy.</content:encoded></item></channel></rss>
