<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Target Net Zero Emission, Sri Mulyani Akui Butuh Banyak Duit</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani tak memungkiri bahwa untuk mencapai target  net zero emission dibutuhkan pendanaan yang sangat besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2790138/target-net-zero-emission-sri-mulyani-akui-butuh-banyak-duit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2790138/target-net-zero-emission-sri-mulyani-akui-butuh-banyak-duit"/><item><title>Target Net Zero Emission, Sri Mulyani Akui Butuh Banyak Duit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2790138/target-net-zero-emission-sri-mulyani-akui-butuh-banyak-duit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2790138/target-net-zero-emission-sri-mulyani-akui-butuh-banyak-duit</guid><pubDate>Kamis 30 Maret 2023 14:14 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/30/320/2790138/target-net-zero-emission-sri-mulyani-akui-butuh-banyak-duit-1BMYm5ZPvI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Transisi energi butuh uang banyak (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/30/320/2790138/target-net-zero-emission-sri-mulyani-akui-butuh-banyak-duit-1BMYm5ZPvI.jpg</image><title>Transisi energi butuh uang banyak (Foto: Okezone)</title></images><description>BALI - Menteri Keuangan Sri Mulyani tak memungkiri bahwa untuk mencapai target net zero emission dibutuhkan pendanaan yang sangat besar. Di mana Indonesia menjadi salah satu negara yang menyatakan komitmen untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dengan menekan emisi gas karbon.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Ungkap Upaya Pensiunkan PLTU Batu Bara ke Menkeu Singapura dan Thailand


Dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral se Asia Tenggara (Asean), Sri Mulyani mendorong pembahasan terkait pembiayaan untuk pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, hal tersebut harus didiskusikan bersama negara-negara Asean.
&quot;Seminar dan simposium membahas pentingnya perubahan iklim untuk ditangani. Negara Asean semua komit untuk memiliki emisi zero. Tapi dalam menerjemahkan ini tentu kita membutuhkan sumber pendanaan,&quot; kata Sri Mulyani dalam Press Conference Financing Transition Asean, Bali, Kamis (30/3/2023).

BACA JUGA:
Transisi Energi, Sri Mulyani: Bagian Paling Sulit Pensiunkan PLTU Batu Bara


Sri Mulyani menyampaikan bahwa dalam merealisasikan komitmen tersebut, Indonesia melakukan tindakan nyata yang dituangkan dalam Nationally Determined Contribution (NDC). Di mana salah satu aspek yang dilakukan menyikapi perubahan iklim dengan melakukan transisi energi.
&quot;Bagi Indonesia ini tentu penting karena kita memiliki energi bahan bakar fosil dan sumber daya minyak dan gas serta batu bara. Di mana saat bersamaan Indonesia juga memiliki sumber kaya terkait energi terbarukan misalnya panas bumi, bayu, matahari dan lainnya,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yOC80LzE1OTY3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dalam proses transisi energi, Sri Mulyani mengakui bahwa ini tidak  hanya soal angka-angka mengurangi emisi gas. Tapi bagaimana Indonesia  bisa segera menghentikan batu bara dan membangun energi terbarukan  tersebut.
&quot;Untuk menerjemahkan ini menjadi tindakan nyata, pendanaan sangat  peting sekali. Saya juga senang sekali karena pada hari ini saya bersama  Ketua OJK Pak Mahendra yang juga memberikan kerangka bagaimana  taksonomi Indonesia untuk mobilitasi pendanaan dari berbagai sektor  swasta terutama untuk pendanaan berkelanjutan dan juga mekanisme energi  baik itu untuk mempensiunkan batu bara dan juga membangun EBT,&quot; ujarnya.
Inilah, kata Sri Mulyani, bagian yang paling sulit dalam transisi  energi. Di mana butuh banyak dana untuk mempensiunkan batu bara sebagai  sumber energi listrik Indonesia.
&quot;Bagian paling sulit mempensiunkan batu bara karena membutuhkan pendanaan,&quot; kata Sri Mulyani.</description><content:encoded>BALI - Menteri Keuangan Sri Mulyani tak memungkiri bahwa untuk mencapai target net zero emission dibutuhkan pendanaan yang sangat besar. Di mana Indonesia menjadi salah satu negara yang menyatakan komitmen untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dengan menekan emisi gas karbon.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Ungkap Upaya Pensiunkan PLTU Batu Bara ke Menkeu Singapura dan Thailand


Dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral se Asia Tenggara (Asean), Sri Mulyani mendorong pembahasan terkait pembiayaan untuk pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, hal tersebut harus didiskusikan bersama negara-negara Asean.
&quot;Seminar dan simposium membahas pentingnya perubahan iklim untuk ditangani. Negara Asean semua komit untuk memiliki emisi zero. Tapi dalam menerjemahkan ini tentu kita membutuhkan sumber pendanaan,&quot; kata Sri Mulyani dalam Press Conference Financing Transition Asean, Bali, Kamis (30/3/2023).

BACA JUGA:
Transisi Energi, Sri Mulyani: Bagian Paling Sulit Pensiunkan PLTU Batu Bara


Sri Mulyani menyampaikan bahwa dalam merealisasikan komitmen tersebut, Indonesia melakukan tindakan nyata yang dituangkan dalam Nationally Determined Contribution (NDC). Di mana salah satu aspek yang dilakukan menyikapi perubahan iklim dengan melakukan transisi energi.
&quot;Bagi Indonesia ini tentu penting karena kita memiliki energi bahan bakar fosil dan sumber daya minyak dan gas serta batu bara. Di mana saat bersamaan Indonesia juga memiliki sumber kaya terkait energi terbarukan misalnya panas bumi, bayu, matahari dan lainnya,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yOC80LzE1OTY3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dalam proses transisi energi, Sri Mulyani mengakui bahwa ini tidak  hanya soal angka-angka mengurangi emisi gas. Tapi bagaimana Indonesia  bisa segera menghentikan batu bara dan membangun energi terbarukan  tersebut.
&quot;Untuk menerjemahkan ini menjadi tindakan nyata, pendanaan sangat  peting sekali. Saya juga senang sekali karena pada hari ini saya bersama  Ketua OJK Pak Mahendra yang juga memberikan kerangka bagaimana  taksonomi Indonesia untuk mobilitasi pendanaan dari berbagai sektor  swasta terutama untuk pendanaan berkelanjutan dan juga mekanisme energi  baik itu untuk mempensiunkan batu bara dan juga membangun EBT,&quot; ujarnya.
Inilah, kata Sri Mulyani, bagian yang paling sulit dalam transisi  energi. Di mana butuh banyak dana untuk mempensiunkan batu bara sebagai  sumber energi listrik Indonesia.
&quot;Bagian paling sulit mempensiunkan batu bara karena membutuhkan pendanaan,&quot; kata Sri Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
