<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Habiskan Stok Baju Bekas Impor Ganti Produk Lokal, Pedagang Tak Setuju</title><description>Pemerintah telah melakukan audiensi dengan 2.000 pedagang pakaian bekas impor di Pasar Senen, Jakarta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2790433/habiskan-stok-baju-bekas-impor-ganti-produk-lokal-pedagang-tak-setuju</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2790433/habiskan-stok-baju-bekas-impor-ganti-produk-lokal-pedagang-tak-setuju"/><item><title>Habiskan Stok Baju Bekas Impor Ganti Produk Lokal, Pedagang Tak Setuju</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2790433/habiskan-stok-baju-bekas-impor-ganti-produk-lokal-pedagang-tak-setuju</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/30/320/2790433/habiskan-stok-baju-bekas-impor-ganti-produk-lokal-pedagang-tak-setuju</guid><pubDate>Kamis 30 Maret 2023 21:22 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/30/320/2790433/habiskan-stok-baju-bekas-impor-ganti-produk-lokal-pedagang-tak-setuju-veNyXjGJxe.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Baju bekas. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/30/320/2790433/habiskan-stok-baju-bekas-impor-ganti-produk-lokal-pedagang-tak-setuju-veNyXjGJxe.jpeg</image><title>Baju bekas. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah telah melakukan audiensi dengan 2.000 pedagang pakaian bekas impor di Pasar Senen, Jakarta.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, menyatakan para pedagang pakaian bekas impor masih boleh menjajalkan dagangannya sampai habis.

BACA JUGA:
Menkop Teten ke Pedagang Baju Bekas Impor: Sekarang Masih Boleh Jualan tapi...

Menanggapi hal tersebut, salah satu pedagang thrifting bernama Deri mengatakan tidak setuju. Menurutnya, mengganti pakaian thrifting dengan pakaian lokal bukalah langkah yang tepat untuk menyelesaikan masalah.
Sebab, ia menilai pakaian thrifting memiliki banyak keunggulan dibandingkan pakaian lokal. Baik dari segi model, bahan, dan kualitas meski barang tersebut sudah bekas pakai atau second.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzYxMC81L3g4ajVkaWg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kurang greget aja kalau barang lokal itu karena kalau namanya impor itu kan sudah ketahuan barangnya, modelnya, dari segi bahannya, kualitasnya juga bagus semua walaupun barangnya barang second. Tapi kalau mau diganti dengan barang baru kayaknya bukan suatu jalan yang tepat, bukan menyelesaikan masalah itu namanya,&quot; ungkap Deri saat ditemui MNC Portal Indonesia usai mengikuti dialog bersama Menteri, Kamis (30/3/2023).

BACA JUGA:
Pengusaha: Impor Pakaian Bekas Sama Saja Negara Maju Buang Sampah ke RI

&quot;Jadi menurut saya belum efektif kalau misalnya barang bekas impor ini digantikan dengan barang lokal,&quot; tambahnya.Di samping itu, Deri menuturkan, tindakan pemusnahan pakaian bekas oleh pemerintah membawa dampak buruk bagi usahanya. Pembeli menurun drastis sehingga omzet yang didapat pun turut melandai. Dari sebelumnya Rp 1 juta per hari menjadi sekitar Rp 500 ribu per hari.
Kata dia, konsumen merasa takut membeli barang bekas impor karena pemerintah memberikan kampanye negatif terhadap pakaian second.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah telah melakukan audiensi dengan 2.000 pedagang pakaian bekas impor di Pasar Senen, Jakarta.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, menyatakan para pedagang pakaian bekas impor masih boleh menjajalkan dagangannya sampai habis.

BACA JUGA:
Menkop Teten ke Pedagang Baju Bekas Impor: Sekarang Masih Boleh Jualan tapi...

Menanggapi hal tersebut, salah satu pedagang thrifting bernama Deri mengatakan tidak setuju. Menurutnya, mengganti pakaian thrifting dengan pakaian lokal bukalah langkah yang tepat untuk menyelesaikan masalah.
Sebab, ia menilai pakaian thrifting memiliki banyak keunggulan dibandingkan pakaian lokal. Baik dari segi model, bahan, dan kualitas meski barang tersebut sudah bekas pakai atau second.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzYxMC81L3g4ajVkaWg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kurang greget aja kalau barang lokal itu karena kalau namanya impor itu kan sudah ketahuan barangnya, modelnya, dari segi bahannya, kualitasnya juga bagus semua walaupun barangnya barang second. Tapi kalau mau diganti dengan barang baru kayaknya bukan suatu jalan yang tepat, bukan menyelesaikan masalah itu namanya,&quot; ungkap Deri saat ditemui MNC Portal Indonesia usai mengikuti dialog bersama Menteri, Kamis (30/3/2023).

BACA JUGA:
Pengusaha: Impor Pakaian Bekas Sama Saja Negara Maju Buang Sampah ke RI

&quot;Jadi menurut saya belum efektif kalau misalnya barang bekas impor ini digantikan dengan barang lokal,&quot; tambahnya.Di samping itu, Deri menuturkan, tindakan pemusnahan pakaian bekas oleh pemerintah membawa dampak buruk bagi usahanya. Pembeli menurun drastis sehingga omzet yang didapat pun turut melandai. Dari sebelumnya Rp 1 juta per hari menjadi sekitar Rp 500 ribu per hari.
Kata dia, konsumen merasa takut membeli barang bekas impor karena pemerintah memberikan kampanye negatif terhadap pakaian second.</content:encoded></item></channel></rss>
