<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur BI Ungkap 3 Agenda Prioritas Perkuat Asean</title><description>Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan tiga agenda penting yang digunakan untuk mendorong kemajuan kawasan Asean.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/31/320/2790849/gubernur-bi-ungkap-3-agenda-prioritas-perkuat-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/31/320/2790849/gubernur-bi-ungkap-3-agenda-prioritas-perkuat-asean"/><item><title>Gubernur BI Ungkap 3 Agenda Prioritas Perkuat Asean</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/31/320/2790849/gubernur-bi-ungkap-3-agenda-prioritas-perkuat-asean</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/31/320/2790849/gubernur-bi-ungkap-3-agenda-prioritas-perkuat-asean</guid><pubDate>Jum'at 31 Maret 2023 14:32 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/31/320/2790849/gubernur-bi-ungkap-3-agenda-prioritas-perkuat-asean-zoBn4k2JDj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/31/320/2790849/gubernur-bi-ungkap-3-agenda-prioritas-perkuat-asean-zoBn4k2JDj.jpg</image><title>Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Okezone)</title></images><description>BALI - Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Asia Tenggara (Asean) dilakukan hari ini. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan tiga agenda penting yang digunakan untuk mendorong kemajuan kawasan Asean di tengah tantangan global.
Pertama, Asean harus memiliki pemahaman yang baik terhadap dinamika ekonomi global dan regional. Oleh karena itu, kata Perry dibutuhkan bauran kebijakan yang optimal untuk mengatasi persoalan tersebut.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: ASEAN Harus Jaga 6 Inisiatif Keuangan untuk Ketahanan Ekonomi

&quot;Ini adalah ciri khas Asean, diperlukan kebijakan yang optimal melalui pemahaman kerangka stabilitas ekonomi makro dan keuangan,&quot; ujarnya, dalam Asean Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (AFMGM), Bali, Jumat (31/3/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8zMS8xLzE2NDc5My81L3g4am1iZWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kedua, memanfaatkan pembayaran lintas negara. Menurut Perry, pembayaran lintas negara tidak hanya bisa dilakukan di Asean, tapi juga dunia.

BACA JUGA:
Bank Indonesia Dukung Penerbitan Kode Etik Pasar Keuangan

Di Asean sendiri, pembayaran litas batas memberikan keuntungan lebih cepat, lebih murah dan lebih transparan bagi masyarakatnya. Selain itu, layanan sistem pembayaran lintas batas mendorong transaksi mengembangkan ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan.&quot;Indonesia dan kelima negara Asean sudah menandatangani MoU untuk konektivitas lintas batas dalam pembayaran. Dan tahun ini Kami akan maju ke semua anggota Asean dan memanfaatkan alasan besar untuk inklusi keuangan dan ekonomi diseluruh spektrum masyarakat yang luas, termasuk UMKM,&quot; ujarnya.
Agenda yang terakhir atau ketiga adalah dinamika pasar keuangan global. Di mana hal tersebut sangat berpengaruh pada siklus kenaikan suku bunga yang cepat oleh bank-bank sentral utama.
&quot;Ini lebih penting untuk pasar negara berkembang karena sektor eksternalnya dari konsekuensi yang tidak diinginkan dalam aspek ini. Kita sudah memperkuat ekonomi kita melalui kebijakan ekonomi makro yang hati-hati menjadi moneter fiskal. Stabilitas sistem keuangan juga kita perkuat dan ketahanan eksternal kita perkuat,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>BALI - Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Asia Tenggara (Asean) dilakukan hari ini. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan tiga agenda penting yang digunakan untuk mendorong kemajuan kawasan Asean di tengah tantangan global.
Pertama, Asean harus memiliki pemahaman yang baik terhadap dinamika ekonomi global dan regional. Oleh karena itu, kata Perry dibutuhkan bauran kebijakan yang optimal untuk mengatasi persoalan tersebut.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: ASEAN Harus Jaga 6 Inisiatif Keuangan untuk Ketahanan Ekonomi

&quot;Ini adalah ciri khas Asean, diperlukan kebijakan yang optimal melalui pemahaman kerangka stabilitas ekonomi makro dan keuangan,&quot; ujarnya, dalam Asean Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (AFMGM), Bali, Jumat (31/3/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8zMS8xLzE2NDc5My81L3g4am1iZWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kedua, memanfaatkan pembayaran lintas negara. Menurut Perry, pembayaran lintas negara tidak hanya bisa dilakukan di Asean, tapi juga dunia.

BACA JUGA:
Bank Indonesia Dukung Penerbitan Kode Etik Pasar Keuangan

Di Asean sendiri, pembayaran litas batas memberikan keuntungan lebih cepat, lebih murah dan lebih transparan bagi masyarakatnya. Selain itu, layanan sistem pembayaran lintas batas mendorong transaksi mengembangkan ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan.&quot;Indonesia dan kelima negara Asean sudah menandatangani MoU untuk konektivitas lintas batas dalam pembayaran. Dan tahun ini Kami akan maju ke semua anggota Asean dan memanfaatkan alasan besar untuk inklusi keuangan dan ekonomi diseluruh spektrum masyarakat yang luas, termasuk UMKM,&quot; ujarnya.
Agenda yang terakhir atau ketiga adalah dinamika pasar keuangan global. Di mana hal tersebut sangat berpengaruh pada siklus kenaikan suku bunga yang cepat oleh bank-bank sentral utama.
&quot;Ini lebih penting untuk pasar negara berkembang karena sektor eksternalnya dari konsekuensi yang tidak diinginkan dalam aspek ini. Kita sudah memperkuat ekonomi kita melalui kebijakan ekonomi makro yang hati-hati menjadi moneter fiskal. Stabilitas sistem keuangan juga kita perkuat dan ketahanan eksternal kita perkuat,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
