<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Cari Investor yang Mau Kembangkan EBT dan Pensiunkan PTLU Batu Bara</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani mencari cara supaya investor ataupun lembaga keuangan mau untuk memberikan modalnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2790167/sri-mulyani-cari-investor-yang-mau-kembangkan-ebt-dan-pensiunkan-ptlu-batu-bara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2790167/sri-mulyani-cari-investor-yang-mau-kembangkan-ebt-dan-pensiunkan-ptlu-batu-bara"/><item><title>Sri Mulyani Cari Investor yang Mau Kembangkan EBT dan Pensiunkan PTLU Batu Bara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2790167/sri-mulyani-cari-investor-yang-mau-kembangkan-ebt-dan-pensiunkan-ptlu-batu-bara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2790167/sri-mulyani-cari-investor-yang-mau-kembangkan-ebt-dan-pensiunkan-ptlu-batu-bara</guid><pubDate>Kamis 30 Maret 2023 14:39 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/30/320/2790167/sri-mulyani-cari-investor-yang-mau-kembangkan-ebt-dan-pensiunkan-ptlu-batu-bara-7nmxVaD7qv.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/30/320/2790167/sri-mulyani-cari-investor-yang-mau-kembangkan-ebt-dan-pensiunkan-ptlu-batu-bara-7nmxVaD7qv.JPG</image><title>Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</title></images><description>BALI - Menteri Keuangan Sri Mulyani mencari cara supaya investor ataupun lembaga keuangan mau untuk memberikan modalnya dalam merealisasikan transisi energi.
Pasalnya, selama ini investor hanya berminat pada pengembangan energi baru terbarukan (EBT), tapi ogah memberi dana untuk mempensiunkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

ASEAN Butuh Investasi EBT Rp406 Triliun, Sri Mulyani: Realisasinya Belum Sampai

&quot;Mereka hanya mau ambil bagian energi terbarukan saja. Jika hanya mengambil bagian energi terbarukan tanpa membahas tentang pensiun batu bara, maka hal tersebut tidak akan membantu,&quot; kata Sri Mulyani dalam Press Conference Financing Transition Asean, Bali, Kamis (30/3/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Target Net Zero Emission, Sri Mulyani Akui Butuh Banyak Duit

Selain itu, banyak juga lembaga keuangan yang memperlakukan pendanaan pensiun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai pendanaan kotor. Karena itu, para lembaga keuangan tidak mau memberikan modalnya.

Oleh karenanya, Sri Mulyani dalam pertemuan negara-negara Asean berharap ada diskusi dan komitmen bersama untuk menjawab masalah pendanaan transisi energi ini.

&quot;Saya senang sekali karena pada hari ini saya bersama Ketua OJK Pak Mahendra yang juga memberikan kerangka bagaimana taksonomi Indonesia untuk mobilitasi pendanaan dari berbagai sektor swasta terutama untuk pendanaan berkelanjutan dan juga mekanisme energi baik itu untuk mempensiunkan batu bara dan juga membangun EBT,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Ungkap Upaya Pensiunkan PLTU Batu Bara ke Menkeu Singapura dan Thailand

Di sisi lain, Sri Mulyani juga berharap Taksonomi Asean yang memiliki inisiatif bersama yang dihasilkan dengan menyatukan pandangan dari regulator seperti pasar modal, asuransi hingga perbankan untuk mengakomodasi kebutuhan komitemen transisi energi ini.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMS80LzE2MzU3Mi81L3g4ajVkbTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Saya lihat banyak sekali niat baik dari internaisonal, regional dan Indonesia untuk benar-benar melaksanakan komitmen untuk menghindari bencana iklim.

Ini suatu yang penting kemajuan penting dalam pertemuan ini,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>BALI - Menteri Keuangan Sri Mulyani mencari cara supaya investor ataupun lembaga keuangan mau untuk memberikan modalnya dalam merealisasikan transisi energi.
Pasalnya, selama ini investor hanya berminat pada pengembangan energi baru terbarukan (EBT), tapi ogah memberi dana untuk mempensiunkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

ASEAN Butuh Investasi EBT Rp406 Triliun, Sri Mulyani: Realisasinya Belum Sampai

&quot;Mereka hanya mau ambil bagian energi terbarukan saja. Jika hanya mengambil bagian energi terbarukan tanpa membahas tentang pensiun batu bara, maka hal tersebut tidak akan membantu,&quot; kata Sri Mulyani dalam Press Conference Financing Transition Asean, Bali, Kamis (30/3/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Target Net Zero Emission, Sri Mulyani Akui Butuh Banyak Duit

Selain itu, banyak juga lembaga keuangan yang memperlakukan pendanaan pensiun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai pendanaan kotor. Karena itu, para lembaga keuangan tidak mau memberikan modalnya.

Oleh karenanya, Sri Mulyani dalam pertemuan negara-negara Asean berharap ada diskusi dan komitmen bersama untuk menjawab masalah pendanaan transisi energi ini.

&quot;Saya senang sekali karena pada hari ini saya bersama Ketua OJK Pak Mahendra yang juga memberikan kerangka bagaimana taksonomi Indonesia untuk mobilitasi pendanaan dari berbagai sektor swasta terutama untuk pendanaan berkelanjutan dan juga mekanisme energi baik itu untuk mempensiunkan batu bara dan juga membangun EBT,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Ungkap Upaya Pensiunkan PLTU Batu Bara ke Menkeu Singapura dan Thailand

Di sisi lain, Sri Mulyani juga berharap Taksonomi Asean yang memiliki inisiatif bersama yang dihasilkan dengan menyatukan pandangan dari regulator seperti pasar modal, asuransi hingga perbankan untuk mengakomodasi kebutuhan komitemen transisi energi ini.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMS80LzE2MzU3Mi81L3g4ajVkbTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Saya lihat banyak sekali niat baik dari internaisonal, regional dan Indonesia untuk benar-benar melaksanakan komitmen untuk menghindari bencana iklim.

Ini suatu yang penting kemajuan penting dalam pertemuan ini,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
