<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bicara Pensiunkan PLTU Batu Bara, Sri Mulyani Singgung Pembiayaan</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan salah satu hal yang paling berisiko adalah dalam mempensiunkan batu bara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2790023/bicara-pensiunkan-pltu-batu-bara-sri-mulyani-singgung-pembiayaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2790023/bicara-pensiunkan-pltu-batu-bara-sri-mulyani-singgung-pembiayaan"/><item><title>Bicara Pensiunkan PLTU Batu Bara, Sri Mulyani Singgung Pembiayaan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2790023/bicara-pensiunkan-pltu-batu-bara-sri-mulyani-singgung-pembiayaan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2790023/bicara-pensiunkan-pltu-batu-bara-sri-mulyani-singgung-pembiayaan</guid><pubDate>Kamis 30 Maret 2023 12:05 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/30/320/2790023/bicara-pensiunkan-pltu-batu-bara-sri-mulyani-singgung-pembiayaan-PnMQixnJgw.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/30/320/2790023/bicara-pensiunkan-pltu-batu-bara-sri-mulyani-singgung-pembiayaan-PnMQixnJgw.JPG</image><title>Sri Mulyani. (Foto: MPI)</title></images><description>BALI - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan salah satu hal yang paling berisiko adalah dalam mempensiunkan batu bara.

Di mana hal ini tentunya akan membutuhkan pembiayaan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pensiunkan Pembangkit Listrik Batu Bara, Sri Mulyani: Harus Win-Win Solution

&quot;Dan banyak lembaga keuangan biasanya memperlakukan pembiayaan batu bara ini sebagai pembiayaan 'kotor' dan karena itulah mereka tidak bersedia membiayainya,&quot; ujar Sri dalam konferensi pers Financing Transition in ASEAN di Nusa Dua, Bali pada Kamis (30/3/2023).

Dia menjelaskan taksonomi Indonesia dan sekarang dalam konteks Taksonomi ASEAN yang baru saja dirilis versi 2, sudah mengakomodir kebutuhan transisi energi ini untuk negara-negara seperti Indonesia.

Tidak hanya membangun energi baru dan terbarukan, tetapi juga bagaimana mempensiunkan lebih banyak pembangkit listrik yang berbasis batubara.

BACA JUGA:


Sri Mulyani Galau, Kurangi Batu Bara atau Geber Energi Terbarukan&amp;nbsp;
&quot;Ini adalah kemajuan nyata, dan saya melihat ada banyak itikad baik baik dari internasional, dari regional ASEAN, maupun dari dalam Indonesia, untuk benar-benar melaksanakan komitmen ini untuk menghindari bencana perubahan iklim,&quot; ungkap Sri.

Sekarang, pihaknya tengah bekerja lebih detail pada prinsip yang dapat diterima oleh semua pemangku kepentingan dalam ekosistem pembiayaan perubahan iklim.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMS80LzE2MzU3Mi81L3g4ajVkbTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Dan itu sangat kuat. Bahwa Indonesia dan ASEAN membuat kemajuan yang nyata dan konkrit. Sepemahaman saya, bahwa Taksonomi ASEAN versi 2 mungkin jadi yang pertama di dunia yang mengakui pembiayaan untuk transisi energi melalui kategori hijau dan kuning yang memberikan kejelasan tentang klasifikasi atau kategori dan kemudian bagaimana mengukurnya,&quot; tegas Sri.



Adapun taksonomi ini akan memberikan kepastian bagi sektor keuangan untuk melihat proyek-proyek tersebut yang dapat dipertimbangkan dukungan pembiayaannya.



&quot;Ini akan menjadi salah satu pencapaian terpenting dalam ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting yang diselenggarakan oleh Indonesia ini,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>BALI - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan salah satu hal yang paling berisiko adalah dalam mempensiunkan batu bara.

Di mana hal ini tentunya akan membutuhkan pembiayaan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pensiunkan Pembangkit Listrik Batu Bara, Sri Mulyani: Harus Win-Win Solution

&quot;Dan banyak lembaga keuangan biasanya memperlakukan pembiayaan batu bara ini sebagai pembiayaan 'kotor' dan karena itulah mereka tidak bersedia membiayainya,&quot; ujar Sri dalam konferensi pers Financing Transition in ASEAN di Nusa Dua, Bali pada Kamis (30/3/2023).

Dia menjelaskan taksonomi Indonesia dan sekarang dalam konteks Taksonomi ASEAN yang baru saja dirilis versi 2, sudah mengakomodir kebutuhan transisi energi ini untuk negara-negara seperti Indonesia.

Tidak hanya membangun energi baru dan terbarukan, tetapi juga bagaimana mempensiunkan lebih banyak pembangkit listrik yang berbasis batubara.

BACA JUGA:


Sri Mulyani Galau, Kurangi Batu Bara atau Geber Energi Terbarukan&amp;nbsp;
&quot;Ini adalah kemajuan nyata, dan saya melihat ada banyak itikad baik baik dari internasional, dari regional ASEAN, maupun dari dalam Indonesia, untuk benar-benar melaksanakan komitmen ini untuk menghindari bencana perubahan iklim,&quot; ungkap Sri.

Sekarang, pihaknya tengah bekerja lebih detail pada prinsip yang dapat diterima oleh semua pemangku kepentingan dalam ekosistem pembiayaan perubahan iklim.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMS80LzE2MzU3Mi81L3g4ajVkbTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Dan itu sangat kuat. Bahwa Indonesia dan ASEAN membuat kemajuan yang nyata dan konkrit. Sepemahaman saya, bahwa Taksonomi ASEAN versi 2 mungkin jadi yang pertama di dunia yang mengakui pembiayaan untuk transisi energi melalui kategori hijau dan kuning yang memberikan kejelasan tentang klasifikasi atau kategori dan kemudian bagaimana mengukurnya,&quot; tegas Sri.



Adapun taksonomi ini akan memberikan kepastian bagi sektor keuangan untuk melihat proyek-proyek tersebut yang dapat dipertimbangkan dukungan pembiayaannya.



&quot;Ini akan menjadi salah satu pencapaian terpenting dalam ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting yang diselenggarakan oleh Indonesia ini,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
